Mendengar permintaan itu, Abby menelan ludah. "T-tapi tangan Kakak kan tidak terkilir...""Suapi aku, Abigail," potong Justin, nada suaranya terdengar tak menerima penolakan.Kehabisan alasan dan didorong oleh rasa bersalahnya, Abby akhirnya menyerah. Ia duduk di tepi ranjang, tepat di sisi pinggul Justin. Tangannya yang sedikit bergetar menyendokkan makanan, meniupnya pelan agar tidak terlalu panas, lalu menyodorkannya ke depan bibir pria itu.Justin mencondongkan tubuhnya sedikit dan menerima suapan itu. Namun, bukannya menatap makanannya, mata kelam pria itu terus menatap lurus ke dalam mata Abby.Jarak mereka kini begitu dekat. Abby bisa merasakan hawa panas yang menguar dari tubuh Justin. Setiap kali pria itu mengunyah, rahang tegasnya bergerak pelan, memancarkan sesuatu yang selalu berhasil membuat akal sehat Abby goyah.Saat Abby menyodorkan suapan ketiga, ujung jari Justin tiba-tiba terangkat dan menyentuh pergelangan tangan Abby.Sengatan listrik kasat mata langsung merambat
Last Updated : 2026-10-01 Read more