Rora berjalan cepat menyusuri lorong backstage, tangan kanan menggenggam Keyla, tangan kiri menarik koper roda berisi sampel koleksi. Kai berjalan di sebelahnya, tablet sudah masuk ke dalam tas, matanya waspada memindai sekitar."Ma, kenapa kita buru-buru?" Keyla bertanya, hampir berlari untuk mengimbangi langkah Rora."Tante Sari sudah menunggu di mobil," Rora menjawab tanpa menoleh. "Kita harus segera ke hotel.""Tapi Mama janji mau foto-foto.""Nanti, Sayang. Nanti ya."Mereka tiba di pintu keluar backstage. Rora mendorong pintu, dan langsung berhenti.Devan berdiri di sana.Pria itu bersandar di dinding, tangan bersilang di dada, jas hitamnya terlihat sempurna seperti biasa. Tapi ada sesuatu yang berbeda dari wajahnya. Matanya menatap Rora dengan intensitas yang membuat Rora ingin berlari."Raka menunggu mobil di parkiran bawah," Devan berkata, suaranya datar. "Dia bisa membawa anak-anak ke hotel. Aku ingin berbicara denganmu. Berdua."Rora merasakan jantungnya berhenti sejenak. I
Last Updated : 2026-10-07 Read more