Saka duduk bersila di sisi kasur yang menempel ke dinding dapur, lalu memindahkan kepala Nadia ke pangkuannya, menarik selimut tipis sampai menutupi pinggang gadis itu, dan menepuk pahanya sendiri dua kali. "Dengar baik-baik, Cil. Nggak ada masuk-masukan malam ini, cuma tangan, mulutmu Kakak tutup, dan kalau nggak nyaman, tepuk pahaku dua kali, Kakak langsung berhenti."Sambil menyeka pipinya dengan punggung tangan, Nadia mengangguk cepat dan berbisik, "Setuju, tapi jangan pelit, Kak, soalnya Nadia udah nunggu empat setengah jam!"Saka menaruh telapak kirinya menutupi mulut Nadia, dan telapak kanannya masuk ke bawah selimut. Tangan itu menyusuri paha hangat Nadia sampai ke tepi celana dalam renda merah. "Ini kasur apa kolam ikan, Nad, kok belum diapa-apain udah basah begini?"Nadia memprotes lewat bunyi mmph yang panjang dan memelototi Saka dari atas telapak yang menutup mulutnya."Kakak nggak ngerti bahasa mmph, jadi anggap aja itu pujian." Saka menarik tepi celana dalam itu ke sampi
Last Updated : 2026-10-24 Read more