Apakah Puisi Aku Ingin Karya Sapardi Djoko Damono Termasuk Antologi?

2025-09-07 04:24:30 118

2 Jawaban

Theo
Theo
2025-09-09 16:16:59
Setiap kali aku membaca baris 'Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...', rasanya langsung terbawa oleh melankoli sapardi—itu yang selalu membuatku penasaran soal asal-usul puisinya.

Puisi 'Aku Ingin' memang karya Sapardi Djoko Damono, dan yang penting dicatat: itu bukan 'antologi' dalam arti kumpulan karya dari banyak penyair. Puisi ini awalnya masuk sebagai bagian dari kumpulan puisi milik Sapardi sendiri, yang biasanya disebut kumpulan atau buku puisi (kumpulan sajak), bukan antologi. Antologi umumnya mengumpulkan karya-karya dari beberapa pengarang berbeda dan disusun oleh editor; sementara kumpulan puisi oleh seorang penyair adalah karya tunggal yang dikelompokkan berdasarkan buku atau tema sang penyair.

Namun jangan kaget kalau kamu sering melihat 'Aku Ingin' muncul di berbagai buku, kompilasi, atau antologi sekolah—puisi ini sering dikutip ulang karena popularitasnya. Banyak editor memasukkannya ke dalam antologi tematik atau kumpulan puisi terbaik Indonesia, jadi secara praktis kamu bisa menemukan 'Aku Ingin' di banyak sumber. Untuk keperluan sitasi atau penelitian, kalau ingin akurat sebutkan bahwa puisi itu berasal dari kumpulan Sapardi, dan bila memungkinkan cantumkan judul buku aslinya di mana ia pertama dipublikasi.

Secara pribadi, aku selalu merasa enak kalau tahu perbedaan istilah ini: memisahkan antara kumpulan karya satu penyair dan antologi berbagai penyair membantu kita menghargai konteks setiap puisi. 'Aku Ingin' adalah bagian dari suara khas Sapardi—itu yang membuatnya sering diantologikan, tapi pada dasarnya karya itu adalah bagian dari kumpulan puisinya sendiri. Itu yang bikin setiap kali kubaca, rasanya seperti berbicara langsung dengan penyairnya.
Kayla
Kayla
2025-09-13 20:18:10
Gue masih suka ngomongin puisi-puisi yang gampang nempel di kepala, dan 'Aku Ingin' termasuk salah satunya.

Singkatnya: puisi 'Aku Ingin' karya Sapardi Djoko Damono bukan antologi. Dia adalah satu puisi yang awalnya dimuat dalam kumpulan puisi milik Sapardi sendiri (buku kumpulan sajak). Istilah 'antologi' biasanya dipakai untuk buku yang ngumpulin karya dari banyak penyair, bukan hanya satu.

Tapi practical note: karena terkenal, puisi itu sering dimasukkan ke banyak antologi atau buku kompilasi—jadi wajar kalau kamu nemuin puisi itu di berbagai sumber. Kalau ngambil untuk tugas atau kutipan, cek sumber aslinya (buku kumpulan Sapardi) atau catat antologi yang kamu ambil kalau memang dari situ. Aku paling suka versi yang tetap sederhana itu—masih kena sampai sekarang.
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

