Short
Pada Akhirnya, Kau Menyia-nyiakan Kami

Pada Akhirnya, Kau Menyia-nyiakan Kami

By:  L.SCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
20Chapters
47views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada peringatan hari pernikahan yang kelima, Sinta Laraswati tak kunjung menunggu kedatangan Fajar Pratama. Namun, dia tanpa sengaja menemukan sebuah akun media sosial 'FajarRatna99' yang mengunggah sebuah video pendek. [Semoga pengembang menyebarkan video ini kepada istri sahnya pria malang itu. Pria yang dia nikahi ternyata mencintai wanita lain, yaitu aku.] Pemilik akun itu berbicara dengan nada sombong. “Aku cuma bilang jantungku terasa sedikit tidak nyaman, dia langsung meninggalkan istrinya untuk datang mencariku!” “Hari ini juga merupakan peringatan hari pernikahannya dengan istrinya yang kelima... dapat dilihat bahwa wanita tua itu sangat tidak penting di hatinya.” Sinta mengetik sebuah komentar: [Ini jelas merusak rumah tangga orang lain. Kamu tidak merasa bersalah, 'kah?] Pemilik akun itu langsung membalas: [Justru kalau membiarkannya terus hidup dalam kebohongan, aku yang akan merasa bersalah.] [Hari ini, dia memberiku 999 kuntum mawar. Kudengar bunga itu sebenarnya dipesan untuk istrinya, tapi dia memberikannya kepadaku karena aku bilang diriku menginginkannya.] [Kalau seorang pria sudah tidak mencintaimu lagi, buat apa masih mempertahankan pernikahan itu?]

View More

Chapter 1

Bab 1

Kata-kata 'peringatan hari pernikahan yang kelima' dan 'wanita tua' itu pun seketika menusuk hati Sinta.

Sinta buru-buru membuka kolom komentar dengan jari tangan sedikit gemetar.

AAA Hajar Pelakor:

[Seumur hidup, baru kali ini aku melihat orang yang tidak tahu malu seperti ini. Jangan-jangan kamu mengira bahwa dia benaran mencintaimu? Pria yang sudah menikah hanya mencari kesenangan sesaat, bagaimana mungkin dia benar-benar mencintai pelakor!]

Akun FajarRatna99 segera membalas:

[Benarkah? Bagaimana kamu bisa tahu?]

[Dia adalah seorang dokter bedah dan sangat terobsesi dengan kebersihan. Akan tetapi, saat aku mabuk kemarin, aku malah muntah di seluruh tubuh. Dia bukannya merasa jijik, malahan terus menjagaku. Kalau semua ini bukan cinta, lantas apa namanya?]

[Coba pulang dan tanyakan kepada suamimu, apakah dia bisa melakukan hal yang sama? Sudahlah, kamu cuma iri dan dengki!]

Selesai membaca komentar-komentar itu, Sinta tiba-tiba teringat momen saat dia pulang setelah menghadiri jamuan kerja.

Pada saat itu, Fajar melemparkannya yang sedang mabuk berat ke lantai ruang tamu yang dingin, bahkan membiarkannya tidur di sana sepanjang malam.

Begitu terbangun, Sinta menangis dan menanyakan alasannya. Fajar hanya menjawab dengan acuh tak acuh,

"Bagaimana kalau kamu muntah ke seluruh tubuhku? Jelas kamu tahu kalau aku sangat sensitif soal kebersihan."

Ada sesuatu yang perlahan-lahan retak di dadanya.

Dengan ketidakpuasan, Sinta mengetik sebuah komentar:

[Ini jelas merusak rumah tangga orang lain. Kamu tidak merasa bersalah, 'kah?]

Pemilik akun itu langsung membalas:

[Justru kalau membiarkannya terus hidup dalam kebohongan, aku yang akan merasa bersalah.]

[Hari ini, dia memberiku 999 kuntum mawar. Kudengar bunga itu sebenarnya dipesan untuk istrinya, tapi dia memberikannya kepadaku karena aku bilang diriku menginginkannya.]

