Apa Fungsi Selendang Kain Dalam Tradisi Jawa?

2026-01-18 21:37:12 261

5 Jawaban

Annabelle
Annabelle
2026-01-23 06:26:42
Pernah memperhatikan penari Jawa? Selendang mereka selalu bergerak gemulai mengikuti irama. Ini bukan tanpa arti—gerakan selendang dalam tari menggambarkan alur kehidupan, kadang berputar seperti pusaran nasib, kadang melambai lembut bagai angin. Aku selalu terpukau bagaimana sehelai kain bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata.
Wyatt
Wyatt
2026-01-23 13:48:03
Kalau bicara pernikahan adat Jawa, selendang punya peran sakral. Dalam prosesi 'siraman', selendang dipakai untuk mengikat calon pengantin sebagai simbol penyatuan dua keluarga. Motif 'truntum' sering dipilih karena melambangkan cinta yang tumbuh bersemi. Aku pernah menghadiri pernikahan dimana selendang turun-temurun dari 5 generasi digunakan—rasanya seperti menyentuh sejarah hidup.
Piper
Piper
2026-01-23 14:24:34
Selendang dalam tradisi Jawa bukan sekadar aksesori, tapi punya makna filosofis yang dalam. Aku ingat dulu nenek selalu bilang, selendang itu simbol keluwesan—kain yang bisa dipakai sebagai penutup kepala, ikat pinggang, atau gendongan bayi, mencerminkan fleksibilitas hidup orang Jawa.

Di sisi lain, selendang juga jadi penanda status sosial. Warna dan motifnya bisa menunjukkan asal daerah atau bahkan tingkat spiritual pemakainya. Motif 'parang' misalnya, dulunya cuma boleh dipakai keluarga keraton. Sekarang sih sudah lebih egaliter, tapi nilai historisnya tetap melekat kuat.
Wyatt
Wyatt
2026-01-23 18:50:08
Ada satu fungsi praktis selendang yang jarang dibahas: sebagai 'penjaga rahasia'. Dulu para wanita sering menyelipkan surat atau benda kecil dalam lipatan selendang. Gerakan melingkarkan selendang di bahu bisa jadi sinyal diam-diam. Mungkin ini asal muasal idiom 'diselendangi' yang berarti dikhianati—karena sesuatu yang tersembunyi dalam lipatannya.
Piper
Piper
2026-01-24 23:35:43
Di pasar tradisional Jogja, selendang jadi alat komunikasi terselubung. Ibu-ibu biasa mengikatkan selendang di pergelangan tangan sebagai tanda sedang mencari barang tertentu. Uniknya, setiap daerah punya 'kode' ikatan berbeda. Pengetahuan semacam ini sekarang mulai pudar, tapi masih bisa ditemui di komunitas pedalaman yang menjaga adat secara ketat.
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