Tuan CEO, Aku ingin Bercerai
Tuan CEO, Aku ingin Bercerai
Setelah tiga tahun menikah, Zakki meninggalkan Annika seperti barang yang tidak berguna. Di sisi lain, Zakki memperlakukan wanita lain yang dia cintai seperti harta karun. Zakki memperlakukan Annika dengan dingin dan kasar. Pernikahan mereka berdua terasa seperti penjara.Annika Chandra menanggung segalanya karena dia sangat mencintai Zakki Ruslan!Pada malam hari ketika hujan lebat, Zakki meninggalkan istrinya yang sedang hamil dan pergi ke luar negeri untuk hidup bersama wanita lain yang dia cintai. Kaki Annika berlumuran darah, dia merangkak keluar untuk memanggil ambulans ....Annika akhirnya merasa lega. Sebaik apa pun dia bersikap kepada seseorang, tidak semua orang agak tergerak hatinya. Annika menulis surat pernyataan cerai dan diam-diam pergi.Dua tahun kemudian, Annika kembali. Ada banyak orang yang berusaha mengejarnya. Mantan suaminya yang b*rengsek itu mendorong Annika ke pintu dan menekannya dengan keras. "Nyonya Ruslan, aku belum menandatangani surat perceraian! Kamu tidak boleh bersikap baik kepada pria lain!" Annika berkata sambil tersenyum ringan, "Pak Zakki, kita berdua sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi!"Pria itu tampak sangat marah, dia mengucapkan sumpah pernikahannya dengan suara gemetar, "Zakki dan Annika tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain selama sisa hidupnya dan tidak akan bercerai!"
9.4
1465 Bab
Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya
Aku Tak Ingin Suamiku Tahu Aku Kaya
Suami Aruni tiba-tiba saja keluar dari pekerjaan yang dibanggakannya. Lalu tiba-tiba saja datang beberapa orang yang mengatakan bahwa Arjuna melakukan penggelapan dana dan harus mengganti semuanya. Semenjak berhenti kerja itulah suami Aruni berubah, ia tidak lagi menafkahi Aruni. Tapi tanpa diduga Aruni malahmendapat durian runtuh yang tidak pernah disangka-sangkanya. Melihat kelakuan suaminya, Aruni pun memilih menyembunyikan kekayaannya dan memutuskan untuk mencari tahu apa yang dilakukan suaminya di belakangnya.
8
97 Bab
Aku Ingin Bercerai, Pak CEO!
Aku Ingin Bercerai, Pak CEO!
Pernikahan Risha dan Adhitama terjadi karena perjodohan. Namun, Risha mencintai Adhitama, bahkan jauh sebelum mereka dijodohkan. Sedangkan Adhitama hanya menganggap Risha sebagai istri untuk mencapai tujuannya. Selama dua tahun, pernikahan mereka terasa dingin. Tetapi, perlakuan Adhitama pada wanita lain begitu hangat! Risha sudah tidak sanggup, ia ingin bercerai dari Adhitama. Namun, Adhitama tidak membiarkan istrinya pergi. "Berhenti berbicara tidak masuk akal! Kita tidak akan pernah bercerai, dan kamu tetap menjadi istriku!"
10
318 Bab
Pak Ceo, Aku Ingin Anak
Pak Ceo, Aku Ingin Anak
Mature (21+) “Pak... bukannya tadi sudah kita lakuin di sofa?” bisik Amara dengan wajah memerah saat Darian kembali melucuti pakaiannya. “Kau tahu, Amara, untuk satu anak... kita butuh lebih dari sekali untuk bercinta,” jawabnya berat, sebelum membaringkannya di atas ranjang. Amara Aurelia hidup sebatang kara dan tak pernah memikirkan pernikahan, sampai sebuah kecelakaan membuatnya kehilangan segalanya. Di ambang kematian, hanya satu penyesalan yang tersisa: ia belum merasakan menjadi seorang ibu. Darian Lancaster, CEO dingin dan kejam, tanpa sengaja terlibat dalam insiden itu yang dihantui rasa bersalah dan siap membayar ganti rugi apapun. Hingga sebuah kontrak gila pun lahir; pernikahan rahasia tanpa cinta. Amara harus menjadi istri tersembunyi, tinggal dibawah atap Darian dan dibawah pengawasan ketatnya. Namun, bagaimana jika hubungan yang dimulai hanya demi sebuah janin ini diam-diam mengubah segalanya?
10
118 Bab
Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!
Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!
Cinta membutakan Michelle yang rela melalukan pekerjaan lain selain menjadi sekretaris seorang Roland Archer. Tidak peduli bagaimana egoisnya Roland mengambil hal paling berharga di tubuhnya, Michelle setia menanti selama dua tahun. Dia percaya bahwa cintanya tidak akan berakhir tragis. Miris, Michelle ditampar pahit oleh fakta cinta bertepuk sebelah tangan. Michelle dicampakkan, karirnya dihancurkan, harga dirinya diinjak-injak tanpa peduli kesetiaan dan ketulusan yang Michelle berikan. Dengan hati yang hancur, Michelle bersumpah Roland tidak akan menemukan kebahagiaan sebelum bersujud meminta maaf di kaki Michelle.
10
140 Bab
Aku Ingin Kau Jadi Milikku
Aku Ingin Kau Jadi Milikku
Ace Alexander Newton adalah pria yang punya segalanya — wajah tampan, tubuh atletis, karisma alami, dan latar belakang pewaris perusahaan besar di Singapura. Ia terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan, terutama wanita. Dengan senyum tipis dan tatapan menggoda, Ace selalu mampu membuat seluruh wanita jatuh dalam pesonanya tanpa perlu berusaha keras. Ia percaya, cinta hanyalah permainan, sampai ia bertemu dengan Felisha Zhao. Felisha bukan tipe wanita yang mudah didekati. Ia tegas, berprinsip, dan tahu betul nilai dirinya. Ia tidak butuh pria seperti Ace — tampan, menawan, tapi suka mempermainkan hati. Di mata Felisha, pria seperti itu hanyalah gangguan. Namun justru sikap dinginnya yang membuat Ace kehilangan kendali. Untuk pertama kalinya, pesona Ace tak berarti apa-apa. Felisha tidak terpikat oleh senyumannya, tidak goyah oleh rayuannya, bahkan tak peduli dengan status dan kekayaannya. Bagi Ace, Felisha adalah tantangan — batu keras yang ingin ia pecahkan, wanita mahal yang ingin ia miliki. Tapi semakin ia mencoba menaklukkannya, semakin ia tenggelam dalam pesona dingin yang justru membakar batinnya. Setiap malam, bayangan Felisha menghantui pikirannya dalam mimpi-mimpi panas yang tak pernah bisa ia kendalikan. Dan ketika batas antara obsesi dan cinta mulai kabur, Ace menyadari satu hal. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia benar-benar jatuh cinta dan sangat ingin memiliki Felisha.
10
147 Bab

