Catalog
58 chapters
Perkenalan
"Hey, Pak Tua!" teriak Verena. Gadis heboh yang selalu meresahkan laki-laki matang itu. Bagaimana seorang gadis yang harus ia anggap anak mengejar cintanya. "Kau seorang penguntit!" Verena terkikik, melihat keadaan sekitar yang sepi. Gadis itu langsung mencium laki-laki itu, yang memegangi pipinya. Verena tanpa dosa berlalu. "Verena! Kau akan menyesal gadis kecil!" Verena berbalik dan mengulurkan lidahnya dan berlari. "Kau tidak akan bisa mengejarku Pak Tua! Nanti tulangmu yang sudah keropos patah!" ejek Verena. Laki-laki itu menggeleng, ingin mengejar tapi rasanya begitu dibiarkan gadis ini semakin membuatnya gemas dengan tingkahnya. "Kalau aku dapat?" "Aku jadi istrimu!" tandas Verena. Laki-laki itu menggeleng dan jadi merasa sedih karena kehilangan istrinya beberapa tahun silam. Dan saat itu Verena datang untuk menghadiri pemakaman sahabat ayahnya, walau Daddy-nya masih bermusuhan. Tapi Verena ingin mem
Read more
01 - Verena, Produk Gerald
"Penyakitnya udah parah. Tadi malam David nelpon jadi mungkin kita semua berangkat kesana." Verena mencuri dengar percakapan orang tuanya, dan masuk ke dalam kamarnya. Dia tahu David adalah rekan orang tuanya walau jika membahas David ayahnya pasti sensitif sekali seperti wanita PMS, walau tetap mendengarkan titah Baginda ratu. Baginda ratu masih mengingat jasa David sebagai seorang malaikat yang selalu hadir saat ia kesulitan terutama awal-awal pernikahan yang sudah tak bisa diperjuangkan lagi tapi malaikat itu datang melebarkan sayapnya dan merangkul Baginda Ratu dengan ketulusan hingga ia bisa bertahan dan kembali bersama dan punya banyak anak. "Mereka tak punya anak, kasian kesepian." Dasarnya Verena suka kepo apapun yang akan dibicarakan orang tuanya. Gadis itu keluar lagi dari kamar dan pura-pura lewat. "Auri sakit David rawat sendirian kalau punya anak pasti seumuran sama Verena atau Asher." "Lalala la." Verena
Read more
02 - Stimulasi Jadi Istri
Verena bangun dengan keadaan lebih segar dan lebih baik dari semalam karena jet lag parah. Gadis itu melihat keadaan sekeliling dan baru ingat ia tengah berada di belahan dunia lain. Dengan langkah pelan Verena turun dari ranjang dan hendak membuka pintu mencari orang tuanya dan juga Om Tampan—Calon Suami Masa Depan. Begitu lengkap. Verena tak tahu jika orang tuanya punya rekan yang begitu tampan. Gadis itu terkikik geli dan akan terus menggoda David hingga laki-laki itu jadi suaminya walau mungkin dunia terbalik. "Selamat pagi dunia. Selamat pagi kamar masa depan. Nanti kita akan terbangun tanpa pakaian dan bercinta di semua sudut rumah." Merasa seperti rumahnya, Verena langsung menuju dapur dan ingin membuat sarapan, ia yakin Om Tampan takkan marah jika ia membuat sarapan sendiri daripada ia menyusahkan dirinya. Gadis itu sempat melihat keadaan flat ini, rumahnya di Jerman tiga kali lipat lebih besar dari ini, mungkin karen
Read more
03 - Semua Hanya Tentang Waktu
"Aku masih ada di sini, kau tak perlu merasa sendiri. Aku adalah belahan jiwamu yang sejati." Bukannya menenangkan, Verena makin meresahkan. Jika nih anak bukan anak kerabat, David sudah mencampakkan Verena ke dalam kandang buaya biar dia berteman dengan para buaya. Laki-laki itu hanya terdiam di kuburan istrinya yang masih basah. Kanker pernapasan benar-benar mengakhiri nyawa Auri. Terlalu banyak hal yang telah mereka lewati selama 20 tahun terakhir dan kini istrinya pergi untuk selamanya, David masih terpukul tentu saja. Perpisahan paling menyakitkan adalah kematian. Itu jelas, bagaimana kamu tak tahu bagaimana menyalurkan rasa rindu yang dirasakan, di saat kamu terpisah raga dan berada dalam portal dunia yang berbeda dengan mereka. Verena melihat Mommy-nya menangis juga, dan Daddy-nya yang mengelus-elus lengan isterinya menenangkan. Terakhir kali mereka melihat Auri, wanita cantik yang memberi warna di hidup mereka dan juga kisah percintaan
Read more
04 - Verena, Si Kelinci Binal!