KAIN PENGLARIS
KAIN PENGLARIS
Di sebuah desa yang tenang namun menyimpan banyak rahasia, berdirilah sebuah warung makan sederhana bernama Warung Bu Rini. Tak ada yang istimewa dari tempat itu—kecuali satu hal: warung itu tak pernah sepi pembeli, bahkan di hari-hari paling sunyi sekalipun. Orang-orang hanya bisa menebak-nebak, hingga suatu malam, seorang gadis muda bernama Diah datang bekerja di sana. Sejak hari pertamanya, ia sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Bau anyir menyengat muncul setiap kali Bu Rini menutup warung. Dari dapur belakang, ia sering mendengar suara bisikan yang memanggil namanya dengan lembut… lalu berubah menjadi tawa mengerikan. Sampai akhirnya Diah menemukan selembar kain lusuh di dalam toples kaca yang disembunyikan di bawah meja altar kecil. Kain itu basah oleh darah yang tak kering, dan setiap kali disentuh, tubuh Diah gemetar ketakutan. Sejak malam itu, mimpi-mimpi buruk mulai datang. Bayangan perempuan berambut panjang dengan kain merah menutupi wajahnya selalu mengikuti ke mana pun Diah pergi. Dan satu demi satu, orang di sekitar warung mulai mati dengan cara yang mengerikan. Apakah benar warung itu mendapat keberkahan dari “penglaris”? Atau sebenarnya, ada perjanjian lama yang menuntut darah sebagai bayaran? “Kain Penglaris” adalah kisah tentang keserakahan, kutukan, dan dosa yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain—karena tidak ada rezeki yang datang tanpa harga.
10
50 Bab
Kutukan Kain Kafan Wasiat
Kutukan Kain Kafan Wasiat
"Bagaimana bisa aku menguasai ilmu kakek dan menjaga perguruan ini?" gumam Aryan yang ragu akan wasiat dari kakeknya. Aryan, pemuda tampan yang baik hati, pergi ke sebuah desa dan meneruskan perguruan kakeknya. Melaksanakan ritual wajib yang membuatnya menghadapi suatu yang mengerikan. Akankah dia sanggup untuk menjalankan wasiat itu? Atau justru menjadi alat dalam segala kesesatannya?
9.9
101 Bab
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA
Bermula pada suatu hari di tahun 1628, Bupati Tegal saat itu, Kyai Rangga mendapat tugas dari Sultan Agung untuk menyampaikan surat kepada Penguasa Batavia JP.Coen. Perjalanan ke Batavia menjadi awal pertemuan Kyai Rangga dengan Jampang, Untung Suropati, Sakerah, Sarip Tambakoso, bahkan dengan Badra Mandrawata atau si buta dari gua hantu. Di tengah jalan, di tempat yang jauh dari keramaian, rombongan Kyai Rangga bertemu dengan pasukan VOC dan pasukan mayat hidup, sehingga terjadi pertempuran yang hebat, tanpa pemenang. Ternyata rombongan pasukan VOC itu menyimpan harta karun di sebuah gua. Kyai Rangga yang mengetahu hal itu memutuskan untuk meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan tugasnya mengirim surat ke Batavia, dengan pikiran akan kembali setelah tugasnya selesai.
10
124 Bab
Lingsir Wengi -Tembang jawa
Lingsir Wengi -Tembang jawa
Di sebuah desa Jawa yang masih memegang erat adat dan kepercayaan leluhur, sebuah rumah tua menjadi pusat teror yang tak pernah selesai. Rumah itu dulunya milik seorang sinden yang dikenal memiliki suara indah, namun mati dengan cara tragis saat sedang membawakan tembang "Lingsir Wengi". Arwahnya dipercaya gentayangan, menjerat siapa pun yang berani melantunkan lagu itu di malam hari. Satu per satu orang yang menyepelekannya, ditemukan mati dengan wajah pucat, telinga berdarah, dan tubuh membeku seperti sedang mendengar sesuatu yang tak kasat mata. Dan ketika seorang gadis bernama Ratna pindah ke desa itu, suara tembang "Lingsir Wengi" kembali terdengar dari rumah kosong tersebut setiap malam menjelang jam dua belas. Ratna harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi—atau ia akan menjadi korban berikutnya.
Belum ada penilaian
7 Bab
Apa Warna Hatimu?
Apa Warna Hatimu?
Kisah seorang wanita muda yang memiliki kemampuan istimewa melihat warna hati. Kisah cinta yang menemui banyak rintangan, terutama dari diri sendiri.
10
151 Bab
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi
Rusly, suamiku kini sudah tidak takut membawa selingkuhannya ke rumahku. Dia tidak tahu, siapa yang membawa dirinya sukses dan bisa hidup kaya raya bergelimang harta. Jika aku mampu bertahan kepada satu pria, suamiku. Kenapa Rusly tidak bisa bertahan dengan aku, satu wanita. Akankah, perselingkuhan itu akan kekal bahkan nyaman di jalani ketika sedang bersama perempuan selingkuhannya?
Belum ada penilaian
223 Bab

Pertanyaan Terkait

Bagaimana Perajin Batik Menggunakan Ragam Hias Yogyakarta Pada Kain?

