“Jangan diangkat, Sher. Biarinin aja,” kata Clara memperingatkan, matanya menatap layar ponselku yang terus bergetar.“Nggak, Ra, nggak usah khawatir, aku nggak pulang malam ini. Aku mau nginep di sini saja, nggak apa-apa, kan?” tanyaku pada Clara.Clara menggeleng cepat, wajahnya tampak panik. “Jangan gila, Sher! Kamu denger sendiri ancaman Andi di pesan itu. Kalau kamu ngeyel, dia bisa bikin keadaan makin rumit.”“Biarin aja. Aku udah muak sama dia,” jawabku ketus.Leo yang sejak tadi duduk diam akhirnya angkat suara, menatapku tajam. “Saran aku, sebaiknya kamu pulang, Sher. Masalahku sama Clara urusan kami, tapi urusan rumah tanggamu sama Andi beda lagi. Jangan sampai kamu rugi sendiri.”“Heh, kamu nggak usah ikut campur!” sentakku kesal, paling greget sama pria bermuka dua sepertimu. “Kamu sendiri jelas-jelas tukang selingkuh, masih berani kasih nasihat?”Leo hanya mendengkus pelan tanpa membela diri, membuatku semakin jengkel.Di tengah ketegangan itu, Clara tiba-tiba merebut pon
Last Updated : 2026-09-13 Read more