"Aku pasti akan merindukan Mommy dan Daddy. Daddy jangan nangis malam-malam ya karena merindukan aku." Refleks Rara langsung mencubit perut putri bungsunya karena gemas. Hari ini mereka akan berpulang ke Jerman, karena sudah satu minggu berada di sini, dan pekerjaan yang menumpuk sudah menanti. Tentu saja Verena memilih tinggal gadis itu banyak beralasan dan ayahnya mengizinkan waktu satu minggu agar Verena menemani David karena laki-laki itu kesepian dan tak punya keluarga. Verena punya waktu satu minggu untuk membuat David jatuh cinta padanya. Ia yakin tak butuh waktu lama pada akhirnya laki-laki itu yang akan mengejar dirinya. "Mommy ... Aku sedih, Mommy pasti kesepian di rumah. Tapi Om David lebih sedih lagi, jadi temanin ya." Verena menangis dengan air mata buaya yang dibuat-buat, dan seolah bersimpati padahal ia ingin modus. Gadis itu memeluk ibunya dan tersenyum. "Daddy kesayangan aku. Daddy rindu aku, bisa lihat Asher. Ada
Read more
05 - Menggoda David
"Kau tidak melihat cuaca di luar sangat mendukung untuk kita berbagi keringat?" Diam-diam Verena menyusup dalam kamar David. Laki-laki itu baru bisa menutup matanya karena begitu lelah dan merasa begitu capek mengahadapi kenyataan sial yang menimpa hidupnya, tapi si kelinci binal itu tidak mau berhenti. Dia hanya ingin beristirahat dan berpikir atau berlapang dada menerima jika istrinya telah pergi untuk selamanya, mereka berpisah alam. "David." Verena menguncang tubuh David dan mencium pipi laki-laki itu. Dia naik ke atas tubuh David dan mencium aroma tubuh laki-laki itu, wangi tubuh yang enak, walau wangi tubuh ayahnya lebih Verena suka. Verena akhirnya memeluk David dan masuk dalam selimut. Karena tak bisa tidur, gadis itu mulai menganggu laki-laki itu. Pertama, Verena membuka selimut putih tebal itu, gadis itu naik lagi ke tubuh laki-laki itu dan bermain-main dengan rambut David. "Ingatkan aku jika kau sudah tua! Tapi kenapa kau terlalu tam
Read more
06 - Dosa Apa Ini, Tuhan?
