Bagaimana Cara Menggunakan 'Acapkali' Dalam Kalimat Percakapan?

2026-01-03 04:48:07 244

4 Jawaban

Theo
Theo
2026-01-05 09:19:27
Ada satu momen di mana aku merasa kata 'acapkali' benar-benar pas digunakan. Misalnya ketika bercerita tentang kebiasaan temanku yang selalu telat: 'Dia acapkali datang terlambat ke kelas, sampai dosen akhirnya memberi teguran khusus.' Kata ini memberiku nuansa formal tapi tetap natural, cocok untuk obrolan sehari-hari yang ingin terdengar sedikit lebih berbobot tanpa kaku.

Aku juga suka memakainya saat menulis status media sosial seperti, 'Acapkali kupikir hidup ini seperti plot 'Steins;Gate'—penuh dengan twist yang tak terduga.' Penggunaannya yang jarang justru bikin kalimat terasa segar dan memorable.
Zion
Zion
2026-01-08 01:38:17
Aku selalu senang menemukan kata-kata yang jarang dipakai kayak 'acapkali'. Contoh favoritku: 'Anak kos acapkali kreatif menyiasati dompet tipis—indomie level 50 adalah buktinya.' Rasanya lucu aja bisa nyelipin kata semi-formal di situasi santai. Kata ini fleksibel banget, bisa buat candaan maupun refleksi serius.
Jack
Jack
2026-01-09 13:10:17
Pernah dengar seseorang bilang, 'Acapkali kita menganggap remeh hal-hal kecil yang justru paling berarti'? Aku langsung jatuh cinta sama cara pakainya. Kata ini memberiku vibe orang yang thoughtful tanpa sounding pretentious. Di komunitas buku online, aku pernah komen, 'Tokoh utama di 'Norwegian Wood' acapkali terlihat melamun di stasiun—itu detail kecil yang bikin ceritanya terasa begitu manusiawi.' Rasanya pas banget untuk diskusi yang butuh kedalaman.
Quinn
Quinn
2026-01-09 22:21:55
Kebetulan kemarin aku lagi ngobrol sama kakak tentang kebiasaan burukku, dan aku bilang, 'Aku acapkali lupa naruh kunci di tempat yang sama, akhirnya nyari-nyari tiap pagi.' Kata itu keluar otomatis karena pengen nyampaiin frekuensi yang sering tapi pengen beda dari 'sering banget'. Menurutku, 'acapkali' itu kayak bumbu penyedap—dipakai sesekali bikin obrolan jadi lebih berwarna, apalagi pas diskusi serius tentang kebiasaan atau pola.
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

