Malam itu, tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar bisa tidur. Alena duduk di ruang keluarga rumah Pradipta, dikelilingi Raka, Pak Pradipta, dan Komisaris Wibowo yang sengaja datang langsung untuk membahas langkah selanjutnya."Kita punya cukup bukti sekarang untuk mengeluarkan surat penangkapan resmi atas nama Broto," kata Komisaris Wibowo, membuka laptopnya di meja tengah. "Kesaksian Ratna, data dari Dimas, rekaman percakapan Broto dengan Alena, semuanya bisa dijadikan dasar kuat.""Tapi kita tidak tahu dia di mana," kata Raka, frustrasi jelas terdengar di suaranya."Justru itu masalahnya," Komisaris Wibowo menatap serius. "Orang seperti Broto, yang sudah bertahun-tahun bermain aman, biasanya punya rencana cadangan untuk situasi seperti ini. Kita harus berasumsi dia sudah menyiapkan langkah berikutnya jauh sebelum malam ini."Pak Pradipta, yang sejak tadi diam mendengarkan, akhirnya angkat bicara. "Ada satu tempat yang mungkin belum kita periksa. Gudang lama, yang dulu jadi
Terakhir Diperbarui : 2026-09-28 Baca selengkapnya