Saat aku tiba di kantor, para pekerja sudah sibuk memperbaiki jendela kaca yang pecah.Rekan-rekan kerjaku masih teringat rasa mencekam itu."Ya Tuhan, untung saja kita pulang lebih cepat kemarin, kalau tidak pasti akan mengerikan sekali."Seorang rekan menyapa saat melihatku."Jessi, pacarmu jadi menjemput kemarin, kan?"Aku tersenyum dan berkata, "Tidak, dia sibuk mengantar rekan perempuannya pulang."Kantor pun berubah menjadi hening.Seseorang dengan hati-hati bertanya, "Jadi, kamu pulang naik taksi sendirian kemarin?""Aku terjebak di kantor." Semua orang langsung menahan napas.Setelah beberapa lama, seorang rekan menepuk bahuku untuk menenangkan."Jessi, kamu sangat kuat."Aku merasa tidak ada yang salah dengan mengatakan semua itu.Lagipula, bukan aku orang yang melakukan kesalahan.Menjelang akhir jam kerja, Darwin mengirim pesan.[Aku ada di bawah kantormu.]Mataku berkedip, tertegun dengan apa yang kubaca.Dia sudah hampir setahun tidak pernah menjemputku pulang kerja.Kada
Read more