Kafe itu terletak sedikit jauh dari area kampus. Suasananya begitu sepi dan temaram, hanya diisi oleh alunan musik pelan dan suara mesin kopi dari arah meja barista. Di salah satu meja, Valerie duduk dengan postur anggunnya yang biasa. Ia menyesap tehnya perlahan, lalu tersenyum manis menatap pria yang duduk tepat di seberangnya.Riko masih mengenakan maskernya yang kini diturunkan hingga sebatas dagu. Laki-laki itu menatap Valerie dengan raut wajah kaku, sama sekali tidak mengerti apa yang sedang direncanakan oleh primadona kampus ini."Apa kau nggak apa-apa, Riko?" tanya Valerie lembut, memecah keheningan di antara mereka. Nada suaranya mengalun penuh perhatian, seolah ia sedang berbicara dengan seorang adik yang baru saja terluka.Mendengar pertanyaan itu, Riko mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi. Ia menatap Valerie dengan tatapan penuh selidik. Kebaikan wanita ini terasa begitu aneh, ganjil, dan sangat salah tempat, mengingat apa yang terjadi di antara mereka."Apa yang kau
Last Updated : 2026-10-29 Read more