“Tante Susi… kamu sexy sekali!”Sebelum mulai beraksi, aku tak tahan untuk tidak mencium pipi Susi, sambil memujinya.Pujian itu membuat Susi semakin malu. Dia langsung menyembunyikan wajahnya di dadaku, lalu meninju dadaku pelan dengan kepalan tangan kecilnya.“Dasar mesum… kamu jahat sekali!”Aku tersenyum tipis dan memeluknya semakin erat, sambil berkata, “Kalau nggak nakal, kamu nggak suka!”Tepat saat aku hendak melanjutkan aksi, tiba-tiba Susi teringat sesuatu dan mengingatkanku, “Rifki… itu, kamu pakai pengaman, nggak?”“Apa?” Otakku mendadak linglung sejenak, tak mengerti apa maksudnya.Susi agak malu-malu dan memalingkan wajahnya, lalu menjelaskan, “Itu… itu, lho….”Melihat wajahnya yang sangat malu-malu, barulah aku sadar apa pengaman yang dia maksud.Emangnya wanita seusia Susi masih perlu pakai pengaman?Tanpa sadar, aku pun bertanya, “Tante Susi… emangnya kamu belum menopause?”Mendengar ucapanku, Susi langsung cemberut dan menyalahkanku, “Dasar kamu, asal bicara apa, sih
Read more