Hanya dalam waktu lima belas menit sejak meninggalkan restaurant, kami sudah duduk berdampingan di sofa sudut ruangan yang temaram, dikelilingi keremangan lampu neon dan dentuman musik yang menghentak pelan. Aroma khas alkohol, parfum maskulin, dan asap tipis bercampur menjadi satu di udara.Aku menoleh, menatap sosok pria di sebelahku dengan rasa penasaran yang menggelitik. "Johan, apakah kamu sering ke bar ini?" tanyaku pelan, berusaha mengatasi suara musik yang berdengung di telinga.Johan menggeleng perlahan, matanya menatapku lurus. "Tidak, Sherine, kenapa memangnya? Aku ke Jakarta jarang sekali, jadi tidak banyak tempat yang kukenal. Paling hanya tiga atau empat kali dalam setahun aku datang ke Jakarta untuk urusan bisnis. Namun, perjalanan bisnis kali ini terasa sangat berbeda... jauh lebih indah dari biasanya."Aku mengerjap, tertegun sejenak mendengar kejujurannya. Senyum kecil tersungging di bibirnya, membuat pesonanya semakin terpancar di bawah temaram lampu bar."Waaah, ka
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-11 Mehr lesen