Apa Saja Karakter Yang Terinspirasi Oleh Rubah Putih Dalam Anime?

2025-09-23 03:38:33 101

3 Answers

Derek
Derek
2025-09-25 14:47:25
Menggali tema rubah putih dalam anime adalah perjalanan yang penuh kejutan dan imajinasi. Banyak karakter yang terinspirasi oleh makhluk menawan ini, dan salah satunya adalah Kyuubimon dari serial 'Digimon Tamers'. Sebagai bentuk evolusi dari Renamon, Kyuubimon memberi kita nuansa kecantikan dan kekuatan yang tak tertandingi. Penampilan Kyuubimon yang anggun, dengan sembilan ekor indahnya, benar-benar mencerminkan simbolisme dari rubah dalam budaya Jepang, yakni kecerdikan dan keberanian. Selain itu, ada juga Yoko Kurama dari 'Yu Yu Hakusho', yang menyatu dengan unsur rubah putih. Keahliannya dalam manipulasi tanaman serta latar belakangnya sebagai rubah legendaris membuatnya memiliki keanggunan dan daya tarik yang unik. Setiap karakter ini menunjukkan bagaimana rubah putih tak hanya sekadar makhluk dalam mitos, tetapi juga bisa menjadi simbol dari kekuatan dalam bentuk yang beragam.

Lalu, kita juga tidak bisa melewatkan karakter dari 'Kamisama Kiss', Nanami Momozono. Meskipun ia bukan rubah, dia berinteraksi dengan Tomoe, yang merupakan rubah yang menyebarkan aura misterius dan kekuatan. Dalam kisah ini, Tomoe memiliki tampilan dan karakteristik yang sangat terhubung dengan simbolisme rubah itu sendiri, memberi nuansa magis pada cerita yang berfokus pada dewa dan makhluk supernatural. Perpaduan antara tanaman dan makhluk mitologis di anime ini memang membuat kita terpesona.

Secara keseluruhan, rubah putih dalam anime tidak hanya menginspirasi dari segi penampilan, tetapi juga melambangkan sifat-sifat yang dalam, seperti kecerdikan, keanggunan, dan keterhubungan dengan kekuatan alam.
Benjamin
Benjamin
2025-09-27 11:55:42
Saat memasuki dunia anime, karakter-karakter yang terinspirasi oleh rubah putih seolah memberikan keajaiban tersendiri. Mari kita lihat Rin Okumura dari 'Blue Exorcist'. Meskipun ia adalah setengah iblis, ada momen-momen di mana dia menunjukkan perilaku yang sangat terhubung dengan simbolisme rubah. Karisma dan kekuatannya menciptakan ketegangan saat ia berhadapan dengan musuh. Selain itu, ada Kurama dari 'Naruto', yang memiliki DNA rubah dan tetap memberikan kedalaman emosional pada ceritanya. Dengan latar belakang yang dalam dan konflik internal, mereka menunjukkan bahwa karakter yang diasosiasikan dengan rubah tidak hanya sekadar tampilan luar.

