LOGINSebelum acara pernikahan dimulai, Ibu tiba-tiba memegang dadanya dan jatuh di tempat. Aku tidak memedulikan acara pernikahan lagi dan langsung membawanya ke rumah sakit. Namun, begitu sampai di ruang IGD, muncul sebuah pesan langsung di grup keluarga. [ Clara sudah berhasil kubohongi agar pergi ke rumah sakit. Acara pernikahan bisa segera dimulai. ] Detik berikutnya, Ayah membalas. [ Tenang saja, aku sudah menggandeng Tessa berjalan di atas karpet merah. ] Abangku juga mengirim sebuah pesan. [ Tessa sudah menunggu selama sepuluh tahun. Hari ini, akhirnya dia bisa menikah dengan Anderson secara terbuka. ] Ketiga pesan itu segera dihapus. Sahabat terbaikku, Ineke, justru tanpa sengaja mengirimkan sebuah video dari lokasi pernikahan ke dalam grup. Di dalam video itu, adikku, Tessa Tanaka, sedang mengenakan gaun pengantin yang aku pilih sendiri. Anderson berdiri di ujung karpet merah. Cincin yang seharusnya menjadi milikku kini terpasang di jari manis Tessa. Teman-teman dan kerabat yang sehari sebelumnya masih memberiku ucapan selamat, kini serempak berteriak, "Cium!" Ibu yang berada di atas ranjang pasien langsung merampas ponselku. Ekspresi kesakitan di wajahnya telah menghilang. Yang tersisa hanyalah kepanikan setelah kebohongannya terbongkar. "Clara, Tessa sudah menunggu Anderson selama bertahun-tahun. Dia hanya ingin memiliki pernikahan yang benar-benar menjadi miliknya. Kamu sudah memiliki Anderson selama tujuh tahun, jadi kamu mengalah sekali ya?" Aku menatap plester EKG yang masih belum dilepas dari dadanya, lalu tiba-tiba tertawa. Ternyata, semua orang sedang memainkan peran sebagai orang baik dalam sandiwara mereka. Hanya aku seorang yang dibohongi, dijadikan bahan lelucon, dan dipermainkan sesuka hati.
View MoreSetelah kembali dari luar negeri, Anderson tidak langsung bertengkar hebat dengan Tessa. Dia hanya pindah dari rumah pernikahan mereka, lalu menyerahkan seluruh urusan komunikasi kepada pengacaranya.Tessa beberapa kali datang ke kantornya untuk mencari Anderson. Dia pernah menangis, bahkan mencoba menahannya dengan menggunakan anak mereka sebagai alasan.Baru setelah menyadari bahwa Anderson benar-benar tidak akan kembali lagi, dia bertanya dengan dingin, "Kenapa hanya aku yang disalahkan? Mendaftarkan pernikahan itu adalah keputusanmu sendiri. Kamu sendiri yang berjanji akan memberikan pernikahan kepadaku. Anderson, kita berdua sama-sama bersalah."Tessa tetap tidak mengakui bahwa dirinya yang menerima telepon tersebut. Dia juga tetap bersikeras bahwa benturan di ruang istirahat pengantin itu hanyalah sebuah kecelakaan.Namun kali ini, tidak ada lagi yang memercayai Tessa tanpa syarat. Setelah anak itu lahir, mereka berdua mengurus proses perceraian.Ayah dan Ibu juga tidak lagi sepe
Selama beberapa bulan ini, hidupku juga mulai berubah. Proposal proyekku ditolak sebanyak enam kali. Sebelum presentasi yang ketujuh, aku menghabiskan semalaman di ruang rapat.Ketika penanggung jawab menyerahkan surat persetujuan final kepadaku, dia tersenyum dan berkata, "Clara, selamat. Proposalmu sudah disetujui." Aku menggenggam dokumen itu. Tiba-tiba mataku terasa panas. Dulu, setiap kali aku meraih prestasi apa pun, orang pertama yang selalu ingin kuberi tahu adalah Anderson, kemudian Ayah, Ibu, Abang, lalu Ineke. Namun, kalaupun mereka membalas, sering kali hanya sekadarnya.Sementara itu, Tessa hanya perlu mengirimkan satu foto dirinya sedang menikmati teh untuk mendapatkan perhatian dari semua orang.Kini, di ruang rapat, rekan-rekanku membaca rancangan yang kubuat dengan saksama, lalu bertepuk tangan untukku.Ada yang memberiku kopi, ada pula yang tersenyum dan mengajakku merayakannya nanti malam. Aku menunduk dan membubuhkan tanda tanganku dan nama lengkapku pada dokumen
Keesokan harinya, Anderson kembali ke hotel tempat pernikahan itu digelar. Dia meminta rekaman CCTV di depan ruang istirahat pengantin.Dalam rekaman itu, terlihat aku menyeret koper keluar dari kamar.Tessa berjalan menghampiriku dari arah berlawanan. Saat melewatiku, langkahnya terlihat jelas berhenti sejenak. Kemudian, bahunya menghantam bahuku.Aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam ruang istirahat. Beberapa detik kemudian, Anderson berlari menyusul masuk. CCTV tidak merekam apa yang terjadi di dalam ruangan.Namun, kamera dengan jelas menangkap gerakan Tessa yang menundukkan kepala dan memandangi ujung sepatunya sebelum pergi. Di sepasang sepatu hak tinggi putih itu telah ternodai beberapa tetes darahku.Tessa telah melihatnya, tetapi dia tetap memegang perutnya dan membawa semua orang pergi.Anderson memutar rekaman itu di hadapan Tessa. Tessa hanya panik sesaat sebelum akhirnya menangis. "Ekor gaun pengantin itu terlalu berat. Aku benar-benar kehilangan keseimbangan.
Dari lebih dari seratus panggilan tak terjawab, nama Anderson muncul paling banyak.Ponselku kembali bergetar. Namanya muncul lagi di atas layar ponselku. Aku menatapnya selama beberapa detik, lalu langsung menolak panggilan itu dan memasukkan semua orang ke daftar blokir.Penanggung jawab proyek datang menjemputku di bandara. Begitu melihatku, dia langsung mengernyitkan dahinya. "Kenapa wajahmu pucat sekali? Apa kamu mau ke rumah sakit dulu?"Aku menggelengkan kepala. "Aku baru saja menjalani operasi kecil. Cukup istirahat beberapa hari saja."Dia tidak bertanya lebih lanjut. Dia hanya mengambil koperku dan membukakan pintu mobil untukku.Pemandangan asing perlahan berlalu di balik jendela mobil. Di sini, tidak ada seorang pun yang mengenal Tessa, apalagi mengetahui tentang pernikahan konyol itu.Tim proyek memberiku waktu istirahat selama satu minggu. Namun pada hari ketiga, aku pun telah kembali ke kantor.Alasannya bukan karena tidak sakit lagi, melainkan setiap kali aku memejamkan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.