Apakah Pendidikan Seksual Membahas Bisexual Adalah Dengan Benar?

2025-09-02 02:42:16 252

3 Réponses

Abel
Abel
2025-09-03 19:32:50
Kadang aku heran kenapa materi di kelas masih ketinggalan zaman padahal isu ini jelas nyata di sekeliling kita.

Dari sudut pandang yang lebih praktik, masalah utama bukan cuma 'apakah topiknya ada?', melainkan 'bagaimana disampaikan?'. Banyak guru yang minim pelatihan dan takut disentuh karena tekanan budaya atau agama, jadi mereka cenderung menghindar atau memberi pesan yang membingungkan. Untuk membahas biseksualitas dengan benar, dibutuhkan modul yang netral, contoh kasus yang relevan, dan pelatihan dasar buat guru supaya mereka bisa jawab pertanyaan siswa tanpa memaksakan nilai. Kurikulum yang inklusif juga mesti mempertimbangkan usia: penjelasan simpel di tingkat SMP, lalu yang lebih mendalam di SMA soal kesehatan reproduksi, kontrasepsi, dan dinamika hubungan.

Dampaknya nyata: ketika sekolah diam atau memberi info keliru, remaja biseksual lebih rentan merasa terisolasi, depresi, atau mengambil keputusan berisiko karena kurang informasi. Aku rasa perubahan kebijakan kecil—seperti memasukkan contoh pasangan beda gender dan sesama jenis dalam materi serta menyediakan brosur layanan kesehatan ramah LGBT—bisa bikin perbedaan besar. Intinya, pendidikan seksual yang baik itu melindungi dan mengakui, bukan menghapus atau menghakimi.
Uma
Uma
2025-09-06 10:23:33
Oke, singkat dan to the point: menurutku banyak pendidikan seksual belum membahas biseksualitas dengan benar, dan itu masalah yang bisa diatasi dengan langkah praktis.

Pertama, definisi harus jelas: biseksualitas bukan sekadar ketertarikan pada dua gender secara kaku, tapi spektrum ketertarikan yang valid. Kedua, materi kesehatan harus inklusif—tips pencegahan IMS, konseling, dan akses layanan harus relevan untuk orang yang punya pasangan dengan berbagai jenis kelamin. Ketiga, perlu penekanan pada validasi identitas dan pencegahan biphobia; tanpa itu, informasi medis saja nggak cukup karena stigma tetap menghalangi orang cari bantuan.

Aku biasanya melihat hal yang efektif adalah kombinasi: modul yang dibuat bersama komunitas, pelatihan guru, dan materi yang menampilkan contoh nyata agar siswa merasa terwakili. Kalau semua elemen itu jalan, pendidikan seksual bisa jadi tempat aman buat siapa pun untuk belajar tanpa merasa diabaikan — dan itu sesuatu yang aku dukung kuat.
Mila
Mila
2025-09-07 12:58:40
Waktu pertama kali aku pelajari soal ini, aku bingung karena pelajaran di sekolah sering terasa setengah matang dan penuh asumsi.

Di pengalamanku waktu sekolah, topik LGBT sering disinggung secara samar—kalau ada pembahasan tentang orientasi, biasanya cuma menyebut 'gay' atau 'lesbian' secara klise, sementara biseksualitas sering diabaikan atau dimasukkan ke dalam stereotip bahwa itu cuma 'fase'. Itu bahaya besar karena bikin orang yang sebenarnya biseksual merasa tak diakui atau diragukan identitasnya. Pendidikan yang benar seharusnya menjelaskan perbedaan antara ketertarikan emosional dan seksual, orientasi dan perilaku, serta menegaskan bahwa biseksualitas valid tanpa harus membandingkan atau merendahkan orientasi lain.

