" Sudah, sudah! Sana pergi. " usir Callista saat suaminya itu masih ada disana.Briell ikut tertawa melihat sang ibu yang mengusir ayahnya, padahal pria itu baru mengantar mereka sampai gerbang sekolah.Aldiksa berjongkok, menunjuk ke arah sebelah wajahnya sebagai kode agar anaknya itu memberikan ciuman singkat. " Muaahh! Papa paling keren. " puji anak itu seperti biasanya. Pria itu kembali berdiri, kedua tangan berada di dalam saku. Dia mendekatkan wajahnya ke arah sang istri, untuk apalagi jika bukan meminta ciuman." Tidak, aku malas! " tolak Callista. Dia masih kesal dengan suaminya itu, segera mengajak Briell pergi dari sana.Namun, sebelum dia melangkah. Aldiksa justru mendaratkan ciuman singkatnya di sebelah wajah Callista, tersenyum puas sambil melambaikan tangan dan pergi dari sana. " Dasar, musang! " gumam Callista. Meski begitu, dia tetap tersipu malu." Ayo, sayang. " Keduanya berjalan beriringan, Briell tampak menggemaskan dengan gaun putih berkerah tinggi tanpa lenga
Última actualización : 2026-10-30 Leer más