Pertanyaan Terkait

Siapa Sutradara Asli Keluarga Cemara 1996 Dan Apa Karyanya?

3 Jawaban2025-10-21 17:44:03
Garis besar tentang sutradara versi lama "'Keluarga Cemara'" selalu bikin aku baper — dan nama yang muncul untuk adaptasi tahun 1996 adalah Eros Djarot. Aku masih ingat betapa hangatnya visual dan tone serial itu; gaya penyutradaraannya terasa personal, mengutamakan emosi keluarga kecil itu daripada dramatisasi berlebihan. Eros Djarot memang lebih dikenal sebagai sosok multi-talenta: ia bukan cuma bekerja di depan kamera, tetapi juga kuat di bidang musik dan penulisan. Di luar 'Keluarga Cemara', karya-karya Eros yang sering dibicarakan para penggemar perfilman Indonesia antara lain keterlibatannya dalam album dan soundtrack legendaris 'Badai Pasti Berlalu' serta filmnya yang cukup mendapat perhatian, seperti 'Tjoet Nja' Dhien'. Ia kerap menggabungkan sentuhan musikal dengan narasi visual, jadi wajar kalau adaptasi keluarga Cemara yang hangat dan musiknya menyatu erat terasa natural darinya. Buatku, mengetahui nama sutradara itu bikin serial versi 1996 terasa lebih utuh — bukan sekadar cerita nostalgia, tapi juga produk sineas yang punya jejak panjang di dunia seni Indonesia.

Bagaimana Anda Menulis Puisi Tentang Bunga Untuk Ibu?

3 Jawaban2025-10-20 11:21:38
Satu cara yang sering kucoba adalah memulai dari sebuah kenangan kecil. Aku suka membayangkan sebuah momen—misalnya tangan ibu yang membengkok menata vas bunga di meja makan, atau aroma basah dari tanah setelah ibu menyiram tanaman pagi-pagi. Dari situ aku menangkap detail sensorik: warna yang nempel di pelupuk mata, suara gesekan daun, rasa hangat cangkir teh yang diteguk sambil memandangi bunga. Detail kecil seperti itu yang membuat puisiku tidak klise karena pembaca bisa ikut berada di sana, mendengar dan mencium, bukan cuma membaca kata-kata kosong. Langkah praktis yang kulakukan selanjutnya adalah memilih metafora yang sederhana tapi tepat: bunga sebagai senyuman, sebagai rahasia yang mengepak, atau sebagai waktu yang mekar. Aku cenderung memakai kalimat pendek bergantian dengan baris yang sedikit lebih panjang untuk memberi ritme, lalu menutup dengan sapaan langsung ke ibu—bukan sekadar nama, melainkan sesuatu yang intim seperti 'tanganmu' atau 'malammu'. Contoh baris yang sering kuulang dalam draf: 'Bunga pagi ini membawa kenangan kopi dan tawa,' atau 'kamu seperti lili, tenang namun berani.' Setelah itu aku baca keras-keras, merapikan kata yang terasa canggung sampai ritme dan emosi nyambung. Puisi terbaik menurutku adalah yang terasa seperti surat; sederhana, hangat, dan mudah dilafalkan di depan ibu. Itu yang selalu membuat mataku berkaca-kaca tiap kali kubacakan untuknya.

Bagaimana Penyair Modern Menggubah Puisi Tentang Bunga?

