Short
Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku

Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku

Oleh:  CahayaTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
30Bab
3.6KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Setelah berhasil menegosiasikan proyek senilai 200 miliar untuk perusahaan, aku bersiap menerima bonus 600 juta untuk mengganti mobil baru. Namun, suamiku yang seorang presdir, Xavian, malah datang membawa semangkuk bubur hangat dan slip gaji dengan angka nol di depanku. "Maaf ya, Sayang. Kerugian perusahaan benar-benar terlalu besar. Anggap saja bubur yang kubuat ini hadiah karena kamu berhasil dapatin proyek itu. Kalau kondisi keuangan perusahaan membaik, aku pasti beliin kamu mobil baru." Tak lama kemudian, aku melihat unggahan di media sosial adik kelasnya, Astrid. Suamiku yang biasanya sangat pelit ternyata bukan hanya memberikan bonus khusus 600 juta kepadanya, tetapi juga menghadiahinya sebuah BMW baru senilai 400 juta. [ Performa kerja jelek juga nggak apa-apa. Kakak kelasku pasti tetap manjain aku habis-habisan. ] Jadi ternyata, tidak punya uang hanyalah kebohongan suamiku karena dia tidak rela mengeluarkan uang untukku. Aku tidak marah ataupun membuat keributan. Aku hanya diam-diam memberi like dan komentar pada unggahan itu. [ Semoga langgeng. ] Tak lama kemudian, telepon dari Xavian masuk. Nadanya panik saat menjelaskan, "Jangan salah paham. Ibunya Astrid kena kanker, jadi aku kasih bonus khusus itu demi hubungan lama kami." "Mobil itu juga kubelikan supaya dia lebih mudah bolak-balik rumah sakit dan mengurangi waktu perjalanan, jadi dia bisa bekerja lebih baik. Semua ini kulakukan demi kepentingan perusahaan." "Gara-gara komentar sembaranganmu, semua orang jadi salah paham dan ngira Astrid pelakor. Cepat hapus komentarnya dan jelaskan semuanya. Soal bulan madu yang selama ini kamu minta, aku bakal bawa kamu pergi kok." Aku merobek slip gaji bertuliskan angka nol besar itu sampai hancur berkeping-keping. "Nggak jadi pergi. Lebih baik langsung urus perceraian di pengadilan negeri."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Setelah berhasil menegosiasikan proyek senilai 200 miliar untuk perusahaan, aku bersiap menerima bonus 600 juta untuk mengganti mobil baru.

Namun, suamiku yang seorang presdir, Xavian, malah datang membawa semangkuk bubur hangat dan slip gaji dengan angka nol di depanku.

"Maaf ya, Sayang. Kerugian perusahaan benar-benar terlalu besar. Anggap saja bubur yang kubuat ini hadiah karena kamu berhasil dapatin proyek itu. Kalau kondisi keuangan perusahaan membaik, aku pasti beliin kamu mobil baru."

Tak lama kemudian, aku melihat unggahan di media sosial adik kelasnya, Astrid. Suamiku yang biasanya sangat pelit ternyata bukan hanya memberikan bonus khusus 600 juta kepadanya, tetapi juga menghadiahinya sebuah BMW baru senilai 400 juta.

[ Performa kerja jelek juga nggak apa-apa. Kakak kelasku pasti tetap manjain aku habis-habisan. ]

Jadi ternyata, tidak punya uang hanyalah kebohongan suamiku karena dia tidak rela mengeluarkan uang untukku.

Aku tidak marah ataupun membuat keributan. Aku hanya diam-diam memberi like dan komentar pada unggahan itu.

[ Semoga langgeng. ]

Tak lama kemudian, telepon dari Xavian masuk. Nadanya panik saat menjelaskan, "Jangan salah paham. Ibunya Astrid kena kanker, jadi aku kasih bonus khusus itu demi hubungan lama kami."

"Mobil itu juga kubelikan supaya dia lebih mudah bolak-balik rumah sakit dan mengurangi waktu perjalanan, jadi dia bisa bekerja lebih baik. Semua ini kulakukan demi kepentingan perusahaan."