[Kalau seorang pria sudah tidak mencintaimu lagi, buat apa masih mempertahankan pernikahan itu?]

Melihat balasan wanita itu, pandangan Sinta akhirnya menjadi kabur.

Rangkaian yang terjadi secara kebetulan itu membuatnya tidak bisa membohongi dirinya sendiri lagi. Pria yang berselingkuh itu adalah suaminya sendiri, Fajar Pratama!

Bulan lalu, Sinta memberanikan diri untuk mengatakan bahwa dia ingin menerima 999 kuntum mawar pada peringatan hari pernikahan mereka.

Hanya karena setelah menikah selama bertahun-tahun, Fajar tidak pernah membelikannya bunga.

Saat itu, Fajar bahkan tidak mengangkat kepalanya. Dia hanya mendengus dengan nada datar, "Umm."

Sinta mengira bahwa dia tidak menganggapnya serius.

Ternyata dia malah mengingatnya.

Namun pada akhirnya, kejutan yang selama ini sangat dinantikan Sinta justru diberikan Fajar kepada wanita lain!

Perut Sinta tiba-tiba terasa mual, rasa jijik pun membuatnya hampir muntah.

Tak lama kemudian, ponselnya kembali bergetar.

Pemilik akun itu mengirimnya sebuah foto melalui pesan pribadi.

Dalam foto tersebut, Fajar sedang membaringkan kepalanya di paha seorang wanita. Matanya terpejam, dahinya tampak rileks, bahkan sudut bibirnya sedikit terangkat.

Hanya ada satu kalimat yang menyertai foto itu:

[Sinta, kamu yang memberi komentar, 'kan? Setelah tidur di kamar terpisah selama bertahun-tahun, pernahkah kamu melihat wajah suamimu saat dia tertidur? Dia bahkan memohon padaku agar bisa tidur bersamaku!]

Terdengar suara hantaman yang keras, ponsel Sinta terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai.

Sinta masih mengingatnya dengan sangat jelas. Dulu, Fajar pernah memberitahunya dengan sangat tegas.

"Aku mengalami gangguan tidur yang cukup parah dan membutuhkan lingkungan yang benar-benar tenang. Jadi setelah menikah, kita tidak bisa tidur bareng."

Sejak saat itu, mereka selalu tidur di kamar terpisah.

Bahkan setelah mereka bermesraan, Sinta tetap harus menyeret tubuhnya yang lelah untuk kembali ke kamarnya sendiri.

Dalam lima tahun ini, dia terus meyakinkan dirinya bahwa Fajar bukan sengaja memperlakukannya seperti itu.

Seiring berjalannya waktu, Fajar akan perlahan-lahan terbiasa dengannya.

Namun, sekarang Fajar justru tidur begitu nyenyak di sebelah wanita lain, seperti seorang anak yang tidak memiliki kewaspadaan.

Sinta tiba-tiba teringat komentar wanita itu.

[Kalau masih dipertanyakan, itu justru bukan cinta. Cinta sejati sama sekali tidak bisa disembunyikan.]

Benar sekali, itu barulah cinta sejatu….

Kalau begitu, dia apa-apanya?

Hidung seketika memerah. Sinta memejamkan matanya dengan sedih, lalu teringat kenangan beberapa tahun yang lalu.

Saat masih duduk di bangku SMA, dia sudah menyukai Fajar.

Namun, dia berasal dari keluarga yang turun-temurun berkecimpung di bidang kedokteran. Prestasinya sangat luar biasa, bahkan juga sangat tampan hingga diakui sebagai primadona di kampus.

Saat itu, Ratna Sawasto adalah pacarnya. Mereka selalu berduaan dan terlihat sangat serasi.

Sinta hanya berani memandangnya dari kejauhan. Dia mengira bahwa cintanya yang diam-diam itu akan terkubur bersamanya seumur hidup.

Tak disangka, setelah lulus kuliah, Ratna mengakhiri hubungannya dengan Fajar dan pergi ke luar negeri untuk menikah dengan pria lain.

