Share

BAB 50

“Naf, aku mau pulang aja boleh nggak? Nggak enak banget tau nggak sih di sini. Nggak bisa ngapa-ngapain, cuma bisa tiduran. Belum lagi aroma obat-obatan ini menyengat sekali bikin perutku mual.”

“Terus kamu mau sendirian lagi di apartemenmu? Kalau ada apa-apa lagi kayak kemarin gimana, Al? Kecuali kalau kamu sementara waktu balik ke Bandung dulu sampai morning sick mu sedikit mereda.”

“Nggak, Naf. Aku belum berani pulang ke Bandung. Aku bingung harus bilang apa pada ayah dan ibu. Aku takut mereka marah padaku. Aku juga tak mau mempermalukan mereka.”

“Itu karena kamu belum mencobanya, Al. Sampai kapan kamu akan menyembunyikan keadaanmu dari mereka. Justru makin lama kamu menyembunyikannya, akan semakin sulit bagimu untuk berterus terang pada mereka. Meskipun sulit untuk diterima, kurasa tak mungkin ayah dan ibumu sampai memarahimu, apalagi kamu sedang dalam kondisi lemah seperti ini. Tak ada tempat terbaik untuk pulang selain keluarga, Al.”

Aku terisak lirih, wajah penuh cinta kedua or
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status