Tangisan bayi perempuan itu seharusnya menjadi suara paling indah di hidupku.Tapi tidak di ruangan ini."Perempuan lagi?!"Suara Ibu mertuaku, Bu Lastri, melengking hingga suster yang sedang membersihkan bayiku terlonjak kaget.Aku, Rachel, masih terbaring lemah, infus masih menempel di punggung tanganku. Keringat dingin masih membasahi dahiku. Baru dua jam aku berjuang antara hidup dan mati melahirkan anak keduaku. Darahku masih banyak yang keluar. Jahitan di bawah masih terasa perih seperti disayat sembilu."Ya ampun, Rachel! Kamu ini istri macam apa? Dua kali melahirkan, isinya perempuan semua!" bentak mertuaku lagi, suaranya memenuhi ruangan bersalin VIP yang seharusnya tenang. "Marga Juan mau putus di tangan kamu! Tidak becus!"Aku menoleh lemah ke arah suamiku. Aku berharap, setidaknya hari ini, Juan akan membelaku. Menatapku dan berkata, "Tidak apa-apa, Sayang, perempuan juga anak kita."Tapi tidak.Suamiku, Juan, berdiri di samping ibunya. Wajahnya datar. Tidak ada senyum, ti
最終更新日 : 2026-10-02 続きを読む