Sebab itu, Sinta bertemu dengan Fajar yang sedang terpuruk dalam sebuah acara perjodohan yang diatur oleh atasannya.

Namun, Fajar tidak mengenalinya dan berkata dengan nada datar,

"Mbak Sinta, aku suka dengan penampilanmu. Bagaimana kalau kita coba pacarana dulu?"

Enam bulan kemudian, Fajar pun melamar Sinta.

Tanpa bunga, cincin dan adegan berlutut. Dia hanya berkata, "Sinta, kita menikah saja."

Tidak ada aura romantisnya, tetapi Sinta tetap mengangguk.

Justru itu yang dia impikan sejak berusia tujuh belas tahun.

Setelah menikah selama lima tahun, Sinta bisa melihat perubahan Fajar.

Dia akan membelikan kue-kue kesukaan Sinta sepulang kerja. Ketika orang tua Fajar mencari kesalahannya, Fajar juga selalu membelanya.

Pria yang biasanya terlihat angkuh dan sulit untuk didekati itu justru merasa terpesona padanya ketika berada di ranjang.

Sinta mengira bahwa Fajar sudah perlahan-lahan mencintainya.

Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa semua itu hanyalah kehampaan.

Seolah-olah ada sebilah pisau tumpul yang terus menggergaji hatinya. Setiap kali bernapas, rasa sakit itu kembali menyelimuti hatinya.

Beberapa saat kemudian, barulah Sinta tersadar kembali dari rasa sakit yang hampir menenggelamkannya.

Selesai menyeka air matanya, dia membuka tablet milik Fajar yang tertinggal di rumah.

Setelah itu, dia menemukan riwayat percakapan antara Fajar dan sahabatnya.

Sahabatnya bertanya: [Kamu bertemu dengan Ratna, ya? Kamu sudah menikah, ini sepertinya tidak baik, bukan?]

"Aku tahu, tapi aku tidak bisa melupakan Ratna."

Pria yang biasanya pendiam itu malah mengirim pesan suara dengan suara rendah dan penuh perasaan.

"Sejak pertama kali bertemu, aku sudah tahu bahwa diriku tidak akan pernah bisa melupakannya."

Sahabatnya kembali bertanya: [Kalau begitu, kenapa kamu menikah dengan Sinta? Apa kamu mencintainya?]

Jawaban Fajar membuat darah di sekujur tubuh Sinta seakan membeku.

[Aku mencintainya atau tidak, apakah itu sangat penting? Selama kita cocok, itu sudah cukup. Wanita seperti Sinta sebenarnya tidak buruk untuk dijadikan sebagai pasangan hidup.]

[Lagian, kami juga cukup serasi di persoalan ranjang. Bukankah itu gunanya seorang istri?]

Ternyata pernikahan yang ingin dipertahankan Sinta selama ini hanyalah sebuah hubungan yang dijalani secara terpaksa bagi Fajar.

Ternyata semua hubungan intim yang dia anggap sebagai lambang cinta hanyalah pelampiasan hasrat Fajar berulang kali!

Rasa terhina dan keputusasaan yang begitu kuat seketika menenggelamkan Sinta seperti gelombang pasang.

Dia menangis hingga seluruh tubuhnya gemetar. Kukunya menusuk telapak tangan, tetapi dia tidak merasa kesakitan.

Harapan terakhir yang masih tersisa di dalam hatinya akhirnya hancur berkeping-keping.

Malam itu menjadi malam tergelap sepanjang hidup Sinta.

Ketika langit perlahan-lahan terang, air matanya pun sudah kering.

Sinta terdiam cukup lama. Kemudian, dia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

"Halo, ini dengan Pengacara Lexi, ya? Tolong bantu saya siapkan surat perceraian."

Panggilan kedua ditujukan kepada atasannya di kantor.

"Pak, apakah posisi wartawan perang yang ditugaskan ke luar negeri yang pernah Anda sebutkan masih tersedia? Saya ingin pergi."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
20 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status