Mengikuti aktivitas Jungkook sebagai idol memang seperti menonton rollercoaster tanpa henti. Ada satu momen di konser BTS tahun 2018 yang bikin hatiku trenyuh—dia terlihat sangat pucat dan sempat menunduk seperti sedang menahan mual. Meski tak ada rekaman jelas yang menunjukkan dia benar-benar muntah, tapi dari cara staff buru-buru membawakan air dan handuk, plus ekspresi member lain yang khawatir, cerita tentang kelelahan ekstrem ini cukup masuk akal.
Justru karena insiden seperti ini, aku semakin respect sama profesionalismenya. Dia selalu bangkit dan menyelesaikan perform dengan energi maksimal, yang kadang bikin kita lupa bahwa di balik stage persona-nya, dia manusia biasa yang butuh istirahat. Penggemar lama pasti ingat bagaimana dia sering memaksakan diri untuk latihan berjam-jam sampai lelah—ini yang bikin banyak ARMY sering ribut soal pentingnya jaga kesehatan idol.
Sebagai penikmat konten behind-the-scenes, aku sering nemuin momen dimana Jungkook kelihatan di ambang batas. Contohnya di DVD memories 2019, ada scene dia tidur di lantai studio latihan dengan wajah kelelahan banget. Yang bikin miris, sambil setengah tertidur dia masih bergumam tentang koreo. Kalau ditanya apakah pernah muntah? Mungkin iya di situasi yang nggak terekspos—ingat aja di docu-series 'Burn The Stage', RM pernah bilang semua member termasuk JK pernah sakit sampai mobam karena jadwal overwork. Tapi justru di sini keliatan jiwa pejuangnya; meski tubuh sudah limit, dia tetap prioritaskan performance untuk ARMY.
Dari semua dokumentasi BTS yang pernah aku telusuri, belum ada video atau laporan resmi yang benar-benar menangkap Jungkook muntah di tempat umum. Tapi kalau ngobrol sama ARMY yang sering attend soundcheck, banyak yang curhat pernah liat dia kelelahan parah sampai harus minum obat. Ada satu kejadian pas tour 'Love Yourself' dimana dia tiba-tiba berlari ke backstage tengah rehearsal, terus kembali dengan wajah masih sedikit pucat—menurut crew lokal, waktu itu sempat ada desas-desus soal kondisi perutnya. Tapi ya namanya idol profesional, pasti dia nggak mau memperlihatkan sisi rapuhnya di depan kamera.
Nggak bisa dipungkiri bahwa dunia hiburan K-pop itu keras, dan BTS termasuk grup yang jadwalnya paling gila. Pernah denger cerita dari fansign tahun 2017 dimana Jungkook ngaku sempat mual-mual setelah 3 hari latihan nonstop buat MMA performance—tapi karena takut mengecewakan staff, dia cuma bilang 'oya, aku baik-baik saja'. Ini yang bikin aku suka gemes sekaligus sedih sama industri ini. Idol seperti dia sering dipaksa untuk push limit, tapi jarang mengeluh. Kalau ada yang bilang dia pernah vomit karena kecapekan, aku percaya saja. Soalnya dengan intensitas kerja mereka, wajar kalau tubuh kadang nggak kuat.
2026-05-20 15:03:44
6
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau
Musim Gugur
10
3.0K
Setelah kembali ke keluarganya, Kevin Alfian tak pernah lagi menyebut mahasiswi yang dulu sempat membuatnya tergila-gila. Dia memperlakukan Yumna Susanto dengan sangat baik, begitu baik hingga Kevin selalu pulang tepat waktu setiap hari, mengingat semua kesukaannya, merebus air gula merah saat Yumna datang bulan, dan memeluknya erat saat dia bermimpi buruk.
Semua orang berkata, "Pak Kevin benar-benar suami teladan." Hingga suatu hari, saat mereka pergi makan di restoran yang biasa mereka datangi, setelah membayar dan hendak pergi, tiba-tiba terdengar keributan tak jauh dari sana. "Cuma nyentuh sedikit, kenapa sih? Sok suci!"
Seorang pelanggan yang mabuk sedang menarik pergelangan tangan seorang pelayan. "Kerja di tempat kayak gini, bukannya memang buat cari lelaki kaya?"
Setiap kali suamiku bermalam di rumah mantan pacarnya, dia akan memberiku sebuah bangunan sebagai hadiah.
Dua tahun setelah pernikahanku, 286 bangunan industri yang aku miliki tersebar di seluruh negeri.
Itu juga berarti suamiku telah menyakitiku sebanyak 286 kali.
Ketika sertifikat properti ke-287 diserahkan kepadaku, mantan pacarnya langsung mengirimiku video membanggakan diri.
[Lantas kenapa kalau Kak David memberimu uang? Pada akhirnya, akulah yang memiliki raga dan hatinya.]
[Lantas kenapa kalau kamu seorang supermodel internasional? Kamu tetap saja gagal tidur dengan pria yang kamu cintai.]
