“Aku jadi ingin membesuknya, supaya bisa membalasnya, yaitu menertawai kondisinya,” ujar Danny dengan mimik geram, mungkin dalam pikirannya sekarang gambaran Anita menertawainya dengan nada mengejek sedang ditayang ulang. Tidak heran, dendam itu kembali muncul seiring informasi tentang insiden dan kondisi terkini Anita bergulir lancar dari mulut ibunya. Mereka bertiga sedang di kamar Dave. Ayah mereka sedang tidur, sehingga Danny bisa menyelinap masuk ke kamar adiknya. “Seandainya saja kamu melihat adegan itu, Dan, Mama yakin, kamu pasti puas sekali.” Ibunya berkata lagi dengan nada puas. Beliau memang sangat membenci Anita, yang membuat kedua putranya menderita. “Iya, Ma, sayang sekali aku tidak ikut menontonnya,” sesal Danny. Parasnya juga tampan, namun jika dibandingkan, Dave lebih mempesona berkat postur tubuhnya yang ideal dengan tinggi dan berat yang pas. “Kamu pergi bersama Papa saja, Dan,” Dave meledeknya. Dia berbaring di ranjang, atas suruhan ibunya karena baru se
Last Updated : 2026-10-08 Read more