Selama beberapa bulan ini, hidupku juga mulai berubah. Proposal proyekku ditolak sebanyak enam kali. Sebelum presentasi yang ketujuh, aku menghabiskan semalaman di ruang rapat.Ketika penanggung jawab menyerahkan surat persetujuan final kepadaku, dia tersenyum dan berkata, "Clara, selamat. Proposalmu sudah disetujui." Aku menggenggam dokumen itu. Tiba-tiba mataku terasa panas. Dulu, setiap kali aku meraih prestasi apa pun, orang pertama yang selalu ingin kuberi tahu adalah Anderson, kemudian Ayah, Ibu, Abang, lalu Ineke. Namun, kalaupun mereka membalas, sering kali hanya sekadarnya.Sementara itu, Tessa hanya perlu mengirimkan satu foto dirinya sedang menikmati teh untuk mendapatkan perhatian dari semua orang.Kini, di ruang rapat, rekan-rekanku membaca rancangan yang kubuat dengan saksama, lalu bertepuk tangan untukku.Ada yang memberiku kopi, ada pula yang tersenyum dan mengajakku merayakannya nanti malam. Aku menunduk dan membubuhkan tanda tanganku dan nama lengkapku pada dokumen
Read More