"Aduh, Clar! Eyeliner-ku ini kenapa malah miring begini sih? Kalau kelihatan galak kayak penyihir, gimana mau melayani tamu?" keluhku panik sambil memegang kuas kecil di depan cermin kecil, mengikis garis hitam di kelopak mata kiriku.Clara yang sedang sibuk melilitkan syal sutra kecil di lehernya langsung menoleh, tertawa renyah melihat kepanikanku. "Sini, biar aku benerin! Makanya jangan grogi gitu dong, Sher. Anggap saja kita lagi mau dandan buat kondangan mantan," candanya santai sambil merampas alat makeup dari tanganku."Bukan masalah kondangan, Clar. Ini kan malam pertamaku kerja di tempat hiburan malam itu. Rasanya masih ada deg-degan aneh di dada," kataku jujur, merapikan lipstik merah marun di bibirku."Udah, tenang aja! Pokoknya malam ini target kita cuma satu: cari uang sebanyak-banyaknya buat nutupin uang sewa bulan depan," balas Clara penuh semangat sambil memakaikan blazer hitam panjang di tubuhku. "Oh, iya, aku lupa ngasih tau aturan emas di bar ini? Kalau ada tamu yan
Last Updated : 2026-09-20 Read more