Berbicara tentang rubah putih, kita juga bisa menyebut Shiro dari 'No Game No Life'. Sifatnya yang cerdas dan kemampuan taktisnya merepresentasikan kecerdikan rubah. Pendekatan cerdasnya dalam permainan dan strategi membuatnya begitu menonjol dalam komunitas anime. Karakter-karakter ini menunjukkan bahwa inspirasi dari rubah putih menjangkau berbagai sifat, mulai dari kecerdasan hingga keberanian, memberikan sisi yang mendalam pada setiap karakter.
Nora
Nora
2025-09-29 12:13:20
Kemudian, ada karakter menarik seperti Koyomi Araragi dari 'Monogatari Series'. Meskipun bukan rubah secara langsung, adanya elemen rubah dalam cerita dan hubungan dengan karakter seperti Tsukihi Araragi, yang dihiasi dengan beberapa sifat rubah, memberi nuansa tersendiri. Karakter dalam kisah 'Monogatari' sering kali terinspirasi oleh berbagai mitos dan legenda, dan rubah putih menjadi salah satu elemen tersebut. Mereka menyähatkan rasa misteri yang membawa penonton lebih dalam ke dalam dunia yang fantastis. Sudut pandang ini memberikan gambaran bahwa makhluk-makhluk legendaris seperti rubah tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga mempengaruhi jalur cerita dan perkembangan karakter.
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Transmigrasi Menjadi Karakter Paling Sampingan dalam Game
Transmigrasi Menjadi Karakter Paling Sampingan dalam Game
Pengkhianatan sudah menjadi hal seperti musik di kepalaku. Semua bentuknya sudah kuingat sepanjang hidupku. Sampai di pengkhianatan terakhir satu tusukan menembus dadaku dan yang membawa pisau itu adalah senior kerjaku sendiri yang selalu kuhormati. Kupikir ini akan berakhir, tapi aku tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seorang NPC yang belum pernah kulihat di game yang aku desain.
Not enough ratings
24 Chapters
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel
Jiang Xi yang awalnya terbangun dan merasa dunianya berubah semua. Dengan perasaan yang kacau, dia menyadari dirinya masuk ke dunia novel yang pernah dibacanya. Jiang Xi di dalam novel bernama Jiang Zhaodi yang merupakan pemeran figuran, tidak melebihin beberapa bab sudah menghilang. Dengan membawa empat orang adiknya, dia bertahan hidup di tahun 60an. Apakah dia bisa mengubah nasibnya dan berhasil mengalahkan pemeran utama dalam novel?
Not enough ratings
516 Chapters
Kucari Jodoh Yang Biasa Saja
Kucari Jodoh Yang Biasa Saja
Widuri tidak suka laki-laki kaya. Masa lalu ibunya membuatnya antipati dengan laki-laki kaya. Widuri sudah bertekad untuk berjodoh dengan laki-laki yang biasa saja. Hidup sederhana, tanpa harus memusingkan harta dan tahta. Namun bagaimana jika kenyataan tak sesuai harapan? Bagaimana jika seorang CEO tampan nan kaya justru mengejar cintanya? Mampukah sang CEO menaklukan hati Widuri yang belum pernah tersentuh?
Not enough ratings
13 Chapters
Istri yang Dijajakan Oleh Suami
Istri yang Dijajakan Oleh Suami
Sebagai istri, Selin terpaksa mengikuti keinginan Ega untuk bekerja sebagai foto model di ibu kota. Melebur dengan dunia malam yang menuntutnya untuk bersikap profesional. Namun, Selin memiliki firasat buruk mengenai dirinya yang kerap terbangun tanpa bisa mengingat apapun. Di saat berada dalam situasi membingungkan, Selin menemukan rahasia besar di balik pekerjaan suaminya. Di mana Selin dibuat terkejut karena fakta tersembunyi itu baru diketahui setelah menjadi istri Ega. Seperti apakah kisah Selin sebenarnya? Dan mengapa Ega tega melakukan hal itu pada cinta di masa kecilnya?
Not enough ratings
114 Chapters
Suamiku Karakter Game
Suamiku Karakter Game
Arabella, seorang gadis 20 tahun yang kecanduan game otome Love and Zombie, tak pernah menyangka keinginannya menjadi kenyataan. Dunia tiba-tiba dilanda wabah zombie, termasuk keluarga Ara yang kini berubah menjadi makhluk mengerikan. Namun, di tengah keputusasaan, Ara bertemu sosok Aezar, pria tampan berambut perak dan bermata merah, persis karakter favoritnya di game. Siapa sebenarnya Aezar? Mengapa ia memanggil Ara "istriku"? Dan, apakah ini cinta, atau hanya awal dari misteri yang lebih gelap di dunia penuh zombie? Di dunia yang hancur, cinta dan bahaya bertabrakan. Akankah Ara bertahan?
10
92 Chapters
MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU
MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU
Arra harus menelan pil pahit, saat mertuanya meminta dia untuk mengikhlaskan suaminya menikah lagi dengan seorang janda beranak satu. Hanya karena Arra belum bisa memberikan ssorang cucu dan juga keturunan untuk keluarga mereka. Setelah melakukan banyak sekali pertimbangan, akhirnya Arra setuju agar Arya menikah lagi. Tetapi lambat laun, semua kebohongan dan rahasia yang Arya dan keluarganya sembunyikan terkuak ke permukaan. Mampukah Arra menghadapi semuanya? Ikuti terus kisahnya di, MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU
Not enough ratings
37 Chapters

Related Questions

Mengapa Warna Planet Venus Adalah Kuning Keputihan Menurut Ilmuwan?

