LOGINSelama ini, Abigail selalu mengira Justin, kakak angkatnya, adalah pria kaku, dingin, dan konservatif yang sangat membatasi diri dari pergaulan bebas. Namun, ilusi itu hancur berkeping-keping saat Abby tanpa sengaja menemukan sekotak kondom baru di dalam tas pria itu! Belum sempat Abby mencerna sisi gelap dari kehidupan kakak angkatnya, pria yang selama ini selalu menjaga jarak dan bersikap dingin padanya itu tiba-tiba meruntuhkan batas persaudaraan mereka lewat sentuhan yang melumpuhkan akal sehat Abby. "Mulai detik ini, kau tidak butuh laki-laki lain di hidupmu, Abigail."
View MoreAbby langsung membeku. Darahnya seakan berhenti mengalir detik itu juga.Jika kakak angkatnya yang selalu bersikap dingin itu sudah memanggilnya dengan nama lengkap, itu hanya berarti satu hal: Justin sedang marah besar.Riko, yang langsung menyadari perubahan raut wajah Abby menjadi pucat pasi, dengan cepat melangkah maju. Ia berdiri tegap di hadapan Abby, menyembunyikan gadis itu di balik punggungnya seolah sedang melindunginya dari sebuah ancaman."Maaf, Anda siapa?" tegur Riko dengan nada sedikit menantang, matanya menatap tajam ke arah pria asing yang baru saja merusak momennya. "Ada urusan apa Anda mencari Abby?"Justin sama sekali tidak membalas tatapan Riko, apalagi repot-repot menjawab pertanyaannya. Pria itu mengabaikan eksistensi Riko sepenuhnya. Sorot mata kelamnya yang berkilat marah langsung menembus bahu Riko, terkunci lurus pada gadis yang gemetar di belakang sana."Abigail," desis Justin. "Segera ke sini sebelum aku sendiri yang menyeretmu."Mendengar ancaman itu, pe
Abby melebarkan matanya tak percaya, menatap lurus ke arah pria di hadapannya. Riko... menyukainya? Sejak hari pertama?Selama ini, Riko selalu bersikap ramah, hangat, dan sangat suportif padanya di kampus. Namun, Abby sungguh mengira itu memang sifat bawaan laki-laki itu kepada semua teman sekelas. Ia benar-benar mengira Riko hanya bersikap baik tanpa ada alasan, apalagi tendensi romantis di baliknya."Rik... kamu... serius?" cicit Abby akhirnya, suaranya nyaris tertiup angin malam kota yang dingin."Aku nggak pernah seserius ini, By," jawab Riko mantap, matanya menatap lekat tanpa sedikit pun kebohongan. "Aku selalu mencari cara untuk bisa dekat denganmu."Untuk sesaat, Abby sedikit ragu, hingga bayangan kejadian sore tadi kembali berputar dengan kejam di dalam kepala Abby. Suara tawa renyah Valerie, senyum percaya diri perempuan itu yang begitu mempesona, dan bagaimana lengan Valerie melingkar manja di lengan Justin tanpa penolakan sedikit pun dari sang pemilik tubuh.‘Valerie,
Suara tembakan dari televisi seketika terhenti saat Justin menekan tombol jeda pada controllernya. Valerie bangkit berdiri dari sofa, merapikan sedikit gaun selututnya, dan berjalan mendekati Abby yang masih terpaku di ambang sekat koridor. Senyum manis dan sangat percaya diri terlukis jelas di wajah cantik perempuan itu saat ia mengulurkan sebelah tangannya. "Valerie, pacar Justin," ucapnya lugas, tanpa keraguan sedikit pun. Dua kata terakhir itu seolah menghantam ulu hati Abby dengan telak. Pacar? Napas Abby seakan tercekat. Kepalanya mendadak pening. Kalau Justin sudah punya pacar, lalu... apa arti dari semua yang terjadi di balkon semalam? Jarak yang terkikis habis, tatapan mematikan itu, dan ciuman yang nyaris terjadi jika saja ponsel pria itu tidak berdering? "Hei?" Suara Valerie menarik paksa kesadaran Abby. Tangan berhias kuku cantik itu masih menggantung di udara, menunggu balasan. "Ah... m-maaf," gugup Abby, buru-buru menyambut uluran tangan itu dengan jemarinya yang m
Hembusan napas Justin terasa semakin panas di permukaan bibirnya. Sedikit lagi. Hanya tersisa hitungan milimeter sebelum bibir basah mereka benar-benar bersentuhan, ketika tiba-tiba… Dering ponsel yang sangat nyaring dari arah ruang tamu membelah keheningan balkon. Mendengar suara itu, keduanya langsung tersentak hebat. Abby membuka matanya lebar-lebar, napasnya tersengal seolah baru saja disadarkan dari bius. Justin pun seketika menghentikan gerakannya, mematung dengan rahang yang kembali mengeras kaku. Udara dingin mendadak terasa menusuk tulang. Kesadaran menghantam mereka berdua tanpa ampun. Seolah baru saja disiram seember air es, mereka menyadari bahwa mereka hampir saja melewati batas fatal. Mereka hampir merusak batasan tabu antara kakak dan adik angkat. Justin berdeham pelan, suaranya terdengar serak. Pria itu segera menarik tubuhnya menjauh, memutus kungkungannya atas Abby. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam ruang tamu dengan l












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.