Saat Sinta sadar kembali, hal pertama yang dia lihat adalah dinding atas rumah sakit yang putih.Kepalanya masih terasa pusing dan seluruh tubuhnya lemas.Seorang perawat membuka pintu dan berjalan masuk, kemudian berkata,"Sekarang bisa menghubungi anggota keluarga, 'kah? Anda perlu mengurus kembali administrasi rawat inap dan membayar biaya rumah sakit."Sinta berjuang sendirian di kota ini. Selain Fajar, tidak ada seorang pun yang bisa dia andalkan.Namun sekarang, Fajar pun tidak bisa diandalkan lagi.Sinta menghela napas, kemudian mengangkat botol infusnya. "Aku urus sendiri saja.""Waktu kami menjemput Anda, kami melihat foto pernikahan Anda," ucap perawat itu. "Anda seharusnya punya suami, 'kan? Di mana suami Anda?"Setelah mengangkat botol infus, menyeret tubuhnya yang lemah dan berjalan keluar dengan susah payah, Sinta pun menjawab dengan nada datar,"Sudah meninggal."Sinta sudah membuat kesepakatan dengan atasannya. Bulan depan, dia akan berangkat ke Negara X untuk bertugas
อ่านเพิ่มเติม