4 Answers2025-11-09 15:09:01
Bukan cuma cat di palet seniman — warna kuning-keputihan Venus adalah hasil dari atmosfernya yang super tebal dan bahan kimia di awan. Aku suka memandang Venus lewat teropong murahanku, dan yang selalu membuat hati berdebar adalah betapa cerahnya ia memantulkan cahaya Matahari. Warna yang kita lihat hampir seluruhnya berasal dari lapisan awan tebal di atas planet itu; awan-awan ini terkandung tetesan asam sulfat dan berbagai senyawa belerang seperti sulfur dioksida. Tetesan kecil itu memantulkan cahaya dengan cara yang menyebarkan hampir semua panjang gelombang, sehingga tampak sangat terang. Namun ada juga zat penyerap di awan atas yang menyerap sedikit cahaya biru dan ultraviolet, sehingga hasil pendarannya agak bergeser ke nuansa kuning pucat. Oh iya, atmosfer Venus kebanyakan karbon dioksida yang membuat efek rumah kaca ekstrem, tapi warna yang kita lihat bukan karena CO2, melainkan lapisan awan dan pembaur kimia di atasnya. Intinya: banyak pantulan + sedikit penyerapan biru = kuning-keputihan yang ikonik. Itu selalu bikin aku terpukau setiap kali melihatnya melewati langit senja.

Dimana Saya Bisa Menemukan Notasi Sholawat Turi Putih Lengkap?

3 Answers2025-11-04 12:05:26
Pencarian notasi 'Sholawat Turi Putih' bisa terasa seperti berburu harta karun, tapi sebenarnya ada banyak jalur yang sering saya pakai dan biasanya berhasil. Pertama, cek rekaman audio atau video yang jelas—misalnya video majelis sholawat di YouTube atau rekaman grup rebana—lalu cari deskripsi atau komentar yang kadang berisi link notasi. Banyak komunitas majelis yang membagikan lembaran not angka atau not balok di kolom deskripsi atau pada website komunitas mereka. Kalau mau yang lebih konkret, saya sering menemukan PDF di blog pribadi pengurus majelis, atau di situs-situs yang mengarsipkan risalah shalawat dan lagu-lagu religi. Platform seperti Musescore kadang juga punya unggahan partitur dari pengguna; cukup ketik 'Sholawat Turi Putih' ditambah kata kunci 'partitur' atau 'not angka'. Jangan lupa juga toko buku Islam lokal—buku kumpulan sholawat cetak sering memuat notasi lengkap dan bisa lebih dapat dipercaya karena dicetak resmi. Terakhir, tips dari pengalaman: setelah dapat notasi, cocokkan dengan beberapa rekaman supaya ritme dan pola melodi pas. Kalau ragu pada variasi melodi lokal, tanyakan ke pengurus majelis setempat atau ustadz/ustadzah yang biasa memimpin, karena sering ada versi daerah yang sedikit berbeda. Semoga membantu, semoga cepat dapat naskah lengkapnya dan enak dipelajari!

Siapa Yang Menulis Andmesh Kamaleng Jangan Rubah Takdirku?

