Decit ban yang beradu dengan aspal terdengar nyaring memecah keheningan saat Farhan menginjak pedal rem secara mendadak. Honda Civic hitam itu berhenti mendadak tepat di depan taman kompleks yang sudah mulai sepi. Sentakan keras membuat tubuh Ziva terdorong ke depan, tertahan oleh seatbelt yang mengunci tubuhnya. Napas memburu Farhan yang sejak tadi dikuasai amarah perlahan mereda. Perlahan, raut wajah tampan yang sebelumnya mengeras itu kini tertunduk lesu. Pemuda itu menarik napas panjang yang terdengar sedikit gemetar, lalu menyandarkan keningnya dengan putus asa pada kemudi setir. Ziva, yang wajahnya sudah bersimbah air mata karena panik dan ditarik paksa masuk kedalam mobil, kini membeku. Ia menatap bingung sekaligus waspada ke arah bahu tegap Farhan yang mulai berguncang pelan. "Maafkan aku..." lirih Farhan, suaranya pecah oleh isak tertahan yang menyayat hati. "Aku... aku terpaksa ngelakuin semua ini karena aku benar-benar mencintaimu, Ziva." Ziva terdiam kaku. Jant
Última atualização : 2026-11-06 Ler mais