Share

Bab 10

Author: Anonima
"Padahal dia anak kandung Keluarga Birta, tapi nggak ada satu pun yang menyayanginya. Dia malah dituduh sebagai pembunuh!"

"Shofia sudah berusaha keras sekali, tadi aku nggak seharusnya memakinya, maafkan aku ...."

"Dia alergi bulu anjing, tapi saat pergi dia tetap membawa anjing itu. Aku benaran mau menangis!"

Kakakku heran dan bingung.

Semua ini berbeda dari yang diceritakan Shinta padanya.

Bukankah aku yang memaksa Paula pergi?

Bukankah aku yang mengancam ingin merusak hidup Paula?

Kenapa d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Putri Kandung Memegang Skenario   Bab 11

    Setelah semua kejadian ini, cara semua orang menatapku berubah menjadi penuh iba. Cairan nutrisi kelas atas diberikan padaku tanpa henti sampai akhirnya kesadaranku pulih sepenuhnya.Jaksa berbicara padaku dengan ramah dan lembut, "Menurut hukum, aset dan bisnis Keluarga Birta sekarang diwariskan kepada kerabat sedarah terdekat. Bagaimana kamu ingin mengelola aset-aset ini?"Aku masih agak lemah, lalu menjawab pelan, "Aku nggak bisa berbisnis, apa boleh diubah menjadi uang tunai saja?"Jaksa mengangguk setuju.Ini berarti Perusahaan Birta tidak akan ada lagi di dunia ini. Bisnis yang dibangun ayahku dengan bersusah payah selama puluhan tahun, kini sepenuhnya berubah menjadi tumpukan uang tunai.Ayahku hampir gila. Dia mencoba menerjang maju untuk menghentikanku, "Shofia! Kamu nggak boleh melakukan ini! Itu adalah hasil kerja kerasku selama puluhan tahun, bagaimana bisa kamu menghancurkannya begitu saja?"Ibuku menangis dan mencoba memelukku, "Maafkan Ibu, anakku yang baik, Ibu yang s

  • Putri Kandung Memegang Skenario   Bab 10

    "Padahal dia anak kandung Keluarga Birta, tapi nggak ada satu pun yang menyayanginya. Dia malah dituduh sebagai pembunuh!""Shofia sudah berusaha keras sekali, tadi aku nggak seharusnya memakinya, maafkan aku ....""Dia alergi bulu anjing, tapi saat pergi dia tetap membawa anjing itu. Aku benaran mau menangis!"Kakakku heran dan bingung.Semua ini berbeda dari yang diceritakan Shinta padanya. Bukankah aku yang memaksa Paula pergi? Bukankah aku yang mengancam ingin merusak hidup Paula?Kenapa dalam tayangan tadi, Paula terlihat sangat akrab denganku?Bahkan pacar yang sangat dicintainya itu hanya bagian dari rencana Shinta untuk menjatuhkanku!Dan lagi ....Wajahnya mendadak pucat pasi bagai kertas. Dia bergumam pelan dengan suara gemetar, "Botol anggur itu ... ada racunnya."Racun dalam anggur itu baru akan bereaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan menu makan malam waktu itu. Tidak ada yang menduga Shinta akan merebut anggur milikku, dan tidak ada yang menyangka, aku bisa pergi men

  • Putri Kandung Memegang Skenario   Bab 9

    Shinta berdiri di sampingnya dengan wajah penuh duka.Bukan hari itu saja mereka berdua bersikap seperti itu, jadi aku sudah terbiasa dan tidak terlalu memedulikannya.....Sangat tidak biasa, kakakku memberiku sebotol anggur merah. Dia bilang, orang-orang di keluarga kaya tidak ada yang tidak minum alkohol, jadi aku harus belajar cara meminum dan menikmati anggur.Aku tidak berpikir panjang. Setelah dia pergi, aku duduk di sofa dan membuka botol anggur merah itu.Aku tidak paham cara menikmati anggur, aromanya hanya terasa harum bagiku. Namun belum sempat kuteguk, Shinta berjalan menghampiri dan merebut gelasku dari tanganku.Karena tidak ada orang lain di sekitar, dia tanpa ragu mengejekku dengan berani, "Memangnya orang seperti kamu pantas minum anggur sebagus ini? Orang kampungan, nggak usah sok minum anggur, pulang sana dan minum air putih!"Di depan mataku, dia meminum habis isi gelas yang sudah kutuang, lalu membuang sisanya langsung ke tempat sampah. "Lihat baik-baik. Walaupun