Selain definisi, materi sehat harus praktis: info tentang kesehatan seksual yang relevan untuk orang yang punya pasangan lebih dari satu jenis (misalnya risiko penularan infeksi menular seksual, penggunaan kondom dan barrier lain, serta akses ke layanan kesehatan non-diskriminatif). Juga penting membahas stigma dan biphobia—bagaimana lingkungan, media, atau bahkan teman bisa membuat seseorang merasa bersalah atau tak dipercaya. Aku pribadi merasa kalau sekolah menyampaikan ini dengan contoh nyata dan bahasa yang aman, banyak remaja bisa merasa lega dan tahu harus ke mana minta bantuan. Akhirnya, pendidikan yang benar bukan cuma soal fakta, tapi soal pengakuan dan perlindungan buat semua anak muda.
Toutes les réponses
Scanner le code pour télécharger l'application

Livres associés

Dimanja Tiga Majikan Cantik
Dimanja Tiga Majikan Cantik
"Rafli, mulai malam ini, kamu temani tiga anak gadisku, ya!" Menemani tiga anak gadis majikanku yang cantik dan masih bujang, siapa yang menolak. Tapi, statusku yang hanya pelayan biasa, membuatku direndahkan. Sampai akhirnya mereka tahu diriku yang sebenarnya, mereka memohon-mohon untuk jadi wanitaku.
9.5
|
509 Chapitres
Chapitres populaires
Voir plus
CEO Manja : Jangan Ganggu Istri Rahasiaku yang Cantik
CEO Manja : Jangan Ganggu Istri Rahasiaku yang Cantik
Sebelum mereka menikah sang Pria berkata, “Pernikahan ini hanyalah sebuah perjanjian kerjasama di atas kertas. Di kehidupan nyata, masing-masing kita tidak ada urusan apapun." Setelah menikah, setiap kali Susan mengalami masalah, Sang CEO manja akan membantunya. Ketika Susan dibuli. ia akan melindunginya. Susan mematuhi perjanjian dan menyembunyikan status pernikahan mereka, tetapi malah sang CEO yang mengumumkan kepada dunia bahwa ia adalah istrinya.Suatu saat sang CEO diam-diam datang ke tempat tidurnya. Susan merasa terganggu “Apa sebenarnya maumu?” Dengan muka polos ia memelas “Tolong peluk aku, cium aku. Tolong…” Menghadapi CEO yang membingungkan ini, Susan hanya bisa mengaku kalah. Beberapa tahun kemudian, akhirnya dia sadar bahwa sebenarnya sang CEO sudah menyukainya dari sejak lama.
9.6
|
606 Chapitres
Salah Ranjang
Salah Ranjang
Tolong bijak dalam membaca! Di dalam cerita ini mengandung unsur 21+ dan juga Comedy yang akan membuat Anda terhibur, Shassy adalah kekasih Raka, yang merupakan sepupu dari Keenan sang CEO tampan yang terkenal dengan sifatnya yang dingin dan kejam.Tapi di sisi lain, Shassy bekerja sebagai sekertaris pribadi dari Keenan. Shassy pun mendapat julukan 'Sekertaris Terkuat' karena sanggup bekerja dengan Keenan lebih dari satu bulan.Tekanan dari Keenan sempat membuat Shassy frustasi. Tapi dukungan yang tidak di harapkan oleh Shassy, muncul dari orang terdekat Keenan. Dukungan itu memaksa Shassy untuk terus bersama dengan Keenan.Hingga akhirnya … "Keen, besok aku akan bertunangan dengan Shassy," ujar Raka"Apa kamu buta, hingga mau bertunangan dengan wanita itu," dengus Keenan, yang tak bisa mengungkapkan alasan di balik kalimatnya itu,Akankah Shassy dan Raka bersatu seperti janji mereka? Ataukah ia akan beralih menjadi menantu dari Mutiara Andara-ibu dari Keenan yang sangat menyayanginya?HAPPY READING …,
9.6
|
164 Chapitres
Chapitres populaires
Voir plus
Sesal (Alasan Menghilangnya Istriku)
Sesal (Alasan Menghilangnya Istriku)
Rindan Arga Afdiyan Prayoga atau biasa dipanggil Arga terkejut ketika mengetahui Arum --sang istri pergi tanpa sepengetahuannya. Tanpa mengatakan alasan yang sebenarnya. Ke mana sebenarnya istrinya itu pergi? Akankah Arga menemukan Arum? Dan alasan apa sehingga seorang istri yang berbakti kepada sang suami seperti Arum bisa memutuskan untuk meninggalkan sang suami?
10
|
153 Chapitres
Sentuhan Panas Papa Mertua
Sentuhan Panas Papa Mertua
Ahh, Mas Zumi, tolong aku..." Rose bermain sendiri di balik pintu, tapi tidak dia sangka, Papa Mertuanya mendengar desahan Rose. Rose di tinggal pergi oleh suaminya, Zumi, tepat setelah mengukir kenangan malam pertama. Zumi pergi ke luar negeri dengan alasan bisnis. Satu-dua bulan, Zumi masih memberi kabar, tapi masuk bulan ketiga, Zumi menghilang. Rose yang gelisah, terus-menerus mengkhawatirkan Zumi. Enam bulan rose menahan gejolak batin, terlebih kenangan termanisnya bersama Zumi adalah malam pertamanya. Saat periksa ke psikolog, Rose mendapati fakta bahwa dia menderita Nymphomania, kelainan seksual yang setiap kali dia gelisah dan paranoid, pelampiasannya ke nafsu dan hasrat yang tidak bisa ditahan lagi. Arthur Bramasta, Papa Mertua Zumi, diam-diam tertarik dengan pesona Rose. Setiap malam Arthur selalu membayangkan Rose berada dalam pelukannya. Sampai suatu malam Rose tidak sengaja minum wine yang sudah di campur dengan obat perangsang membuat hubungan panas antara keduanya terjadi.
10
|
311 Chapitres
Chapitres populaires
Voir plus
Terjerat Hasrat
Terjerat Hasrat
Ketika hasrat akan perempuan tak pernah tercukupi dengan seorang perempuan saja, Arya Wibisana, arsitek berumur 35 tahun, bertualang dengan banyak perempuan meski ia sudah memiliki istri yang manis bernama Vina Anisa. Seorang istri yang merelakan dirinya menjadi bagian dari petualangan cinta lelaki yang dicintainya. Petualangan yang kadang melibatkan perannya agar tak menghalangi langkah Arya. Vina merelakan suaminya untuk bercinta DENGAN PEREMPUAN LAIN TAPI TIDAK MEMBAGI CINTANYA. Mungkinkah hal tersebut dilakukan, atau jangan-jangan, keputusan Vina akan menjadi awalan dari sebuah malapetaka?
9.2
|
47 Chapitres
Chapitres populaires
Voir plus

