Cahaya matahari pagi menyelinap pelan lewat celah jendela, menyentuh wajah mereka yang masih berpelukan di atas tempat tidur. Agus yang pertama membuka mata — tubuhnya terasa ringan, lelah semalam hilang tak berbekas. Di sampingnya, Eny masih tertidur pulas, kepalanya bersandar di dada bidangnya, tangan melingkar di pinggangnya. Napasnya teratur, hangat menyentuh kulitnya. Agus tersenyum lembut, membelai rambut panjang itu pelan. Rasanya damai sekali — bangun pagi bukan lagi sendirian di rumah yang sepi, melainkan ada seseorang di sampingnya, seseorang yang dicintainya, yang tulus menyayanginya. "emmmuah" Ia mencium ubun-ubun wanita itu pelan, tak berniat membangunkannya, hanya ingin menunjukkan betapa berharganya ia. Eny bergerak pelan, matanya perlahan terbuka. Melihat wajah Agus di dekatnya, senyumnya langsung merekah — murni, bahagia, tanpa ragu sedikit pun. "Sudah pagi..." bisiknya lembut, merapatkan tubuhnya makin dekat. "Iya, Sayang," jawab Agus pelan, tangannya mengusap p
최신 업데이트 : 2026-10-01 더 보기