Bagaimana Mungkin?
Bagaimana Mungkin?
Shayra Anindya terpaksa harus menikah dengan Adien Raffasyah Aldebaran, demi menyelamatkan perusahaan peninggalan almarhum ayahnya yang hampir bangkrut. "Bagaimana mungkin, Mama melamar seorang pria untukku, untuk anak gadismu sendiri, Ma? Dimana-mana keluarga prialah yang melamar anak gadis bukan malah sebaliknya ...," protes Shayra tak percaya dengan keputusan ibunya. "Lalu kamu bisa menolaknya lagi dan pria itu akan makin menghancurkan perusahaan peninggalan almarhum papamu! Atau mungkin dia akan berbuat lebih dan menghancurkan yang lainnya. Tidak!! Mama takakan membiarkan hal itu terjadi. Kamu menikahlah dengannya supaya masalah selesai." Ibunya Karina melipat tangannya tegas dengan keputusan yang tak dapat digugat. "Aku sudah bilang, Aku nggak mau jadi isterinya Ma! Asal Mama tahu saja, Adien itu setengah mati membenciku! Lalu sebentar lagi aku akan menjadi isterinya, yang benar saja. Ckck, yang ada bukannya hidup bahagia malah jalan hidupku hancur ditangan suamiku sendiri ..." Shayra meringis ngeri membayangkan perkataannya sendiri Mamanya Karina menghela nafasnya kasar. "Dimana-mana tidak ada suami yang tega menghancurkan isterinya sendiri, sebab hal itu sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri. Yahhh! Terkecuali itu sinetron ajab, kalo itu sih, beda lagi ceritanya. Sudah-sudahlah, keputusan Mama sudah bulat! Kamu tetap harus menikah dangannya, titik enggak ada komanya lagi apalagi kata, 'tapi-tapi.' Paham?!!" Mamanya bersikeras dengan pendiriannya. "Tapi Ma, Adien membenc-" "Tidak ada tapi-tapian, Shayra! Mama gak mau tahu, pokoknya bagaimana pun caranya kamu harus tetap menikah dengan Adien!" Tegas Karina tak ingin dibantah segera memotong kalimat Shayra yang belum selesai. Copyright 2020 Written by Saiyaarasaiyaara
10
51 Bab
Cara Berhenti Menyukai Gebetan dalam 1 Bulan
Cara Berhenti Menyukai Gebetan dalam 1 Bulan
Dia tak punya memori ketika SMP, kadang hanya kilasan-kilasan pendek yang muncul seolah ingin mengejeknya yang tak tahu apa-apa. Dan dia tak benar-benar tertarik mencari tahu apa yang terjadi--atau, itulah yang dia perlihatkan ke orang-orang. Kesempatan untuk mencari tahu kembali muncul ketika sahabat lamanya muncul di hadapannya dengan tubuh berlumuran darah, persis seperti kilasan yang kadang muncul hanya untuk menakutinya. (Seri Kedua "Stage Play" setelah How to Befriend the So Called Classmate)
7
61 Bab
Bagaimana Denganku
Bagaimana Denganku
Firli menangis saat melihat perempuan yang berada di dalam pelukan suaminya adalah perempuan yang sama dengan tamu yang mendatanginya beberapa hari yang lalu untuk memberikannya dua pilihan yaitu cerai atau menerima perempuan itu sebagai istri kedua dari suaminya, Varel Memilih menepi setelah kejadian itu Firli pergi dengan membawa bayi dalam kandungannya yang baru berusia delapan Minggu Dan benar saja setelah kepergian Firli hidup Varel mulai limbung tekanan dari kedua orang tuanya dan ipar tak sanggup Varel tangani apalagi saat tahu istrinya pergi dengan bayi yang selama 2 tahun ini selalu menjadi doa utamanya Bagaimana Denganku?!
10
81 Bab
Lupa Cara Pulang
Lupa Cara Pulang
Apa jadinya jika kamu terbangun di tempat yang asing… tapi semua orang di sana mengaku mengenalmu? Seorang pemuda bernama Rey terbangun di sebuah rumah tua di tengah desa yang tak ada di peta. Tak ada sinyal. Tak ada jalan keluar. Semua penghuni desa memanggilnya dengan nama yang tidak ia kenal. Mereka memperlakukannya seperti keluarga. Tapi setiap malam, Rey mendengar bisikan dari balik dinding, langkah kaki yang tak terlihat, dan mimpi buruk yang membuatnya semakin lupa siapa dirinya. Setiap ia mencoba meninggalkan desa, jalan yang dilaluinya selalu membawanya kembali ke titik semula—rumah tempat ia terbangun. Dan yang lebih mengerikan, setiap harinya wajah orang-orang di desa itu perlahan berubah... menjadi sosok yang tak lagi manusia. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa Rey sebenarnya? Dan... mengapa ia tidak bisa mengingat jalan pulang?
Belum ada penilaian
15 Bab
BAGAIMANA RASANYA TIDUR DENGAN SUAMIKU?
BAGAIMANA RASANYA TIDUR DENGAN SUAMIKU?
Area Dewasa 21+ Harap Bijak dalam memilih Bacaan ***** Namaku Tazkia Andriani. Aku adalah seorang wanita berusia 27 Tahun yang sudah menikah selama lima tahun dengan seorang lelaki bernama Regi Haidarzaim, dan belum dikaruniai seorang anak. Kehidupanku sempurna. Sesempurna sikap suamiku di hadapan orang lain. Hingga pada suatu hari, aku mendapati suamiku berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri yang bernama Sandra. "Bagaimana rasanya tidur dengan suamiku?" Tanyaku pada Sandra ketika kami tak sengaja bertemu di sebuah kafe. Wanita berpakaian seksi bernama Sandra itu tersenyum menyeringai. Memainkan untaian rambut panjangnya dengan jari telunjuk lalu berkata setengah mendesah, "nikmat..."
10
108 Bab
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah
Seluruh Divisi Khusus Kepolisian tahu, Zaki Sadam adalah ahli negosiasi krisis paling profesional. Di saat genting antara hidup dan mati, dia bisa dengan mudah meruntuhkan pertahanan psikologis seseorang. Namun, hanya terhadap air mata Cindi Wiryo, dia benar-benar tak bisa berbuat apa-apa. Semua orang berkata, Zaki mencintai Cindi setengah mati, seolah-olah dia rela memberikan bintang dan bulan untuk Cindi. Namun, hanya Cindi sendiri yang tahu bahwa cinta sejati Zaki bukanlah dirinya.
22 Bab

Pertanyaan Terkait

Contoh Kalimat Yang Mengandung Kata 'Acapkali' Dalam Cerpen?