Aku tidak bertengkar dengannya. Sebaliknya, dengan penuh pertimbangan aku mengiriminya satu set lingerie Victoria's Secret terbaru dari peragaan busana.
Ketika suamiku mengetahui bahwa aku bermurah hati memberinya hadiah itu, dia membalas kebaikanku dengan mengajakku menemaninya ke sebuah acara kalangan atas.
Saat bermain permainan di pesta, mantan pacarnya kalah tiga kali berturut-turut dan dipaksa harus menjilat krim dari paha seorang playboy.
Dia memecahkan botol anggur dan menempelkannya ke lehernya, bertekad untuk melawan. "Kak David, aku nggak akan membiarkan siapa pun mempermalukanku!"
Suamiku yang biasanya berhati dingin, tiba-tiba panik dan memohon agar aku menggantikan mantan pacarnya untuk menerima hukuman itu.
"Hanya menjilat krim saja. Setelah ini, aku janji akan menghabiskan lebih banyak waktu menemanimu."
Semua orang menunggu untuk menyaksikanku mempermalukan diri, tetapi aku justru dengan tenang menyetujuinya.
David tidak tahu kalau ini sudah ke-287 kalinya dia menyakitiku.
Aku juga tidak ingin menjadi "burung yang dia kurung dalam sangkar emas" lagi. Aku hanya ingin membalas kebaikannya karena telah menyelamatkanku. Setelah itu, kami tidak akan punya hubungan apa pun lagi.
Di hari pernikahan kami, sahabat masa kecil Marvin yang bernama Yoona mengancam akan melompat dari gedung.
Marvin tidak peduli dan tetap ingin melanjutkan acara pernikahan, hingga Yoona benar-benar melompat dari lantai atas. Saat itulah, Marvin benar-benar panik.
Sejak saat itu, Marvin meninggalkan dunia fana dan tinggal di sebuah kuil, menjadi seorang pertapa yang dingin dan terpandang.
Dengan dalih menebus dosa, dia memaksaku menulis seribu salinan kitab suci dan bersujud di tangga sepanjang seratus meter, hingga perlahan-lahan membunuh anak dalam kandunganku.
Di hari aku keguguran, aku mengajukan cerai padanya. Namun, dia berkata bawa apa yang terjadi pada Yoona adalah kesalahan kami berdua dan kami harus menebus dosa itu bersama.
Dia menggunakan keluargaku untuk mengancamku, mengikatku di sisinya dan menyiksaku sepanjang hidupku.
Saat aku membuka mata lagi, diriku kembali ke hari pernikahan kami.
Kali ini, aku memutuskan untuk mendorong Marvin kembali pada Yoona.
Dan diriku ... akan menjadi sosok mantan kekasih yang membuatnya benar-benar meninggalkan dunia fana.
Cinta pertama Jovin Liandra terdiagnosis mengidap penyakit HIV dalam pemeriksaannya di rumah sakit kami. Aku pun melanggar kode etik medis untuk memberi tahu masalah ini kepada Jovin.
Jovin mengira aku sedang membohonginya. Dia bukan hanya memfitnahku mencelakai pasien hingga mati, bahkan membuatku dijatuhi hukuman. Kemudian, dia juga menaruh obat aborsi di dalam susuku.
Gara-gara hal itu, kandunganku yang berusia delapan minggu mengalami pendarahan.
Aku meminta pertolongan dari Jovin, tetapi dia malah menendangku. “Akhirnya nggak ada yang menghalangiku untuk bersama Selena.”
Saat aku membuka mataku lagi, aku kembali ke hari di mana cinta pertamanya terdiagnosis penyakit HIV.
Kali ini, aku tidak memberi tahu Jovin, bahkan mengajukan putus dengannya.
Bagaimanapun juga, Jovin sangat mencintai cinta pertamanya. Aku mesti merestui mereka berdua.
"Ayah, kapan ayah pulang? Ibu terbaring di ranjang dan nggak bergerak!"
Putraku menelepon Michael sambil terisak-isak hingga sulit bernapas.
"Panggil saja kalau dia nggak bangun! Dasar pemalas, nggak kerja di rumah juga cuma malas-malasan seperti babi pemalas."
"Cari saja ibumu kalau ada apa-apa. Aku sibuk kerja, jangan ganggu aku!"
Usai bicara, Michael dengan kesal langsung memutus teleponnya.
Saat itu, dia sedang sibuk bermesraan dengan sekretarisnya, sama sekali tidak punya waktu untuk pedui padaku.
Hanya saja, dia tak tahu bahwa aku sudah meninggal.
Aku tak akan pernah muncul lagi di hadapannya, tapi dia malah memeluk fotoku sambil menangis, memohon agar aku tidak pergi.
Setelah mendengar kabar Ricky Mandos mengalami kecelakaan parah saat balapan liar dan kehilangan banyak darah, Amanda Hilman segera bergegas ke rumah sakit dan mendonorkan darah sebanyak 1000 cc untuknya.