Autres questions liées

Apakah Bisexual Adalah Orientasi Yang Berbeda Dari Pansexual?

3 Réponses2025-09-02 22:00:37
Wah, topik yang sering bikin obrolan panjang di grup chatku! Kalau aku jelasin dengan gaya santai, 'biseksual' biasanya dipahami sebagai ketertarikan seksual atau emosional ke lebih dari satu gender — bukan cuma laki-laki dan perempuan dalam arti tradisional, melainkan bisa juga termasuk orang non-biner. Banyak orang suka menyederhanakan jadi "dua gender", tapi belakangan definisinya meluas: inti biseksual itu ketertarikan ke lebih dari satu gender. Di sisi lain, 'panseksual' cenderung didefinisikan sebagai ketertarikan yang tidak mempertimbangkan gender sama sekali, semacam "ketertarikan berdasarkan orangnya", tanpa memandang label gender. Namun aku sering bilang nih, dalam praktiknya batasannya kabur. Dua label ini sering tumpang tindih—seorang yang bilang dirinya biseksual mungkin sebenarnya merasakan hal yang sama seperti yang menyebut dirinya panseksual, hanya memilih kata yang paling nyaman atau yang paling merangkul pengalaman mereka. Ada juga unsur politik dan sejarah: beberapa orang memilih 'biseksual' karena koneksi komunitas dan sejarah perjuangannya, sementara yang lain memilih 'panseksual' karena merasa istilah itu lebih inklusif terhadap spektrum gender. Intinya, aku selalu menghormati cara orang mendefinisikan dirinya sendiri. Nama yang dipakai seseorang bukan soal benar-salah, melainkan soal kecocokan kata dengan pengalaman mereka. Aku sendiri lebih suka mendengarkan cerita orangnya daripada memaksakan definisi kaku, dan itu sering membuka percakapan yang lebih jujur dan hangat.

Bagaimana Seseorang Tahu Bahwa Bisexual Adalah Orientasinya?