  • Putri Kandung Memegang Skenario   Bab 8

    "Bagaimana mungkin aku nggak menyalahkannya?"Aku sekali lagi memancing amarah publik."Bisa nggak, berhenti membela Shofia? Karakternya memang bermasalah, kok. Apa haknya meremehkan Paula?""Kata-kata yang dia ucapkan menjijikkan sekali, ya. Kok bisa-bisanya dia sejahat itu pada pacar kakaknya sendiri? Sumpahin orang lain mati, benar-benar gila!""Shinta memang anak yang baik. Wajar kalau dia sempat tergiur pujian. Kalau bukan karena dia menenangkan Paula, bisa saja Paula bukan cuma pergi tanpa pamit, tapi malah lompat dari gedung."Semua hal baik yang kulakukan sebelumnya sirna begitu saja pada saat ini.Aku boleh berwatak buruk atau manja, tetapi aku tidak boleh meremehkan nyawa orang lain, tidak boleh lupa daratan, dan membenci asal-usulku hanya karena tumbuh di desa.Seseorang berseru kencang, "Walaupun bukan Shofia yang membunuh Shinta, lebih baik memeriksa keberadaan Paula juga. Jangan-jangan Paula mati di tangannya?"Para penonton sangat antusias.Mereka sudah tidak sabar ingin

  • Putri Kandung Memegang Skenario   Bab 7

    Namun, dia tahu itu bukan usahanya, dan dia tahu betul siapa yang meletakkannya.Shinta bersandar di pelukan ayahku, lalu mengalihkan pandangannya menatapku sambil mengangkat alisnya sedikit.Tindakannya itu tampak seperti pamer, sekaligus tantangan bagiku.Di bawah panggung, raut wajah ayahku tampak sangat lesu. Putri penurutnya malah keluyuran dan hamil anak pria lain. Sementara anak yang amat dibencinya justru hidup hemat, berjualan baju, dan bekerja sampingan untuk mengumpulkan uang demi dirinya.Hal yang makin mengejutkan adalah Vincen dan tunangannya ternyata sedang berdiri di tengah kerumunan penonton di bawah panggung saat ini.Suara tamparan yang keras terdengar nyaring. Vincen sampai dibuat pusing oleh tamparan tunangannya. Dia buru-buru memegang tangan tunangannya untuk menjelaskan sesuatu, tetapi pipinya malah ditampar keras sekali lagi."Vincen, bagaimana katamu waktu itu? Kamu bilang kamu mabuk dan mengira dia itu aku, makanya kamu melakukan kesalahan. Karena nggak mau m

  • Putri Kandung Memegang Skenario   Bab 6

    "Kamu nggak boleh bermalas-malasan, ya!"Aku tidak tahu mengapa mataku terasa agak sembab. Aku langsung menjawab dengan cepat, "Tentu saja!"Saat selesai mengajar dan pulang, pikiranku sudah sangat kacau dan lambungku terasa amat sakit.Terakhir kali, karena terlalu sibuk sampai lupa makan, dokter yang memeriksaku bilang, kalau aku terus-terusan begini, tubuhku bisa kena penyakit kronis.Namun, aku tidak punya pilihan lain.Waktu yang bisa kumanfaatkan untuk mencari uang terlalu sedikit, jadi aku terpaksa pindah sementara ke asrama kampus.Akan tetapi, aku pernah tidak sengaja berpapasan dengan Shinta sekali. Jarang sekali dia tidak membawa pengikut-pengikutnya. Dia sendirian, bersembunyi di balik semak-semak pohon sambil menelepon."Aku hamil! Kalau bukan anakmu, anak siapa lagi?" suaranya terdengar sangat panik. "Kalau waktu itu nggak jadi pun, beberapa kali kamu mengundangku setelah itu, belum tentu aman, ‘kan? Kalau kamu nggak mau tanggung jawab, aku akan beritahu tunanganmu! Kal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status