Setelah makan selesai, Sarah menyandarkan punggung ke kursi dan berkata riang, "Bu, hari ini Mbak diurut Saka lho. Kram Mbak langsung ilang, badan Mbak jadi enteng banget. Ibu tahu nggak, Saka bisa ngurut?"Dona dan Nadia berhenti mengunyah, lalu menunduk menatap piring masing-masing. Ipah tidak menjawab. Ia menyendok nasi tambahan dengan keras sampai sendoknya berdenting di piring."Kamu itu terlalu gampang percaya sama orang, Sarah," ucap Ipah akhirnya tanpa menoleh."Saka itu adik Sarah, Bu." Sarah tersenyum tenang."Adik angkat," gumam Ipah, lalu mengunyah nasinya dengan wajah yang makin kaku.Selesai mencuci piring, Saka sedang mengelap tangan ketika Ipah muncul di pintu dapur. Perempuan itu berdiri dengan tangan terlipat di depan dada dan tidak menatap mata Saka."Kaki Ibu kram. Katanya kamu bisa ngurut. Ke kamar Ibu, sekarang." Ipah berbalik tanpa menunggu jawaban.Di kamar Ipah, Saka menutup pintu di belakangnya. Ipah mengambil kunci dari meja rias, memutarnya di lubang pintu,
Terakhir Diperbarui : 2026-09-27 Baca selengkapnya