“Jadi, aku berangkat ke kantor dulu?” tanya Jon.“Iya, Jon, aku mau menemani Dave dulu dan bantu Tante mengurusnya. Bentar lagi aku hubungi Bu Tika untuk minta ijin masuk agak siang, mau mengurus dokumen keluarga dulu.” Elia tertawa lantaran itu hanya karangan belaka.“Nanti aku laporin kalau kamu bohong,” ujar Jon dengan nada bercanda. “Awas, ya, kalau berani,” Elia menepuk lengan Jon. Dia duduk di tepi ranjang, menghadap Jon. Kondisinya sudah stabil dan mulai santai. Dengan posisi berbaring, Dave tertawa melihat tingkah mereka. Dan terlihat mulai bugar. “Ya, sudah, aku berangkat dulu,” kata Jon akhirnya. “Ketemu nanti di kantor.” Menyalami Dave. “Tante masih di kafetaria, ya. Nanti aku pamit dari sana.”“Baik, Jon, terima kasih,” ucap Dave.“Tiba di kantor, aku akan cari si Lukas untuk berhitungan,” tekad Jon. “Kali ini dia sudah kelewatan.”“Nanti juga dia pasti menyindirku kalau memergoki datang siang.” Elia menimpali. “Sudah pasti. Cuekin saja,” kata Jon lagi. “Aku
Huling Na-update : 2026-10-30 Magbasa pa