3 Jawaban2025-10-22 06:26:35
Ritme membatik di workshop kecil itu selalu bikin aku fokus: bau malam yang meleleh, suara canting yang kecipak, dan kain putih yang berubah jadi peta motif. Aku sering ikut dari tahap paling awal, jadi aku tahu betul bagaimana perajin Yogyakarta menerapkan ragam hiasnya ke kain. Pertama, kain dipersiapkan—dicuci supaya tidak ada minyak atau kotoran yang mengganggu penyerapan warna. Setelah kering, desain ditandai; kadang pakai pensil tipis, tapi lebih sering langsung pakai cap tembaga atau canting. Di Yogyakarta, pola seperti 'parang', 'kawung', 'ceplok', dan tumpal sering jadi pilihan. Untuk motif yang berulang, perajin pakai cap supaya rapi dan konsisten; untuk detail halus, canting tangan yang kecil dipakai. Teknik wax-resist itu krusial: lilin panas digambar pada kain sesuai pola, lalu kain dicelup dari warna muda ke gelap berurutan sehingga motif yang terlindungi tetap cerah. Setelah pewarnaan selesai, kain direbus atau disetrika di atas rak panas untuk menghilangkan malam. Tahap finishing ini penting supaya warna keluar sempurna dan tekstur kain lembut. Aku suka bagian ini karena motif yang tadinya samar tiba-tiba muncul jelas—langsung keliatan identitas Yogyakarta: keseimbangan bentuk, palet warna 'sogan' cokelat-kuning, dan penempatan motif yang memperhatikan tata letak kain seperti bagian tengah, tepi, dan tumpal. Rasanya selalu memuaskan menyentuh kain yang sudah jadi, karena setiap lekuk motif ada cerita tangan perajin di situ.

Bagaimana Cara Merawat Kain Sarung Batik Agar Awet?

5 Jawaban2025-12-29 01:44:10
Ada sesuatu yang memuaskan tentang merawat kain batik dengan benar—seperti menjaga warisan budaya tetap hidup. Untuk mencuci, selalu gunakan air dingin dan deterjen lembut, hindari menggosok terlalu keras karena bisa merusak motif. Setelah dicuci, jangan diperas, cukup ditepuk-tepuk dengan handuk lalu digantung di tempat teduh. Kalau bisa, simpan dengan dilipat rapi dan beri lembaran kertas di antara lipatan untuk menghindari lembab. Aku suka merawat batikku seperti merawat buku koleksi langka; butuh kesabaran, tapi hasilnya sepadan. Satu lagi, hindari menyetrika langsung di atas motif. Gunakan kain pelapis atau setrika dari bagian dalam. Aku pernah ceroboh dan motif favoritku sedikit memudar—pelajaran mahal! Sekarang aku selalu lebih hati-hati, karena setiap helai batik punya ceritanya sendiri.

Kain Sarung Batik Cocok Dipadankan Dengan Baju Apa?