3 Réponses2025-09-02 01:12:43
Waktu pertama aku mulai mikir tentang orientasi seksualku, rasanya campur aduk antara lega dan bingung. Aku sadar bukan cuma ketertarikan fisik yang bilang seseorang itu biseksual — ada juga ketertarikan emosional, fantasi, dan bagaimana aku bereaksi saat melihat orang yang berbeda jenis kelamin. Dalam pengamatanku sendiri, tanda-tandanya muncul perlahan: aku bisa naksir teman cowok dan juga naksir teman cewek, kadang lebih kuat ke salah satu tapi tetap ada ketertarikan ke dua sisi. Kadang aku menilai, apakah ini cuma fase? Untuk menjawab itu aku mulai mencatat perasaan—siapa yang bikin jantung deg-degan, siapa yang membuatku ingin lebih dekat, dan apakah itu seksual atau cuma kagum. Penting juga membedakan antara ketertarikan romantis dan seksual; aku pernah merasa tertarik secara emosional pada satu gender tapi secara seksual lebih ke gender lain. Akhirnya aku belajar bahwa menerima label itu pilihan, bukan keharusan. Menyebut diri biseksual membantu beberapa orang merasa terhubung dan jelas, tapi bagi yang lain, kata seperti 'panseksual' atau 'queer' terasa lebih pas. Intinya, kalau kamu konsisten merasa ketertarikan ke lebih dari satu gender dan itu bukan hanya eksperimen sesaat, besar kemungkinan kamu memang biseksual. Yang penting: beri dirimu waktu, jangan paksakan definisi, dan cari teman atau komunitas yang mendukung—rasanya sangat membantu mengetahui kamu nggak sendirian.

Sejak Kapan Bisexual Adalah Istilah Umum Di Dunia Hiburan?

3 Réponses2025-09-02 13:31:38
Serius deh, ini topik yang sering kepikiran waktu nonton film lama dan baca esai budaya pop. Kalau kita mundur jauh, kata 'biseksual' sebenarnya sudah dipakai sejak abad ke-19 dalam konteks ilmiah dan biologis, lalu diadopsi oleh beberapa ahli seksologi awal. Tapi di dunia hiburan—film, TV, musik—label itu hampir nggak pernah dipakai secara terang-terangan sampai beberapa dekade kemudian. Banyak karakter awal yang kita sebut sekarang 'coded' atau dikategorikan ulang oleh sejarawan budaya: mereka sering tampil ambigu, digambarkan sebagai goda atau moralitas yang abu-abu, tapi enggak ada kata resmi yang diletakkan di depan mereka. Gelombang berubah mulai terasa banget sejak 1970-an ketika beberapa musisi besar (misalnya, ada momen David Bowie menyatakan ketertarikan yang lebih fleksibel) dan aktivisme hak-hak seksual mulai menuntut visibilitas. Baru di era 1990-an sampai awal 2000-an istilah itu jadi semakin umum dipakai di media mainstream—baik lewat wawancara selebriti, film independen yang berani membahas orientasi seksual, maupun serial TV yang mulai mengeksplor relasi di luar kotak hetero/gay yang kaku. Setelah 2010-an, dengan internet dan streaming, label 'biseksual' makin sering muncul, walau sering juga bergeser ke istilah lain seperti 'panseksual' atau 'queer' tergantung preferensi subjek. Yang penting buatku, penetrasi istilah ke dunia hiburan nggak terjadi dalam satu malam—itu proses panjang antara aktivisme, perubahan sosial, dan keberanian kreator. Meski sekarang lebih sering terdengar, perjuangan menghilangkan stereotip dan erasure masih jalan terus, dan aku senang lihat representasi yang makin beragam akhir-akhir ini.

Berapa Persentase Orang Yang Mengatakan Bisexual Adalah Orientasinya?