2 Answers2025-10-23 18:05:55
Melodi pembukanya selalu bikin mata berkaca buatku: 'Jangan Rubah Takdirku' yang dibawakan oleh Andmesh Kamaleng memang punya getar yang khas. Menurut credit resmi yang biasa terpampang di platform streaming dan rilisan singlenya, lagu ini dikreditkan kepada Andmesh Kamaleng sebagai penulisnya. Aku sempat baca juga wawancara singkat yang menyebutkan Andmesh terlibat langsung dalam proses penciptaan lagu-lagunya belakangan, jadi gak heran kalau nuansa vokal dan lirik terasa sangat personal — seperti curahan hati yang memang keluar dari penulisnya sendiri. Gaya penulisan Andmesh di lagu ini cenderung sederhana tapi penuh makna, pakai metafora yang nggak berlebihan, fokus ke emosi yang bisa diterima banyak orang. Kalau dipikir dari sisi musikal, lagu ini memanfaatkan aransemen yang mendukung vokal Andmesh: piano halus, string ringan, dan tempo yang memberi ruang bagi frasa melankolisnya untuk bernapas. Itu tanda lagu ditulis oleh orang yang paham vokal dan bagaimana membangun klimaks emosional langkah demi langkah. Aku suka cara liriknya nggak memaksakan dramatisasi; dia memilih ketulusan, dan itu biasanya ciri penulis yang juga nyanyi sendiri, karena tahu persis bagaimana kata akan jatuh saat dibawakan. Jadi, singkatnya (maaf, tahu aturan tapi ini pas!), berdasarkan informasi rilisan resmi dan gaya penulisan yang terasa personal, aku menyimpulkan kalau Andmesh Kamaleng adalah penulis dari 'Jangan Rubah Takdirku'. Lagu ini tetap jadi favoritku karena terasa autentik dan mudah nyangkut di hati — cocok diputer waktu lagi mellow atau butuh lagu yang bisa ngingetin soal pilihan hidup dan menerima takdir dengan lapang.

Apakah Musisi Membuat Cover Andmesh Kamaleng Jangan Rubah Takdirku?

2 Answers2025-10-23 01:58:55
Ngomong soal lagu itu bikin aku langsung ingat momen pas lagi denger versi originalnya — suaranya 'Andmesh Kamaleng' itu memang gampang banget bikin orang pengen nyanyi bareng. Soal apakah musisi bikin cover 'Jangan Rubah Takdirku', jawabannya: iya, banyak banget. Di YouTube, TikTok, Reels, sampai panggung kafe, lagu ini sering muncul sebagai pilihan karena melodinya yang emosional dan liriknya yang gampang kena di hati. Aku sendiri pernah nonton beberapa versi akustik yang ngebuat lagu itu terasa lebih mellow, ada juga yang dibawa ke aransemennya jadi pop ballad dengan string section; variasinya lumayan kreatif. Dari sisi teknis dan hak cipta, banyak musisi amatir juga yang cuma nyanyi dan upload di platform sosial tanpa rilis resmi — untuk live performance di kafe atau acara, biasanya cukup bayar ke penyelenggara atau ada mekanisme kolektif untuk royalti. Tapi kalau mau mengeluarkan cover itu sebagai rilisan di platform streaming (Spotify, Apple Music) atau mau monetize di YouTube, ada aturan yang harus diikuti: secara garis besar kamu butuh izin dari pemilik lagu atau pakai layanan distribusi yang menyediakan lisensi cover. Selain itu, kalau kamu merombak lirik atau menerjemahkan ke bahasa lain, itu sudah masuk ke ranah adaptasi dan perlu persetujuan tambahan. Kalau tujuanmu sebagai musisi adalah menghormati lagu sambil menambahkan warna pribadi, saran aku: jangan takut untuk mengubah aransemen, kunci, atau tempo demi menunjukkan interpretasimu, tapi tetap cantumkan kredit penulis lagu dan beri label jelas kalau itu cover. Untuk viral di sosial, sering kali versi minimalis—cuma gitar atau piano dan vokal yang sincere—lebih mudah kena emosi pendengar. Aku senang lihat lagu-lagu seperti 'Jangan Rubah Takdirku' terus di-cover karena itu tanda kalau karya asli resonan dengan banyak orang. Santai aja, kalau niatmu baik dan kamu urus izin kalau perlu, bikin cover itu cara yang indah buat merayakan lagu yang kamu suka.

Dari Mana Sumber Cerita Rakyat Tentang Pesugihan Ilmu Putih Berasal?