1 Jawaban2025-12-29 13:53:09
Kain sarung batik itu sebenarnya salah satu item fashion yang super fleksibel, bisa dipadukan dengan berbagai gaya tergantung mood dan occasion. Kalau mau tampilan casual santai, coba pairing dengan kemeja kotak-kotak atau polos yang agak oversized, terus sarungnya dilipat sampai setengah betis. Efeknya jadi terlihat effortless tapi tetap stylish, apalagi kalau dipakai buat jalan-jalan ke mall atau nongkrong di cafe. Warna kemeja netral seperti putih, krem, atau pastel biasanya paling aman buat kombinasi dengan motif batik yang ramai. Untuk acara semi-formal kayak arisan atau kondangan, padukan sarung batik dengan blazer slim fit dan inner polos. Ini combo favorit banyak orang karena memberi kesan elegan tapi tetap cultural. Pilih blazer warna solid seperti navy atau charcoal biar motif batiknya yang jadi statement piece. Jangan lupa sesuaikan warna dominan sarung dengan aksen blazer biar harmonis. Pakai loafers atau brogues biar makin kece. Gaya streetwear pun bisa banget dimainkan dengan sarung batik. Coba mix dengan hoodie oversized dan sneakers chunky, lalu sarungnya dipakai sebagai outer layer dengan cara diselempang atau diikat pinggang. Tekstur batik yang kaya motif akan kontras banget dengan minimalist style hoodie, creating this interesting cultural fusion look. Beberapa brand lokal bahkan sering memadukan konsep urban dengan batik dalam koleksi mereka. Kalau mau terlihat lebih tradisional tapi tetap modern, atasan kebaya pendek atau tunik sutra bisa jadi pilihan. Siluet yang simple dari atasan akan balance dengan detail sarung batik. Buat perempuan, bisa ditambah dengan belt leher dan rambut sanggul rendah untuk penampilan yang anggun. Ini cocok buat acara keluarga atau gathering budaya dimana kita ingin menunjukkan pride terhadap warisan fashion lokal. Yang menarik, beberapa desainer sekarang mulai eksperimen dengan sarung batik sebagai outerwear replacement. Coba pakai sarung motif geometric dengan crop top dan high-waisted pants untuk silhouette yang contemporary. Atau layer sarung batik di atas turtleneck sebagai alternative scarf besar. Batik sarung itu ibarat kanvas kosong yang bisa dikreasikan sesuai imajinasi - dari style boho chic sampai smart casual semua bisa diadaptasi dengan kreativitas.

Mengapa Jaka Tarub Mencuri Selendang Dewi Nawang Wulan?

4 Jawaban2025-11-24 00:28:50
Pernah dengar cerita rakyat ini waktu kecil dan selalu penasaran apa yang ada di benak Jaka Tarub. Dari sudut pandang psikologis, tindakannya mungkin berasal dari rasa ingin tahu yang tak terbendung. Bayangkan melihat makhluk surgawi mandi di sungai, lalu menemukan benda ajaib seperti selendang itu—siapa yang bisa menahan diri? Tapi di balik itu, ada nuansa lebih dalam. Jaka Tarub bukan sekadar pencuri biasa; dia terpesona oleh Nawang Wulan. Selendang itu menjadi simbol ikatan antara manusia dan dewi, cara untuk membuatnya tetap di dunia fana. Meski egois, motifnya juga romantis: ingin mempertahankan keajaiban yang tiba-tiba memasuki hidupnya yang biasa saja.

Bagaimana Cara Merawat 'Kemeja' Kain Jepang?

4 Jawaban2025-12-01 03:13:08
Ada sesuatu yang sangat memuaskan tentang merawat pakaian tradisional seperti 'kemeja' kain Jepang. Bahan katun atau linen mereka seringkali lebih halus daripada kemeja biasa, jadi lebih baik dicuci dengan tangan menggunakan air dingin dan deterjen lembut. Jangan pernah memerasnya terlalu keras saat mengeringkan—cukup gulung dengan handuk untuk menyerap kelembapan berlebih. Setrika dengan suhu rendah ketika masih sedikit lembap untuk menghindari kerutan berlebihan. Kalau disimpan, gantung di hanger kayu agar bentuknya tetap terjaga dan jauhkan dari sinar matahari langsung untuk mencegah warna memudar. Hal favoritku adalah ritual perawatannya yang terasa seperti meditasi. Setiap lipatan dan setrikaan seolah menghormati warisan budaya yang tertanam dalam setiap benangnya. Kemeja ini memang butuh perhatian ekstra, tapi hasilnya sepadan—tampilan yang selalu rapi dan awet bertahun-tahun.

Desainer Kostum Menanyakan Arti Kata Tekstur Pada Kain?

