"Bisa apa aja, hm?" ulang Anton dengan suara beratnya.Maya mengepalkan tangannya di samping paha, mencoba mengumpulkan sisa keberanian yang hampir sirna.Tubuhnya yang terbalut pakaian basah kuyup masih menggigil hebat, menahan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang."A-aku bisa menyapu, mengepel, memasak, dan merapikan seluruh isi rumah ini dengan bersih, Om," bisik Maya dengan nada bergetar parah.Ia menundukkan kepala dalam-dalam, tak berani menatap sepasang mata kelam milik pria di hadapannya yang terasa begitu mendominasi."Aku nggak akan malas-malasan, Om. Apa pun yang Om suruh, pasti bakal aku kerjain sampai tuntas."Anton masih berdiri menjulang di tempatnya, menatap puncak kepala Maya dengan rahang yang mengeras pelan.Pria itu lalu menghembuskan napas panjang, merogoh saku celananya seraya memperhatikan tetesan air hujan yang mengotori karpet mewahnya."Saya nggak butuh pelayan yang cuma bisa omong kosong, Maya. Rumah ini besar, dan aturan saya ketat," balas Anton dengan
Last Updated : 2026-08-31 Read more