"Di dalem aja, Saka. Ibu sudah nggak bisa hamil sejak lahiran Nadia," jawab Ipah dengan suara serak.Saka mendorong dalam-dalam, mengerang rendah, dan menumpahkan semuanya di dalam ibu tirinya. Ipah mencengkeram seprai dan mengerang panjang, sementara Bu Retno mengusap punggungnya dengan telapak tangan.Setelah tubuhnya berhenti berdenyut, Saka menarik diri dan mengecup tulang belikat ibu tirinya. Ia membersihkan paha Ipah dengan tisu yang diserahkan Bu Retno, lalu menarik seprai menutupi punggungnya, dan berkata, "Aku lepas penutup matanya ya, Bu."Ipah mengangguk lemah. Saka melepas simpul satin itu, dan Ipah mengerjap menatap seprai yang kusut, lalu pandangannya bergeser ke pojok kamar. Layar kecil kamera menampilkan wajahnya sendiri yang berkeringat, dengan bibir yang masih basah.Ipah mundur sampai punggungnya menghantam kepala ranjang dan menunjuk layar kamera dengan jari yang lemas. "Itu… itu muka Ibu! Kamu kok diam aja, Saka, nggak bilang mukanya kelihatan!""Sudah kubilang, k
Last Updated : 2026-10-23 Read more