Nakas dalam fanfiction 'Naruto' dan 'Sasuke' biasanya merujuk pada momen-momen ketika karakter-karakter tersebut berada dalam keadaan emosional yang sangat rentan, seringkali melibatkan kesedihan, penyesalan, atau kerinduan yang mendalam. Istilah ini berasal dari kata 'naku' yang berarti menangis dalam bahasa Jepang, dan sering digunakan oleh penulis untuk menggambarkan adegan di mana Naruto atau Sasuke menangis atau hampir menangis karena tekanan emosional yang mereka alami. Dalam konteks hubungan mereka, nakas sering kali menjadi
titik balik dalam pengembangan karakter, di mana mereka akhirnya mengakui perasaan mereka satu sama lain, baik itu persahabatan, persaudaraan, atau bahkan cinta. Fanfiction yang fokus pada nakas cenderung memiliki alur yang lebih emosional dan mendalam, dengan penekanan pada pengalaman traumatis masa lalu mereka dan bagaimana hal itu memengaruhi hubungan mereka di masa sekarang.
Momen nakas juga sering digunakan sebagai alat naratif untuk membangun ketegangan emosional antara Naruto dan Sasuke. Misalnya, dalam cerita di mana Sasuke akhirnya kembali ke Konoha setelah bertahun-tahun menjadi buronan, nakas bisa menjadi adegan di mana dia meminta maaf kepada Naruto atas segala kesalahannya. Adegan seperti ini biasanya ditulis dengan sangat detail, menggali perasaan bersalah, penyesalan, dan harapan yang tersimpan dalam hati Sasuke. Naruto, di sisi lain, sering digambarkan sebagai sosok yang meskipun terluka, tetap membuka tangan untuk memaafkan. Dinamika ini menciptakan momen yang sangat kuat dan memikat bagi pembaca, terutama mereka yang menyukai pengembangan karakter yang kompleks dan penuh emosi.