3 Jawaban2025-10-23 06:47:21
Ada satu hal tentang kain yang selalu bikin aku terpikat: tekstur. Buatku, tekstur bukan cuma soal 'kasar' atau 'halus' — ini tentang bagaimana kain berinteraksi dengan mata, tangan, dan gerakan. Tekstur mencakup apa yang terasa ketika kamu menyentuh kain (hand atau handle), seperti licin, lembut, berongga, atau berbulu; juga apa yang terlihat dari jarak dekat maupun jauh — misalnya kilap yang halus pada satin vs tampilan matte pada kanvas. Dalam praktik kostum, tekstur memengaruhi silhouette dan karakter. Kain kaku seperti brokat atau tafeta memberi bentuk tegas dan volume, cocok untuk kostum yang butuh struktur; sementara chiffon atau organza memberi efek terapung, ideal buat lapisan halus dan dramatis. Ada juga tekstur permukaan seperti velour dan suede yang menambah kedalaman visual di bawah pencahayaan panggung. Jangan lupa soal pile (seperti beludru), slub (serat tebal-tipis pada sutra mentah), dan jacquard (pola terangkat) — semuanya memberi cerita berbeda pada kostum. Tips praktis: selalu ambil swatch dan coba draping langsung di badan atau manekin, lihat dari jarak normal penonton serta di bawah lampu jika untuk panggung. Raba juga; tekstur yang cantik bisa mengganggu jahitan atau menuntut jenis interlining tertentu. Untuk efek khusus, tekstur bisa diubah: distress, flocking, emboss, atau layering dengan tulle/chantilly. Intinya, tekstur itu bahasa — pilih yang nyambung sama karakter, lighting, dan gerakannya. Aku sering mainkan kombinasi tekstur untuk dapetin kontras yang bikin kostum terasa hidup tanpa harus penuh ornamen, dan itu selalu seru.

Berapa Harga Kain Sarung Batik Premium Per Meter?

5 Jawaban2025-12-29 05:33:32
Membahas harga kain sarung batik premium itu seperti membuka lembaran sejarah yang berharga. Setiap motif dan teknik pembuatan memiliki ceritanya sendiri, dan itu tercermin dari harganya. Untuk kain batik tulis asli yang dibuat secara tradisional, harganya bisa mulai dari Rp500 ribu per meter hingga jutaan rupiah, tergantung kerumitan motif dan reputasi pembatiknya. Kain batik cap biasanya lebih terjangkau, sekitar Rp200-400 ribu per meter. Yang menarik, batik dengan teknik khusus seperti 'batik tujuh warna' dari Surakarta bisa mencapai harga fantastis karena prosesnya yang rumit. Bagi kolektor, nilai batik tidak hanya terletak pada harganya, tetapi juga pada makna filosofis di balik setiap pola. Motif 'parang rusak' atau 'kawung' yang klasik sering kali dibanderol lebih tinggi karena nilai historisnya. Selain itu, batik dari daerah tertentu seperti Pekalongan atau Yogyakarta memiliki premium tersendiri di pasaran.

Pemilik Toko Kain Ingin Menjelaskan Arti Kata Tekstur Pada Bahan?

4 Jawaban2025-10-23 15:29:47
Masalah tekstur itu sebenarnya gampang kalau dijelasin dengan contoh yang gampang disentuh. Aku biasanya mulai dengan menyuruh pelanggan pegang kainnya. Katakan: ini licin atau kasar? Apakah terasa berat di tangan atau ringan? Tekstur pada bahan itu intinya adalah bagaimana permukaan dan struktur kain terlihat dan terasa — bukan cuma tampilan, tapi sensasi waktu disentuh. Misalnya satin memantulkan cahaya dan terasa halus dingin, sementara denim kasar dan sedikit kasar karena anyaman yang padat. Selain sentuhan, tekstur juga terlihat dari bagaimana kain jatuh (drape) dan bunyinya saat digesek. Kain bertekstur seperti bulu atau corduroy punya permukaan timbul yang jelas; kain tipis seperti chiffon tipis dan mengambang. Jelaskan ke pelanggan bahwa tekstur memengaruhi kenyamanan, cara merawat, dan cocok dipakai untuk acara tertentu. Dengan beberapa contoh sederhana di toko — sentuh, angkat, dan bandingkan dua kain — penjelasan ini langsung nyantol. Aku sering pakai trik itu dan pelanggan jadi cepat paham, plus mereka senang bisa membedakan istilah teknis jadi lebih nyata.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status