2 Answers2025-11-07 01:04:57
Aku selalu penasaran kenapa cerita tentang pesugihan ilmu putih terasa begitu 'nyangkut' di ingatan orang-orang di kampung — bukan cuma karena sensasinya, tapi karena ia menyatu dengan cara hidup dan cara kita menjelaskan ketidakadilan ekonomi. Waktu kecil aku sering duduk di beranda sambil mendengarkan tetua bercerita; mereka tak pernah menyebutnya sekadar 'ilmu', melainkan rangkaian ritual, doa, dan perjanjian yang akarnya sangat tua. Banyak elemen itu sebenarnya berasal dari praktik animisme dan kepercayaan leluhur di Nusantara: penghormatan pada roh gunung, sungai, dan pohon yang kemudian bercampur dengan unsur kebatinan Jawa, adat Sunda, dan bentuk-bentuk spiritual lokal lainnya. Dalam konteks itu, 'ilmu putih' sering dipersepsikan sebagai kekuatan yang lebih berorientasi pada harmoni — meminta keberkahan daripada memaksa orang lain menderita. Secara historis, cerita-cerita tentang pesugihan tumbuh di masyarakat agraris yang rentan terhadap gagal panen, pajak kolonial, dan kesenjangan sosial. Ketika seseorang tiba-tiba jadi kaya, masyarakat butuh alasan yang bisa diterima: kerja keras tentu ada, tetapi legenda pesugihan memberi narasi yang mudah dicerna—bahwa ada cara pintas yang berbahaya atau berkat ghaib. Mereka yang bercerita memakai simbol dan trope lama: sesajen, pertemuan malam, jimat, atau perjanjian dengan makhluk halus. Wayang, tembang, dan cerita rakyat lisan menjadi media sempurna untuk menyebarkan versi-versi ini; setiap daerah menambahkan bumbu lokal, sehingga muncul banyak variasi pesugihan yang menurut masyarakat setempat terasa 'masuk akal'. Di era modern, cerita-cerita itu bergeser wujud tapi tetap hidup. Film, sinetron, dan sekarang media sosial mengolah ulang motif-motif lama sehingga pesugihan terlihat lebih kontemporer—ada yang menawarkan jasa secara terang-terangan, ada pula cerita peringatan tentang konsekuensi moral. Dari pengamatan aku, akar cerita tetap sama: gabungan antara kepercayaan tradisional, kebutuhan ekonomi, dan cara masyarakat mencari penjelasan atas fenomena yang tak mudah diterima. Yang membuatnya menarik adalah bagaimana legenda ini berfungsi sebagai cermin sosial; kadang mengagungkan moral, kadang memperingatkan, kadang malah jadi alat untuk menakut-nakuti atau menata norma. Aku masih tertarik mengamati bagaimana tiap generasi mengadaptasi cerita itu—entah melunak jadi peringatan moral atau mengeras jadi komoditas cerita horor—tapi di akhir hari, cerita-cerita itu tetap mengingatkan kita bahwa mitos lahir dari kebutuhan dan ketakutan manusia, bukan dari ruang hampa.

Bagaimana Legenda Ular Putih Memengaruhi Soundtrack Adaptasi?

3 Answers2025-10-22 00:40:30
Malam itu, suara erhu yang panjang tiba-tiba membuat seluruh ruangan seolah jadi sungai—itu yang masih sering kepikiran pas aku denger ulang soundtrack dari adaptasi 'Legenda Ular Putih'. Aku suka gimana elemen tradisional dipakai bukan cuma sebagai hiasan etnis, tapi benar-benar jadi bahasa emosional: guzheng atau pipa untuk menggambarkan alam dan kelembutan, erhu atau suona untuk rindu dan tragedi. Motif-motif kecil diulang-ulang sebagai 'tanda' tiap karakter—melodi lembut untuk Bai Suzhen, garis nada yang lebih tajam dan kaku untuk Fahai—jadi gampang nangkep cerita tanpa perlu dialog. Dari sisi narasi musikal, banyak adaptasi main di dua arah yang kontras: romantisme mistis dan konflik antara manusia-pantang. Musik sering nge-build shimmer harmonis pas adegan transformasi atau adegan hujan, memakai glissando dan ornamentasi oriental untuk menyimbolkan sesuatu yang non-manusiawi. Di adegan perpisahan biasanya ada vokal solo perempuan—suara melengking lembut yang pake ornament ala opera tradisional—yang nembak langsung ke emosi. Aku suka juga gimana tempo dan tekstur berubah; adegan pertempuran punya ritme lebih patah dan dissonant, sementara adegan cinta mengalir lega. Buatku pribadi, soundtrack adaptasi 'Legenda Ular Putih' yang sukses itu yang berani mix: jaga akar tradisi tapi nggak takut masukkan string orchestral modern atau pad ambient supaya terasa sinematik. Hasilnya bukan cuma nostalgia budaya, tapi soundtrack yang hidup dan relevant—membuat legenda itu terasa dekat, sedih, dan indah barengan. Setiap kali denger, rasanya kayak membaca ulang bab favorit dari kisah lama tapi dengan lensa musik baru.