"Gara-gara komentar sembaranganmu, semua orang jadi salah paham dan ngira Astrid pelakor. Cepat hapus komentarnya dan jelaskan semuanya. Soal bulan madu yang selama ini kamu minta, aku bakal bawa kamu pergi kok."

Aku merobek slip gaji bertuliskan angka nol besar itu sampai hancur berkeping-keping. "Nggak jadi pergi. Lebih baik langsung urus perceraian di pengadilan negeri."

....

Begitu kata-kataku selesai, Xavian terdiam sejenak. Tak lama kemudian, suara penuh kekesalan terdengar dari seberang telepon. "Cuma karena masalah kecil begini, kamu sampai minta cerai?"

"Memang aku nggak kasih kamu bonus, tapi aku sudah kasih kamu hadiah. Tangan yang sekali tanda tangan saja bisa hasilin kontrak bernilai ratusan miliar ini sampai masakin bubur untukmu."

"Orang lain belum tentu bisa mendapat perlakuan seperti ini, tapi kamu malah nggak menghargainya?"

Sebagus apa pun dia membual, itu tetap hanya semangkuk bubur putih biasa. Sebelumnya dia terus mengeluh bahwa kondisi perusahaan sedang buruk sehingga bonusku harus ditunda.

Aku kira bubur buatannya itu hanyalah bentuk kompensasi karena bonus belum bisa diberikan. Namun, aku sama sekali tidak menyangka dia berniat memakai semangkuk bubur itu untuk menggantikan bonus 600 juta yang seharusnya kudapat dari kerja lembur mati-matian.

"Semangkuk buburmu seharga 600 juta? Kalau memang sepandai itu berbisnis, kenapa kamu nggak masakin beberapa mangkuk lagi untuk Astrid, terus suruh dia bawa ke rumah sakit sebagai pengganti biaya pengobatan ibunya?"

Mendengar itu, Xavian sama sekali tidak merasa malu. Dia malah tertawa sinis. "Ternyata masih karena urusan Astrid ya? Kamu lagi ngambek sama aku."

"Aku sudah jelasin, ibunya Astrid sakit dan dia sangat butuh uang. Sebagai atasan, tentu aku akan bantu kalau bisa."

"Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau perusahaan harus memperhatikan karyawan? Aku cuma lakuin apa yang kamu katakan, jadi kenapa marah?"

"Kamu juga asal komentar sampai Astrid diserang di internet. Sekarang dia sampai nangis sambil sembunyi di toilet."

"Cepat minta maaf ke dia. Jangan sampai karyawan lain bilang kamu menyalahgunakan jabatan untuk nindas pegawai baru ...."

Sebelum dia selesai berbicara, aku sudah menutup telepon dengan kesal. Memperhatikan karyawan hanyalah omong kosong untuk membodohiku.

Hari ini juga, dia baru saja memecat seorang pegawai yang harus merawat ayahnya yang sakit keras.

Saat ini, pegawai itu sedang berpamitan dengan semua orang. Nasib yang sama, tetapi perlakuan yang diterima begitu berbeda.

Satu-satunya perbedaan hanyalah pegawai biasa itu bukan orang yang dicintai Xavian, sama sepertiku.

Kami hanya alat yang tidak layak mendapatkan perhatian sedikit pun darinya. Begitu tidak memiliki nilai, langsung ditendang tanpa ampun. Kalau begitu, untuk apa lagi aku bertahan?

Setelah menghabiskan rokok di tangan, aku mematikan bara api terakhirnya, sekaligus memadamkan sisa cintaku pada Xavian. Tanpa menoleh lagi, aku berjalan menuju meja kerja.

"Mau sekeras apa pun seseorang bekerja juga percuma. Lembur sampai setengah mati tetap nggak akan mendapat sebanyak yang kudapat hanya dengan bersikap manja dan pura-pura menyedihkan."

Begitu masuk, aku mendengar suara provokatif Astrid. Dia sedang bermalas-malasan di kursi goyang sambil memutar kunci BMW di jarinya.

