“Bakso… bakso…”Ting! Ting! Ting!Suara Rivan Djati, pemuda berusia 27 tahun yang berjualan bakso keliling kampung, mulai terdengar hingga seluruh gang.“Sini, Van!” panggil seseorang.Rivan menoleh dan mendapati ada beberapa pemuda duduk di pos ronda sore itu.Dalam hatinya, dia membatin, ‘Aduh, mereka…’“Lama banget, sih Van! Cepat sini!” panggil pemuda itu ke Rivan.Meski enggan, Rivan tak punya pilihan dan mendorong gerobak baksonya ke pos ronda.“Iya, Bang Tigor, Bang Ucup, Bang Ogi, dan Bang Amar.” Rivan mengangguk.“Aku kayak biasanya, ya Van! Jangan kasi daun bawang!”“Banyakin baksonya, Van! Saosnya juga!”“Bakso gedenya kasi dua, Van! Sambelnya yang banyak!”“Mie-ku yang putih aja, kasi yang banyak. Jangan terlalu pedas!”Empat pemuda itu bergantian memesan sesuai keinginan mereka.Rivan mengangguk dan mulai membuat pesanan mereka.Setelah itu, dia antarkan satu demi satu mangkuk bakso ke empat pemuda itu.Tigor, Ucup, Ogi, dan Amar menerima dengan wajah gembira, lalu memaka
Última actualización : 2026-10-01 Leer más