Mengapa Legenda Ular Putih Sering Diadaptasi Jadi Opera Dan Film?

3 Answers2025-10-22 17:28:37
Ada sesuatu magis tentang 'Legenda Ular Putih' yang selalu bikin aku terpikat—entah karena tragedinya, romansa yang meluap, atau sensasi supernaturalnya. Aku tumbuh di lingkungan yang sering menampilkan potongan opera klasik, jadi melihat adegan pementasan dengan kostum berwarna-warni dan musik melankolis membuat cerita ini terasa hidup. Di panggung, struktur cerita sangat pas untuk opera: konflik moral, hubungan yang dramatis, dan momen-momen emosional yang bisa dilambungkan lewat vokal dan orkestra. Bagiku, opera memanfaatkan simbolisme visual dan musikal dari kisah ini. Ular yang berubah menjadi wanita, pernikahan yang ditentang, dan pengorbanan abadi—semua itu gampang diterjemahkan menjadi aria, duet, dan koreografi yang penuh ekspresi. Sering kali, adegan klimaksnya disuntik dengan lirik yang emosional, lalu sorotan lampu dan efek panggung membuat penonton merasakan tragedi secara langsung. Aku masih bisa mengingat detik ketika musik naik dan seluruh auditorium menahan napas—itu pengalaman yang tak tergantikan. Di sisi film, alasan adaptasi berulang juga jelas: visual efek, sinematografi, dan kemampuan bercerita yang lebih intim lewat close-up memungkinkan versi-versi baru mengeksplor sisi manusiawi dan supernatural. Film bisa mengubah setting, menekankan romansa, atau bahkan menjadikan cerita cermin isu zaman sekarang—ini yang membuat tiap adaptasi terasa relevan. Karena itu aku selalu senang menonton versi lama dan baru, membandingkan bagaimana tiap medium menangkap jiwa cerita yang sama.

Apakah Legenda Ular Putih Berdasar Kisah Nyata Atau Mitos?

3 Answers2025-10-22 10:14:23
Aku sering terpesona melihat bagaimana 'Legenda Ular Putih' bisa terasa hidup di benak banyak orang, padahal akar ceritanya lebih mirip jalinan mitos daripada rekaman kronik sejarah. Cerita tentang Bai Suzhen dan Xu Xian yang jatuh cinta, serta pertentangannya dengan biksu Fahai, tumbuh dari tradisi lisan yang beredar di berbagai wilayah Tiongkok, lalu dirangkum dan dimodifikasi berkali-kali. Versi-versi tertulis yang populer memang muncul sekitar masa Dinasti Ming dan menjadi bahan panggung opera, tarian, dan novel—itu membuat cerita ini jadi sangat gampang dipercaya seolah peristiwa nyata. Di sisi lain, ada elemen-elemen yang jelas mengikat legenda ini ke tempat-tempat dan praktik budaya nyata. Misalnya, kisah itu sangat terkait dengan lingkungan West Lake dan 'Leifeng Pagoda' di Hangzhou; bangunan-bangunan dan ritual lokal yang ada membantu mengukuhkan sensasi historis pada cerita. Selain itu, pola pemujaan ular dan roh air di banyak budaya Asia Tenggara dan Cina kuno memberi fondasi simbolik—jadi wajar kalau orang merasakan adanya 'jejak sejarah' dalam mitos tersebut. Intinya, aku melihat 'Legenda Ular Putih' sebagai mitos yang dibangun dari potongan sejarah budaya, bukan catatan peristiwa yang dapat diverifikasi secara historiografis. Itu yang membuatnya menarik: kita membaca mitos itu bukan untuk fakta literal, tapi untuk memahami nilai, ketakutan, dan harapan masyarakat yang melahirkannya.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status