3 Jawaban2025-10-20 14:52:29
Lukisan bunga di kepalaku sering dimulai dari hal sepele: sisa kopi di gelas, bau hujan yang menempel pada pot tanah liat, atau notifikasi yang muncul di layar ponsel. Aku suka mencoba menangkap itu semua menjadi baris—bukan baris yang rapi seperti katalog botani, melainkan potongan-potongan yang ditumpuk, dipotong, dan kadang ditempel dari teks lain. Misalnya, aku pernah menulis puisi yang mengambil kata-kata dari daftar harga bibit online dan menyusunnya ulang jadi soneta modern; hasilnya aneh tapi terasa jujur, seperti bunga yang tumbuh di retakan trotoar. Di halaman struktur, aku bermain dengan teknik: enjambment panjang untuk meniru akar yang merayap, baris pendek seperti serbuk sari, dan putih halaman sebagai ruang kosong yang sama pentingnya dengan teks. Visual juga penting—apa jadinya bunga tanpa gambar? Aku sering menggabungkan tipografi tebal, spasi, bahkan potongan foto untuk memberi tekstur. Tema ekologis masuk dengan mudah; bunga bukan cuma keindahan, tapi juga korban pembangunan dan perubahan iklim. Menulis tentang itu bikin puisiku terasa mendesak, bukan hanya dekoratif. Yang paling menyenangkan adalah reaksi—ketika pembaca mengirim pesan bilang mereka mencium bau melati padahal aku hanya menulis tentang lampu jalan dan aspal. Itu tanda puisi berhasil memancing indera. Jadi, bagiku, menggubah puisi tentang bunga hari ini berarti merangkul kebisingan modern tanpa mengabaikan kelembutan yang sebenarnya membuat bunga menarik: kebetulan, kerentanan, dan cara kita tetap berharap meski musim berubah.

Di Mana Anda Bisa Menemukan Antologi Puisi Tentang Bunga Lama?

4 Jawaban2025-10-20 15:34:25
Aku senang sekali menelusuri rak-rak pudar di toko buku bekas ketika mencari antologi puisi bertema 'bunga lama'. Mulai dari toko-toko kecil di sudut kota sampai pasar buku Minggu pagi, tempat-tempat itu sering menyimpan koleksi tak terduga: antologi lokal, cetakan tua, bahkan buletin komunitas yang memuat puisi bertema flora. Coba cari di perpustakaan daerah atau Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dengan kata kunci seperti 'bunga', 'puisi', 'antologi', atau nama-nama penyair yang memang suka memakai citra bunga—misalnya kamu bisa menemukan karya-karya Sapardi Djoko Damono dalam kumpulan seperti 'Hujan Bulan Juni' yang penuh metafora alam. Selain itu, jangan remehkan toko buku indie, zine kecil, dan penerbit lokal; mereka suka menerbitkan antologi tematik yang tidak dipasarkan luas. Kalau aku menemukan buku seperti itu, rasanya seperti menemukan surat cinta lama—penuh bau kertas dan memori. Selamat berburu, semoga kamu dapat sampul pudar dengan puisi yang membuat hati bergetar.

Apa Ciri Utama Puisi Elegi Adalah Penggunaan Bahasa Bagaimana?

4 Jawaban2025-10-20 12:09:05
Ada hal yang langsung kusadari setiap kali membaca elegi: bahasanya cenderung melankolis namun terkontrol. Aku sering tertarik pada bagaimana penyair memilih kata-kata yang sederhana tapi bermuatan—bukan melulu runtuhan metafora yang rumit, melainkan pilihan kata yang menimbulkan keheningan. Dalam elegi, kata sering dipadatkan sehingga tiap frasa membawa beban emosi; ada ritme lirikal yang mengalun perlahan, di mana jeda dan pengulangan berfungsi seperti napas yang menahan duka. Gaya bahasa juga sering bersifat personal dan langsung, meski bisa memakai citraan universal—langit, malam, sungai—sebagai cermin kehilangan. Aku merasakan penggunaan apostrof (panggilan pada yang tiada) dan pertanyaan retoris yang membuat pembaca diajak berduka bersama. Intinya, elegi memadukan kesedihan personal dengan estetika bahasa yang membuat rasa kehilangan terasa indah sekaligus mengena, dan itu selalu membuat aku berhenti sejenak saat membaca.

Struktur Puisi Elegi Adalah Seperti Apa Dalam Analisis Sastra?