Andai dia berjenis kelamin perempuan, dan anak muda, pasti dia bisa merajuk dan guling-guling di lantai. Sayangnya, dia hanya laki-laki matang yang tengah berduka, karena kehilangan istri tercinta. David ingin menghibur dirinya, dan mengenang tempat-tempat yang ia habiskan bersama Auri dulu. Laki-laki itu hanya memandang ke luar jendela pesawat, dengan perasaan tak lega sama sekali, dengan perasaan gondok luar biasa. Anak ulat bulu di sampingnya, terus memeluk lengannya, dan dia yakin tidak akan dilepaskan. "Terima kasih, Pak Tua! Kau sangat pengertian." ucap Verena percaya diri, menyandarkan kepalanya di bahu David. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Indonesia. Verena tentu aja akan terus menganggu laki-laki itu, Verena akan ikut ke manapun David. Gadis itu terus tersenyum, di saat David hanya diam, dan tak ikhlas berada di dekatnya. "Pak Tua, peluk aku. Kau tahu, aku sebenarnya takut dengan ketinggian." ucap Veren
Read more
07 - David, Sugar Daddy
"Pak Tua, betapa aku merindukan kau." Verena langsung berlari norak, memeluk David. Laki-laki itu hanya berdiri kaku, tak menyangka kembali dibuat pusing gadis kecil ini. "Aku tahu, kau sudah menganggapku gila, tapi aku mencintaimu, Pak Tua. Okay, baiklah terlalu cepat membicarakan cinta, tapi kau harus jadi pasanganku. Aku akan memaksa Tuhan." David hanya menoleh pada gadis berisik ini, masih bertanya-tanya bagaimana Gerald membuat anak ini? Selain diberi makan ubi jalar liar di hutan, mungkin dia juga senang diberi belut, hingga jadi seperti ini. "Ayo, masuk, Pak Tua!" David kembali terdiam, di saat Verena yang menyeret dirinya ke dalam rumah laki-laki itu. Rumah besar, yang terlihat menyeramkan jika tidak ada yang menempatinya. "Pak Tua, kau harus memasak yang enak untukku. Kita bisa Netflix and chill, setelah itu kita bisa berjalan-jalan, sebelum Mommy kembali mengamuk dan aku kembali sibuk dengan kuliah. Kau tahu, Pak Tua, aku sangat sedih
Read more
08 - Perasaan Ini Terlarang!
"Pokoknya kau harus menjadi jodohku! Persetan dengan Daddy, dengan Mommy, bahkan dengan Tuhan. Kalau pun tak berjodoh, izinkan aku untuk menjambak jalang yang berani mengusik kebahagiaanku. Siapa pun yang menjadi jodohmu, izinkan aku untuk menjambaknya terlebih dahulu." Verena berkata pada dirinya sendiri, dia bertekad agar laki-laki dewasa itu menjadi miliknya. Verena tak pernah serius seperti ini demi mengejar laki-laki, dengan wajah khas blasteran, mata coklat terang, rambut keriting berwarna brunette, membuat dia sangat cantik, tapi tak pernah dianggap serius oleh Verena, dia hanya ingin menikah dengan ayahnya. Saat bertemu David, dia bisa merasakan sosok ayah itu dalam diri David, ditambah fakta David yang single sekarang, dan laki-laki matang itu begitu tampan. "Ouh, Pak Tua! Bahkan aku sudah orgasme sekarang." Verena bangkit dari tempat tidurnya, dia sedang berada di rumah Kelsea sekarang. Kelsea menikah dengan Fynn sekarang, mereka seda
Read more
09 - Verena Bikin Pusing
"Verena, liburan sudah selesai! Pulang!" Verena hanya menelungkupkan kepalanya ke atas bantal, setelah ini dia akan berpisah dengan David, dan Verena merasa dia tak sanggup melakukan ini. Gadis itu mengangkat wajahnya, kembali menatap ke layar ponsel di depan, ibunya yang sedang sibuk. Ada saja memang dilakukan wanita pendek itu. "Verena! Dengar Mommy ngomong?" "Yes." Verena menjawab lesu, Rara sedang memegang pisau, sibuk di dapur. "Mommy masak apa?" "Mallorcan Tumbet, ini resep baru. Mommy baru belajar resep, dari teman Mommy, Aunty Catalina, teman Mommy kursus bahasa." Verena hanya terdiam, membayangkan banyak makanan enak yang akan disajikan ibunya. Selain mengurus tanaman yang banyak, ibunya juga kursus bahasa sekarang, sekarang ibunya sedang bersemangat kursus bahasa Perancis. "Okay." Verena terdiam, membayangkan hari-hari monoton yang akan dia jalani, membayangkan berpisah
Read more
DMCA.com Protection Status