"Kamu nggak boleh bermalas-malasan, ya!"Aku tidak tahu mengapa mataku terasa agak sembab. Aku langsung menjawab dengan cepat, "Tentu saja!"Saat selesai mengajar dan pulang, pikiranku sudah sangat kacau dan lambungku terasa amat sakit.Terakhir kali, karena terlalu sibuk sampai lupa makan, dokter yang memeriksaku bilang, kalau aku terus-terusan begini, tubuhku bisa kena penyakit kronis.Namun, aku tidak punya pilihan lain.Waktu yang bisa kumanfaatkan untuk mencari uang terlalu sedikit, jadi aku terpaksa pindah sementara ke asrama kampus.Akan tetapi, aku pernah tidak sengaja berpapasan dengan Shinta sekali. Jarang sekali dia tidak membawa pengikut-pengikutnya. Dia sendirian, bersembunyi di balik semak-semak pohon sambil menelepon."Aku hamil! Kalau bukan anakmu, anak siapa lagi?" suaranya terdengar sangat panik. "Kalau waktu itu nggak jadi pun, beberapa kali kamu mengundangku setelah itu, belum tentu aman, ‘kan? Kalau kamu nggak mau tanggung jawab, aku akan beritahu tunanganmu! Kal
Ler mais