Kini, dia dikelilingi banyak rekan kerja. Ada yang memijat pundaknya, ada yang membawakan teh dengan sikap menjilat.

Astrid terlihat sangat menikmati semuanya. Dia bahkan menatapku dengan penuh tantangan. "Kak Maggie, iri ya sama aku? Kalau begitu berlutut dan jadi muridku. Aku bisa ajari kamu cara menyenangkan pria. Dijamin hasilnya lebih besar daripada kerja kerasmu."

Aku menggenggam ponsel erat-erat. Rasanya ingin merekam wajah aslinya dan mengirimkannya kepada Xavian agar dia melihat sendiri betapa buruknya sifat wanita lemah lembut yang selama ini dia lindungi.

Namun setelah dipikir-pikir, aku mengurungkan niat itu. Xavian tidak bodoh. Bukan berarti dia tidak tahu sifat asli Astrid. Dia hanya terlalu mencintainya hingga memilih memaklumi semuanya.

Melihat aku diam saja, mereka mengira aku takut dan semakin menjadi-jadi.

"Memangnya dia pantas dibandingkan dengan Kak Astrid? Seluruh perusahaan juga tahu kalau Maggie cuma wanita matre yang berhasil nikah dengan orang kaya. Semua yang dia punya sekarang juga berkat Pak Xavian. Dia belum ditendang cuma karena Pak Xavian masih belum tega."

"Benar! Kak Astrid itu cinta sejati Pak Xavian. Orang yang rebut posisi orang lain seharusnya tahu diri dan cepat menyingkir!"

Padahal aku adalah sales terbaik perusahaan. Demi menyenangkan Astrid, mereka benar-benar berani mengatakan omong kosong apa saja.

Namun, ada satu hal yang memang benar. Astrid memang cinta sejati Xavian. Dulu saat aku demam sampai 40 derajat dan meneleponnya, dia malah menemani Astrid membawa kucingnya yang diare ke rumah sakit hewan.

"Sayang, itu peninggalan ayah Astrid. Dia juga baru datang ke sini dan belum kenal lingkungan sekitar. Aku temani dia dulu. Nanti setelah urusannya beres, aku langsung pulang temani kamu."

Kemudian, saat dia memberikan hasil kerjaku kepada Astrid, dia juga memberiku alasan lagi.

"Dia baru masuk dan butuh rasa percaya diri serta motivasi. Kalau waktu kamu baru mulai kerja ada senior yang bantuin kamu seperti ini, kamu juga nggak perlu melewati begitu banyak kesulitan."

"Sekarang kamu sudah berhasil, jadi kamu harus belajar melindungi generasi muda. Tenang saja, bonus dan komisi untukmu nggak bakal kurang."

Dulu aku benar-benar bodoh karena memercayai omong kosongnya. Aku pikir itu memang hanya sekadar perhatian biasa, sampai masalah komisi kali ini terjadi.

Sebelumnya dia jelas-jelas sudah berjanji kalau komisi kali ini tidak perlu diserahkan kepadanya dan aku bebas memakai uang itu sesuka hati.

Mobil yang sudah kupakai sepuluh tahun kebetulan memang rusak, jadi aku ingin bekerja keras demi membeli yang baru.

Aku sudah mati-matian bekerja selama sebulan sambil terus membayangkan hari saat bisa membeli mobil baru. Namun, yang kudapat hanya semangkuk bubur putih yang dingin.

Sedangkan Astrid, wanita yang setiap hari datang terlambat dan pulang cepat, bahkan tidak bisa memakai mesin fotokopi, justru bisa mendapatkan bonus 600 juta dan mobil mewah begitu saja.

Sungguh ironis. Sungguh lucu.

Rekan-rekan di depanku masih terus berteriak memaksaku menyerahkan posisiku.

Aku hanya mengangguk dengan tenang. "Oke. Kalau kamu mau, akan kukasih."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

raffe
raffe
Kak izin promosi punya tmn ku, judulnya aku menghamili istri sahabatku' author fazaa ttg vampir
2026-06-14 11:46:35
2
0
raffe
raffe
Bagus banget cerita ny
2026-06-14 11:46:29
0
0
30 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status