4 Jawaban2026-01-03 06:35:26
Ada satu cerpen favoritku yang judulnya 'Lukisan di Dinding Kosong' di mana tokoh utamanya, seorang pelukis muda, acapkali menggumamkan kalimat-kalimat aneh saat bekerja. 'Kau acapkali berbicara sendiri seperti orang gila,' begitu teguran ibunya dalam satu adegan yang cukup mengharukan. Kata itu muncul lagi saat si pelukis menggambarkan langit senja: 'Warna jingga yang acapkali muncul dalam mimpiku...'. Yang menarik, pengarang sengaja menggunakan 'acapkali' untuk menciptakan ritme melankolis dalam narasi. Bukan sekadar pengganti 'sering', tapi sebagai penanda obsesi karakter terhadap sesuatu yang berulang. Di paragraf klimaks ketika lukisan itu terbakar, ada kalimat: 'Asap membentuk pola yang acapkali ia lihat dalam halusinasinya.' Benar-benar penggunaan yang powerful!

Sinonim Apa Yang Bisa Menggantikan 'Acapkali' Dalam Tulisan?

4 Jawaban2026-01-03 00:47:47
Mengganti 'acapkali' dalam tulisan bisa jadi tantangan kecil yang menyenangkan. Kata ini punya nuansa klasik yang kental, tapi kadang terasa kurang casual. Alternatif favoritku adalah 'sering kali'—ringan tapi tetap elegan. Kalau mau lebih puitis, 'kerap kali' atau 'berulang kali' juga oke banget. Untuk situasi informal, 'udah sering banget' malah lebih hidup. Tergantung konteksnya, sih. Aku suka eksperimen dengan kata-kata untuk dapat feel yang pas. Kadang aku juga pakai 'berkali-kali' untuk emphasis atau 'nyaris tiap waktu' kalau mau dramatisisasi. Yang penting jangan sampai maksudnya jadi beda. Lucu ya, satu kata bisa punya banyak wajah?

Apakah 'Acapkali' Termasuk Kata Formal Atau Informal?

4 Jawaban2026-01-03 05:10:25
Ada nuansa klasik yang melekat pada kata 'acapkali'—seperti menemukan buku lama berdebu di rak perpustakaan. Kata ini sering muncul dalam karya sastra atau pidato resmi, tapi bukan berarti tidak bisa dipakai sehari-hari. Aku justru suka menyelipkannya saat menulis catatan pribadi atau diskusi serius di forum online. Rasanya memberi sentuhan elegan tanpa terdengar kaku. Tergantung konteksnya, sih. Kalau lagi ngobrol santai di grup WA, mungkin bakal diganti 'sering banget' biar lebih natural. Tapi jujur, menurutku kata-kata semacam ini justru memperkaya bahasa. Dulu waktu pertama baca 'acapkali' di novel 'Laskar Pelangi', aku langsung jatuh cinta. Sekarang malah sengaja pakai kata itu untuk mengingatkan teman-teman bahwa bahasa Indonesia itu indah dan fleksibel.

Apakah 'Acapkali' Sering Muncul Dalam Novel Indonesia Modern?

4 Jawaban2026-01-03 21:44:42
Mengamati perkembangan novel Indonesia modern, aku jarang menemukan kata 'acapkali' muncul dalam teks kontemporer. Penulis sekarang cenderung memilih diksi yang lebih ringkas dan natural seperti 'sering' atau 'kerap'. Kata 'acapkali' terasa agak kuno dan formal, cocok untuk karya sastra klasik atau prosa puitis, tapi kurang selaras dengan gaya percakapan generasi muda. Novel-novel bestseller semacam 'Pulang' atau 'Rectoverso' lebih memilih bahasa sehari-hari yang mengalir. Meski begitu, beberapa penulis mungkin sengaja menggunakannya untuk menciptakan nuansa tertentu atau menunjukkan karakter tokoh yang terpelajar. Justru di situlah keunikan bahasa Indonesia - kita punya banyak sinonim dengan nuansa berbeda. Tapi menurutku, tren bahasa dalam sastra selalu mengikuti bagaimana masyarakat berkomunikasi. Kalau orang lebih banyak bilang 'sering' saat ngobrol, wajar kan kalau novel juga mengadaptasi itu? Aku pribadi suka ketika penulis bermain-main dengan diksi, asal tidak terkesan dipaksakan.

Apa Arti Kata 'Acapkali' Dalam Bahasa Indonesia Sehari-Hari?

4 Jawaban2026-01-03 01:19:21
Menggali makna 'acapkali' itu seperti membuka lembaran cerita lama. Kata ini terdengar klasik tapi tetap punya pesona, semacam bumbu dalam percakapan sehari-hari yang berarti 'sering kali' atau 'kerap kali'. Aku suka menggunakannya saat bercerita tentang kebiasaan, misalnya 'Ia acapkali tertawa melihat tingkah kucingnya'. Rasanya lebih puitis dibanding kata 'sering' biasa, memberi nuansa nostalgia yang hangat. Dalam diskusi komunitas buku, teman-teman sering memakai 'acapkali' saat membahas pola karakter. Misalnya, 'Tokoh utama dalam 'Laskar Pelangi' acapkali mengungkapkan mimpi lewat puisi.' Kata ini seperti jembatan antara bahasa formal dan santai, cocok untuk obrolan tentang hal-hal yang berulang dengan sentuhan personal.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status