3 Réponses2025-09-02 14:15:38
Waktu pertama aku nyari angka pasti tentang ini, aku kaget karena jawabannya nggak sesederhana yang kubayangkan. Kalau dirangkum singkat: persentase orang yang menyebut dirinya biseksual sangat bergantung pada survei, negara, dan kelompok umur. Di banyak survei populasi dewasa umum (terutama di negara-negara Barat), angka orang yang mengidentifikasi diri sebagai biseksual biasanya berkisar antara sekitar 1% sampai 6%. Namun kalau kita lihat kelompok usia muda—misalnya remaja dan orang dewasa muda—angka itu seringkali jauh lebih tinggi; beberapa survei modern menunjukkan bahwa di generasi Z atau milenial muda, persentase yang memilih label biseksual atau 'panseksual/biseksual' bisa mencapai angka dua digit. Hal yang perlu diingat adalah istilah, cara tanya (apakah menanyakan identitas, ketertarikan, atau perilaku), serta konteks sosial memengaruhi hasil. Wanita cenderung melaporkan identitas biseksual lebih sering daripada pria di banyak studi, dan tingkat pelaporan meningkat kalau survei anonim atau online. Jadi kalau seseorang minta angka ‘yang pasti’, aku biasanya memberi rentang dan penjelasan di atas—lebih jujur daripada mencantumkan satu angka yang mungkin menyesatkan. Kalau kamu penasaran berdasarkan negara tertentu atau survei tertentu, aku bisa cerita lebih lanjut soal pola-pola yang muncul di survei itu, tapi secara umum itulah gambaran yang aku temukan saat menelusuri data dan pembahasan publiknya. Aku sendiri merasa angka-angka ini nunjukin perubahan besar dalam cara orang memahami dan mengungkapkan identitas mereka, dan itu menarik buat diikuti.

Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Pandangan Tentang Bisexual Adalah Identitas?

3 Réponses2025-09-02 10:38:32
Waktu pertama kali aku benar-benar memperhatikan, itu terasa seperti ledakan warna di timeline—hashtag, cerita singkat, dan meme yang mengubah cara orang ngomong soal bisexual jadi sesuatu yang jauh lebih terlihat dan sekaligus kompleks. Di satu sisi, media sosial membawa validasi yang sebelumnya langka. Ketika aku scroll, sering nemu postingan yang bilang, 'Kamu nggak sendirian', atau tagar yang merangkum perasaan yang selama ini susah diungkapin. Orang-orang berbagi pengalaman coming-out, cerita cinta, dan istilah-istilah baru yang bikin banyak hal jadi lebih gampang dijelaskan ke diri sendiri. Itu bantu banget, terutama buat yang tinggal di tempat kecil tanpa komunitas nyata—rasanya ada cermin yang nunjukin bahwa biseksualitas itu sah dan nyata. Tapi jangan keburu polos: ada sisi gelapnya juga. Algoritma suka nge-gaslighting dengan nge-promote konten yang viral, bukan yang akurat, sehingga stereotip seperti 'bi people selalu hidup double life' atau fetishisasi sering muncul. Ada juga penghapusan, alias 'bi erasure', di mana pilihan pasangan seseorang disederhanakan jadi blok monolitik oleh orang yang nggak mau ngerti spektrum. Selain itu, performa identitas demi likes kadang bikin orang merasa harus 'ngomong sedikit lebih keras' supaya dianggap sah, dan itu bikin tekanan baru. Akhirnya, buatku efeknya dua sisi: media sosial bisa jadi jembatan pembebasan sekaligus jebakan. Aku belajar lebih hati-hati memilih sumber, lebih peduli pada narasi nuansa, dan paling penting, menjaga keseimbangan antara komunitas online dan hubungan nyata yang memberi dukungan. Itu yang bikin aku tetap sadar dan enggak kehilangan diri sendiri saat ikut arus di timeline.

Apa Stereotip Yang Muncul Saat Bisexual Adalah Digambarkan Di Film?

3 Réponses2025-09-02 19:17:21
Waktu pertama kali aku sadar soal pola ini, aku langsung kesal dan juga sedih — karena stereotip tentang biseksual di film itu terasa begitu klise dan gampang ditebak. Banyak film masih nge-tag karakter biseksual sebagai 'bingung' atau 'belum menentukan diri', padahal seringkali itu cuma cara malas penulis untuk menghindari kedalaman emosional. Sering muncul narasi bahwa mereka cuma lagi 'phase', atau nanti bakal milih satu gender dan jadi 'normal' lagi. Itu nggak cuma nggak akurat, tapi juga menghapus identitas yang valid. Selain itu ada stereotip hypersexualisasi: karakter biseksual digambarkan selalu liat-lihat dan gampang tergoda, atau jadi objek fantasi untuk penonton hetero. Aku benci banget kalau cerita mengeksploitasi biseksualitas buat momen seksi tanpa membangun kepribadian yang nyata. Contoh lain yang sering muncul adalah pengkhianatan — biseksual digambarkan nggak setia, selalu berbohong, atau jadi 'villain' yang memanfaatkan orientasinya sebagai alasan moral rusak. Itu melemahkan citra dan bisa bikin penonton salah paham. Kalau mau lebih adil, aku pengen lihat representasi yang normal dan kompleks: hubungan yang realistis, kebimbangan yang bukan cuma soal orientasi, dan karakter yang punya ambisi, trauma, humor, bukan cuma label. Film yang peka bisa menunjukkan spektrum identitas tanpa memaksa mereka masuk kotak 'gay' atau 'straight'. Aku sih selalu senang waktu nemu film yang ngebebasin biseksual dari stereotip—rasanya kayak napas segar—dan semoga makin banyak pembuat karya yang berani ngasih ruang itu.

