Tempat duduk di dekat jendela kosong.Aku duduk, angin sungai bertiup membelai wajahku. Cahaya lampu di seberang sungai terpantul di permukaan air, berpendar menjadi serpihan emas yang berkilauan.Saat suapan kue pertama masuk ke mulutku, krim yang manis dan rasa pahit kopi meleleh di ujung lidahku, dan aku memejamkan mata.Lezatnya!Jadi, seperti inilah rasanya hidup.Komentar di layar sempat hening, lalu perlahan bergulir.[Dia sangat menikmati sekali ....][Kenapa aku tiba-tiba kasihan?][Andai umurku tinggal sepuluh hari lagi, aku juga mau menikmati makanan yang enak.][Ngomong-ngomong, Oliver beneran mau membebaskan dia sebebas ini? Aku nggak percaya.]Aku juga tidak percaya.Jadi, ketika ponselku bergetar dan menampilkan panggilan masuk dari kontak bernama "Oliver", aku sama sekali tidak terkejut.Aku mengangkatnya, tanpa berkata apa-apa."Lulu, kamu ke mana saja?""Aku kan khawatir." Suaranya terdengar sedikit lelah."Makan.""Lulu, ayo pulang." Nada suaranya melembut. "Kita ber
Read more