Namun, sebelum tangan Sena sempat bergerak, gadis itu sudah lebih dulu memalingkan wajahnya. Ia menganggap perdebatan tidak logis dengan Sena telah selesai, dan ia tidak punya waktu untuk meladeninya.Saat itulah, arah pandangan gadis itu beralih, dan tanpa sengaja bertabrakan langsung dengan mata Angga yang berdiri diam di belakang Sena dan melepaskan kacamata hitamnya perlahan.Di detik yang sama, isi dalam kepala Anggara Adiraja seolah berhenti berputar. Korslet total.Waktu terasa lambat. Angga menatap tepat ke dalam sepasang manik mata kelam di balik lensa kacamata itu. Gadis itu menatapnya. Bertatapan langsung dengan pangeran Fakultas Hukum Universitas Erlangga yang dipuja dan digilai oleh banyak wanita. Laki-laki tampan, kaya raya, dingin, cerdas dan nyaris sempurna.Normalnya, perempuan mana pun yang ditatap oleh Angga dengan jarak sedekat ini akan merona merah, salah tingkah, menunduk malu, atau minimal terpesona hingga kehilangan kata-kata.Tapi gadis ini?Gadis itu me
Last Updated : 2026-10-07 Read more