" Dadah suamiku, aku tunggu di rumah ya. Awww! "Callista melambaikan tangan setelah suaminya itu berpamitan, dia berbicara begitu genit. Bahkan, jari-jari lentiknya itu dengan sengaja menyentuh sesuatu di antara paha suaminya dengan terang-terang.Kedua orangtuanya yang menyaksikan seketika terbelalak sempurna, jangan tanyakan ekspresi Aldiksa. Dia sungguh malu, harga dirinya sebagai pengacara hilang dihadapan kedua mertuanya." Tanganmu, astaga. " geram Aldiksa, dia berbicara dengan pelan dan penuh penekanan.Tapi, istrinya itu tampak tidak peduli. " Aku suka ukurannya, besar! " seru Callista, dia berbicara dengan suara yang cukup lantang.Wajah Aldiksa sudah memerah sempurna, saat pandangannya menatap ke semua orang yang mendengar mereka pura-pura tidak tahu.Dia tidak bisa berlama-lama lagi dengan istrinya itu, yang ada harga dirinya semakin turun. " Terserah kau. " kesalnya sambil beranjak pergi." Kerja yang baik suamiku, bawa pulang uang yang banyak! " seru Callista yang sediki
Última actualización : 2026-10-12 Leer más