LOGIN“Kau milikku, Zuri. Sampai kau memberiku seorang pewaris.” Demi melunasi utang kakaknya, Zuri Everlyn menyerahkan dirinya dalam ikatan pernikahan tanpa cinta dengan Axel Nightvale—CEO dingin yang mengendalikan segalanya, termasuk tubuh dan pikirannya. Kesepakatan mereka jelas, Zuri bebas setelah melahirkan seorang putra. Axel menguasai tubuh Zuri, menuntut kepatuhan, dan membakar hasrat yang tidak diinginkan Zuri pada awalnya. Tapi, di balik tatapan Axel yang kejam, ada rahasia yang mengikat mereka lebih dalam dari sekadar kegiatan ranjang. Saat wanita lain berusaha merebut Axel dan pria lain pun ingin memiliki Zuri, benang tak kasatmata di antara mereka justru semakin menjerat. Lalu, siapa yang akan menyerah lebih dulu? Zuri yang ingin bebas, atau Axel yang tidak pernah benar-benar berniat melepaskannya?
View More“Ya. Kau … dan bayi kita.”Mereka tertawa pelan, serentak.“Axel?”“Hm?”“Aku tidak pernah menyangka … bisa tertawa bebas tanpa beban di hadapanmu seperti ini. Padahal dulu aku pikir aku harus lari darimu selamanya setelah perjanjian kita berakhir.”Axel diam sejenak. “Aku pun dulu berpikir aku harus memilikimu dengan cara apa pun. Tapi ternyata … aku baru benar-benar memilikimu ketika kau memilih sendiri untuk tetap tinggal.”Zuri memejamkan mata, bersandar sepenuhnya pada dada Axel.***Hujan gerimis turun pagi itu. Aroma antiseptik, suara langkah kaki tergesa, dan detak jantung Zuri yang tidak karuan memenuhi ruang bersalin. Tangannya mencengkeram kuat jari-jari Axel yang kini pucat karena terlalu erat digenggam.“Axel ...” Suaranya lemah, namun matanya penuh keberanian. “Jika sesuatu terjadi padaku ... jaga dia baik-baik.”Axel menggeleng cepat, menunduk mencium kening Zuri yang basah oleh keringat. “Jangan berkata seperti itu. Kau akan baik-baik saja, Sayang. Aku bersamamu. Selal
Axel membantu Zuri duduk tegak kembali, sementara dia perlahan berlutut di hadapan si istri.“Karena aku ingin kau memilihku. Dengan sadar. Walau setelah semua yang kulakukan, mungkin aku tidak pantas. Tapi kalau kau tanya kenapa aku pertemukan kalian sekarang, kenapa aku membawamu kemari dengan menampilkan sesuatu yang lain, karena aku ingin kau tahu semuanya. Dan kalau kau pergi setelah ini ... aku tidak akan menghalangimu.”Suara Axel tak lagi tegas. Seakan terasa retak. Nyaris putus.“Kau bebas pergi, Zuri. Semua utang Elysia padaku, kuanggap lunas. Aku akan selesaikan semuanya. Kau tak perlu mengganti rugi, tak perlu melahirkan pewaris untukku, akan kuhancurkan semua perjanjian di antara kita, dan kau juga tidak perlu lagi tinggal bersamaku. Tapi kalau kau tetap memilih di sini … aku akan memperbaiki segalanya. Aku akan berhenti jadi pria gila yang mencoba mengikatmu dengan cara terkutuk. Aku akan belajar jadi suami yang layak.”Keheningan kemudian begitu menyiksa bagi Axel. Sang
Hadapi!Zuri menangkap bahwa maksud ucapan Axel adalah tentang Thalia dan Jaxon, tapi kenapa … kenapa Elysia ada di sini sekarang? Kenapa kakaknya itu kini tergesa menghampirinya?“E-Elysia—”“Zuri!” Bukannya memeluk, Elysia mencengkeram kedua pundak adiknya dengan raut wajah pucat. “Jangan percaya apa pun. Jangan percaya padanya.”Dengan raut kebingungan, Zuri menatap ke arah pintu kamar yang terbuka. Axel di sana, baru saja mendorong pintu agar terbuka lebar.Elysia panik saat menyadari kehadiran Axel, namun langsung melepas cengkeramannya pada Zuri, berjalan cepat menuju ke arah pria itu berada.Mencengkeram jas Axel sambil mengguncangnya kuat, walau hampir tidak memberi pengaruh apa pun pada pria itu. Axel memilih menatap Zuri yang bingung, shock dan jelas gemetar.“Kau … lepaskan kami! Aku tahu kau sengaja menjebakku untuk mencuri semua uang dan perhiasan ibumu, agar aku kacau dan melarikan diri entah ke mana!” teriak Elysia. “Dan kau memaksa adikku untuk menikah denganmu? Menang
Zuri menahan napas, sentuhan Axel datang begitu cepat. “Tidak,” jawabnya singkat, berusaha tegas.“Kau yakin?” Axel mengecup pundak kanan Zuri, suaranya menggoda, membuat tubuh wanita itu menegang.Zuri mengangguk, berusaha meyakinkan diri sendiri. Jaxon bertingkah di luar kebiasaan mungkin karena Zuri mengecewakan pria itu, melukai begitu dalam.Mereka bersama hampir dua tahun, Zuri mengenal keluarga Jaxon, yang menerimanya meski ia yatim piatu tanpa harta. Rumah peninggalan orang tua Zuri dan Elysia telah disumbangkan untuk dapur darurat saat wabah menyerang Village. Kebun stroberi kecil milik orang tua mereka juga musnah saat itu.“Apa jawabanmu selalu semahal itu?” tanya Axel, suaranya tiba-tiba tegas, menarik Zuri dari lamunan.Zuri tersentak, belum mampu menjawab, masih terlena oleh belaian Axel.“Jangan biarkan aku menunggu jawabanmu sampai kau tertidur, Zuri,” lanjut Axel, nadanya bukan peringatan santai, melainkan perintah.Zuri bergidik, buru-buru menjawab, “Aku … aku yakin
Zuri merinding, bulu kuduknya berdiri. Bercinta lagi? “Berbalik dan lihat aku,” perintah Axel, nadanya lebih tajam.Zuri menurut, berbalik perlahan. Wajah Axel tampan meski rambutnya berantakan—ulahnya semalam, menjambak dan mengacak-ngacak selagi menahan serangan Axel. Mereka saling menatap, hawa
Zuri menunduk, fokus menyabuni lengan Axel. “Belum. Kami belum pernah melakukannya,” jawabnya pelan.“Aku hanya bertanya tanpa tujuan,” kata Axel cepat, berusaha menutupi nada ingin tahunya.“Aku tahu,” angguk Zuri singkat.Axel mengerutkan kening. Apa Zuri sudah menebak rencananya? “Kita akan melak
Axel Nightvale berdiri di sana. Zuri langsung gemetar. Tubuhnya berputar cepat menghadap suaminya. Dia berdoa dalam hati agar Axel tak mempermalukannya di tempat ini. Mungkin tidak sekarang, tapi di rumah, intimidasi pasti menanti.“Aku bertanya, istriku. Kenapa kau masih di sini dan belum pulang?”
Zuri menunduk, menahan sakit hati. Bukankah Axel yang menuntut keturunan darinya? Lalu apa maksud perkataan itu? Menghela napas, coba menenangkan diri dengan tidak memedulikan hinaan Axel padanya. “Jadi apa salahku?”Axel Nightvale menatap Zuri dengan ekspresi dingin. “Pikirkan sendiri,” katanya ket






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.