4 Jawaban2025-10-20 15:53:18
Ada sesuatu yang selalu menarik perhatianku tentang elegi: ia seperti percakapan yang berbisik antara penyair dan ketiadaan. Dalam pengamatan aku, struktur elegi klasik biasanya bergerak melalui tiga tahap dasar—ratapan, pujian, dan penghiburan—namun bukanlah pola kaku. Pada bagian awal penyair sering membuka dengan ekspresi kehilangan yang intens, menggunakan citraan kuat dan pertanyaan retoris untuk menyoroti kekosongan. Di bagian tengah, nada bisa beralih menjadi reflektif atau dokumenter: kenangan tentang almarhum, pencatatan sifat-sifat mereka, atau pengakuan dosa dan penyesalan. Akhirnya ada upaya mencari penghiburan, entah lewat nasihat moral, pemaknaan ulang kematian, atau pengakuan tentang kelangsungan hidup dalam ingatan. Secara formal aku perhatikan bahwa elegi dapat memanfaatkan bentuk metrum tradisional—seperti pasangan elegiak pada tradisi klasik—atau justru memilih bentuk bebas dengan repetisi, enjambment, dan refrains untuk menekankan kehilangan. Yang membuat elegi berkesan bagi aku adalah pergeseran tonal: dari kepedihan ke penerimaan, walau penerimaan itu sering terasa pahit dan ambigu. Itu selalu meninggalkan rasa intim, seperti menerima surat dari teman yang sedang meratapi dunia, dan aku suka sekali merasakannya.

Sejarah Puisi Elegi Adalah Mulai Kapan Dalam Sastra Indonesia?

4 Jawaban2025-10-20 03:11:49
Bayangkan sebuah nyanyian duka yang menempel di bibir masyarakat nusantara jauh sebelum kata 'puisi elegi' dipakai — itulah akar yang sering kulacak saat membahas sejarah elegi dalam sastra Indonesia. Dari sudut pandang tradisional, bentuk-bentuk ratapan dan lagu duka sudah ada sejak lama dalam budaya lisan: tangis pengantar pemakaman, kidung-kidung Jawa, nyanyian para pelayat di Sumatera, atau syair dan pantun yang memuat unsur kehilangan. Itu berarti nuansa elegis hidup berabad-abad dalam praktik budaya; ia bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul bersamaan dengan buku cetak. Namun, istilah elegi dan bentuk puitik modernnya lebih jelas muncul ketika tradisi lisan bertemu sastra bertulis dan pengaruh luar. Dalam periode modernisasi sastra Melayu-Indonesia, terutama sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ketika karya-karya mulai dicetak dan ide-ide romantisme Eropa meresap, nuansa elegi mulai terstruktur sebagai genre puitik: puisi yang secara sadar meratapi kematian, kerinduan, atau kehancuran. Nama-nama modern seperti Amir Hamzah, Chairil Anwar, lalu generasi sesudahnya seringkali menulis puisi berbahasa Indonesia yang memuat rona elegis secara eksplisit. Jadi, kalau ditanya mulai kapan—akarnya kuno dan oral, tapi sebagai bentuk sastra yang dikenali secara modern, ia menguat pada awal abad ke-20. Aku selalu merasa menarik bagaimana tradisi lama itu kemudian menyatu dengan ekspresi personal modern, menciptakan elegi yang kita baca sekarang.

Bagaimana Teknik Pengungkapan Puisi Elegi Adalah Yang Efektif?

4 Jawaban2025-10-20 05:46:15
Ada sesuatu magis ketika elegi dibacakan pelan-pelan. Aku sering mencoba memecah teknik pengungkapan elegi ke dalam beberapa lapis: suara, detail konkret, dan ruang sunyi. Suara di sini bukan cuma nada sedih; itu pilihan kata, irama baris, dan siapa yang ‘berbicara’—apakah itu aku yang langsung meratap, atau persona yang mengamati dari jauh. Mengunci suara yang konsisten membuat pembaca percaya dan merasa diundang masuk. Detail konkret adalah jantungnya. Daripada bilang 'aku sedih', lebih efektif menyebutkan benda kecil—seperti cangkir yang tak lagi dipakai atau jas yang tergantung—yang membawa beban memori. Baris pendek, jeda, dan enjambment bisa memaksa pembaca menarik napas di tempat yang tepat; itu membuat kehilangan terasa nyata. Aku kerap menaruh satu metafora kuat yang berulang sebagai pengikat emosional. Terakhir, jangan takut menggunakan keheningan: baris kosong, jeda panjang, atau mengakhiri dengan citra yang tidak tuntas bekerja seperti gema. Baca lagi puisi setelah istirahat; kadang porsi kata yang dikurangi malah membuat elegi lebih tajam. Ini cara-cara yang sering kusukai dan pakai—hasilnya, elegi terasa seperti obrolan lembut dengan memori yang tak bisa disembunyikan.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status