Semua saudaranya menasihatinya pulang dan segera beristirahat, jadi Amanda terpaksa menyetujuinya. Tapi baru saja sampai di pintu, dia kembali lagi karena terlalu khawatir. Begitu berbalik, dia langsung melihat perawat menuangkan kelima kantong darah yang baru saja diambil darinya ke dalam tempat sampah!
Tak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara tawa mengejek kencang dari salah satu kamar pasien di sebelah.
"Haha, si bodoh Amanda tertipu lagi oleh kita!"
Ada momen di mana performa panggung bisa jadi sangat menuntut fisik, dan apa yang terjadi dengan Jungkook itu salah satu contohnya. Dia dikenal sebagai anggota BTS yang selalu memberikan 100% energinya di setiap konser, dan kadang tubuh pun punya batas. Kombinasi antara jadwal tour yang padat, gerakan dance intens, plus mungkin faktor cuaca atau kelelahan akumulatif bisa bikin perut ‘protes’.
Aku ingat pernah baca wawancara di mana dia bilang sering latihan sampai larut malam demi perfecting choreo. Bayangin aja, tubuh terus-terusan dipaksa bekerja keras, pasti ada saatnya ‘ngambek’. Tapi justru karena ini, aku makin respect sama profesionalismenya. Meskipun nggak enak badan, dia tetap berusaha tampil maksimal buat ARMY.
Melihat Jungkook sampai muntah di panggung bikin hati langsung trenyuh. Awalnya banyak yang kaget dan khawatir, apalagi dia langsung berusaha melanjutkan performa seperti tidak terjadi apa-apa. Komentar di timeline langsung banjir dukungan—ada yang bilang 'istirahat dulu, JK!', ada juga yang sedih karena dia terlalu memaksakan diri. Yang paling mengharukan justru respon ARMY yang saling mengingatkan untuk tidak menyebarkan rekaman momen itu demi privasinya. Ini bikin aku makin respect sama komunitas fans yang mature.
Di sisi lain, beberapa netizen justru kritik Big Hit karena jadwal promosi BTS yang padat banget. Tapi kebanyakan fans lebih fokus ngirim healing messages lewat Weverse atau Twitter. Aku sendiri sempet ngerasa guilty karena sering minta encore stage, tapi lupa bahwa idol juga manusia biasa yang butuh istirahat.
Ada satu momen yang bikin deg-degan pas Jungkook tampil di '2017 Melon Music Awards'. Waktu itu dia lagi perform lagu 'Mic Drop' sama BTS, tiba-tiba terlihat kurang enak badan dan sempat muntah di backstage setelah turun panggung. Aku inget banget fans langsung khawatir dan ramai bahas di Twitter. Untungnya dia cepat pulih dan bahkan sempat tersenyum ke ARMY yang jagain. Ini nunjukin profesionalismenya meskipun lagi gak fit.
Yang bikin salut, dia tetep tampil maksimal di panggung walau kondisi fisik lagi drop. Kejadian ini jadi bukti betapa kerasnya kerja idol dunia hiburan Korea. Gue selalu respect sama dedikasi Jungkook yang gak pernah setengah-setengah dalam perform.
Pernah lihat Jungkook tampil dengan energi meledak-ledak tapi tetap stabil? Aku penasaran banget gimana dia ngatasi muntah di panggung. Dari beberapa wawancara, ternyata dia pakai teknik pernapasan diafragma yang dipelajarinya selama latihan vokal. Pernapasan dalam dari perut membantu mengurangi tekanan di diafragma dan mencegah mual. Dia juga selalu menghindari makan berat 3-4 jam sebelum konser, tapi tetap minum isotonik untuk menjaga elektrolit.
Hal lain yang kubaca, Jungkook sering melakukan pemanasan vocal dengan scalding (latihan nada naik-turun) untuk menstabilkan tekanan di telinga bagian dalam - ini penting banget buat dancer yang banyak gerak. Aku pernah coba teknik ini waktu karaoke marathon, dan surprisingly efektif! Terakhir, dia selalu bawa permen jahe atau mint sebagai 'emergency kit' di saku kostum.
Ada satu momen yang sempat ramai dibicarakan di kalangan ARMY ketika Jungkook terlihat kurang enak badan di konser BTS 'Love Yourself: Speak Yourself' di Sao Paulo, Brasil tahun 2019. Dia berusaha keras menyelesaikan performanya meski kondisi fisik tidak optimal, dan fans langsung memberi dukungan lewat trending topic di Twitter. Yang bikin respect, dia malah minta maaf karena tidak bisa tampil maksimal. Ini salah satu bukti dedikasi member BTS terhadap penggemar.
Hal kayak gini sering jadi bahan diskusi di komunitas karena menunjukkan sisi manusiawi idol. Bukan cuma soal viralnya, tapi bagaimana reaksi netizen yang justru membanjiri kolom komentar dengan kata-kata penyemangat. Aku sendiri waktu lihat klip itu langsung ngerasain betapa beratnya tekanan sebagai performer kelas dunia.