"Turun, jangan kaku. Lemasin saja badan kamu!"Arum memejamkan mata rapat-rapat sampai bola matanya terasa tertekan. Perlahan ia merosot turun, mengikuti arahan dari Lee. Dalam hati takut setengah mati, tapi apa boleh buat, daripada dia nangkring di atas tembok sampai pagi, lebih baik dia memberanikan diri menjatuhkan tubuh suburnya dalam pelukan Lee.Meski taruhannya, ia akan jatuh ke tanah, atau yang paling parah ia akan menyebabkan Lee meninggal tragis karena terhimpit bobot tubuhnya.Namun, saat ia mulai menjatuhkan tubuh sepenuhnya, ia tidak merasakan sakit sama sekali, justru merasa seperti sedang terbang ke udara. "Pak, s-saya udah ada di Surga ya? Kok badan saya melayang gini, kayak lagi terbang," ceplos Arum. Matanya masih terpejam rapat."Iya, kamu lagi terbang. Sekarang buka mata kamu," jawab Lee.Arum menggeleng. "Takut, saya belum siap mati Pak. Anak saya masih bayi, masih butuh saya.""Yang bilang kamu sudah meninggal siapa? Cepat buka mata kamu!"Dengan sangat perlaha
Terakhir Diperbarui : 2026-09-17 Baca selengkapnya