Mengapa Bisexual Adalah Orientasi Yang Sering Diabaikan Dalam Cerita Fiksi?

3 Réponses2025-09-02 08:58:43
Waktu pertama aku mikir soal ini, aku kesal banget karena sering ngerasa karakter biseksual diperlakukan setengah hati dalam banyak cerita. Aku sering nemu pola yang sama: karakter disodorin label yang samar, atau ceritanya cuma nge-push drama soal kebingungan ketimbang merayakan orientasinya. Ini bikin aku sebel karena sebagai pembaca/penonton, aku pengin lihat identitas yang dihormati, bukan dijadiin alat buat konflik atau 'plot twist'. Kalau dipikir lebih jauh, ada beberapa alasan sistemik kenapa biseksualitas gampang diabaikan. Pertama, budaya cerita sering biner: kamu hetero atau homo, gak ada ruang di tengahnya. Kedua, ada stereotipe negatif—misalnya bilang biseksual itu 'bukan serius' atau cuma fase—yang bikin penulis malas ngasih kedalaman. Ketiga, faktor industri juga berperan; pemasaran dan jaringan terkadang pilih karakter yang gampang dijual ke segmen tertentu, jadi identitas yang ambigu di-sidestep. Terakhir, banyak cerita yang cuma pakai biseksualitas sebagai gimmick: biar ada 'kejutan' atau untuk membuat karakter kelihatan 'berbahaya' atau 'eksotik'. Aku selalu ngerasa lebih tertarik sama karya yang memperlakukan orientasi sebagai bagian wajar dari karakter, bukan headline. Kalau mau diperbaiki, penulis perlu dengar pengalaman nyata, kasih ruang hubungan yang nyata tanpa drama eksploitatif, dan stop nge-reduce identitas jadi label sementara. Sebagai penggemar, aku bakal terus dukung karya yang jujur dan kompleks—itu yang bikin cerita terasa hidup dan lebih adil buat semua orang.

Bagaimana Bisexual Adalah Identitas Diterima Di Budaya Indonesia?

3 Réponses2025-10-23 23:29:14
Waktu pertama aku sadar tentang kata 'biseksual' itu agak campur aduk rasanya — lega karena ada nama untuk apa yang kurasakan, tapi juga was-was karena lingkungan di sini tidak selalu ramah. Di lingkunganku yang kota, pergaulan anak muda cukup terbuka; teman-teman sekampus dan komunitas online sering membahas identitas dengan lebih santai. Namun realitanya, penerimaan di Indonesia sangat berlapis: di satu sisi ada generasi muda yang lebih paham dan mendukung, tapi di sisi lain masih banyak stereotip dan pelecehan verbal—misalnya asumsi bahwa biseksual cuma ‘lagi fase’ atau selalu promiscu. Aku merasakan sendiri pentingnya representasi yang nyata. Ketika lihat tokoh dalam 'Heartstopper' atau cerita-cerita yang menampilkan spektrum seksual secara lembut, itu bikin lega karena merasa nggak sendirian. Media lokal belum banyak memberi ruang, sehingga banyak biseksual memilih ruang aman di internet atau komunitas kecil. Selain itu, faktor keluarga dan agama sering jadi penentu: ada keluarga yang menerima setelah proses panjang, ada juga yang menolak karena takut stigma. Jujur, aku optimis tapi realistis. Perubahan datang pelan: pendidikan seksual yang lebih baik, dialog di komunitas, dan lebih banyak cerita positif bisa mengikis mitos. Aku sendiri berusaha jadi pendengar yang sabar buat teman yang masih bingung, karena kadang simpel mendengar tanpa menilai itu sudah sangat berarti.
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status