Saka menaiki tangga tanpa membalas ancaman itu.Pintu kamar Dona terbuka sejengkal, dan lampu kuning dari dalam menerangi sebagian lorong. Saka melangkah menuju ember di ujung lorong, lalu berhenti ketika mendengar namanya disebut dari dalam kamar.Dari dalam kamar, Sarah berbicara dengan suara yang nyaris berbisik, “Don, Mbak mau nanya soal badan Mbak sendiri, tapi kamu jangan ketawa, ya.”“Dona nggak bakal ketawa, Mbak. Janji.” Suara Dona terdengar jauh lebih lembut daripada biasanya.“Pas Saka mijit dua titik di atas tulang ekor, rasanya ada aliran hangat dari pinggang naik ke perut, terus turun sampai ke bawah perut. Makin lama makin kuat, sampai Mbak nggak bisa mikir apa-apa. Terus semuanya lepas sekaligus, dan badan Mbak kedut-kedut sendiri,” lanjut Sarah.Di lorong, celana jin Saka terasa makin sempit di bagian depan, dan ia menutupi tonjolan itu dengan telapak tangan lalu memaki dalam hati.Sadar, Saka, sadar! Mbak Sarah lagi bingung, bukan lagi ngasih tontonan!“Sesudahnya Mb
Last Updated : 2026-10-11 Read more