Pagi berikutnya, kali ini Aldiksa tidak ikut sarapan. Pria itu masih tidur akibat semalam tidak tidur untuk menyelesaikan pekerjaan, Callista juga tidak berani mengganggu tidurnya.Ya, mereka tidur di kamar yang sama. Namun, tempat yang berbeda, itupun sesekali Aldiksa tidur disana.' Astaga, bahkan masih pagi pikiranku melayang kemana-mana. '" Mah, tidak biasanya mama sering bersama kami. " celetuk Liam, anak itu berbicara memecah keheningan di meja makan.Callista tersadar dari lamunannya, dia tersenyum lebar. " Mama hanya ingin lebih dekat dengan kalian. " balas Callista. Hatinya menghangat saat Liam dengan bebas bicara dengannya, dia merasa setidaknya dirinya mulai di terima di keluarga ini.Akan tetapi, di luar dugaan pemikiran anak itu justru berbeda dari yang lain. " Untuk apa? Memisahkan kami dari papa? Aku tidak suka." nada bicara Liam terdengar tidak suka.Dia meletakkan alat makan setelah menyelesaikan sarapan, bangun dari duduknya dan berlalu dari sana tanpa sepatah kata
Last Updated : 2026-09-20 Read more