Sinonim Apa Yang Bisa Menggantikan 'Acapkali' Dalam Tulisan?

2026-01-03 00:47:47 274

4 Answers

Piper
Piper
2026-01-05 12:23:35
Mengganti 'acapkali' dalam tulisan bisa jadi tantangan kecil yang menyenangkan. Kata ini punya nuansa klasik yang kental, tapi kadang terasa kurang casual. Alternatif favoritku adalah 'sering kali'—ringan tapi tetap elegan. Kalau mau lebih puitis, 'kerap kali' atau 'berulang kali' juga oke banget. Untuk situasi informal, 'udah sering banget' malah lebih hidup. Tergantung konteksnya, sih. Aku suka eksperimen dengan kata-kata untuk dapat feel yang pas.

Kadang aku juga pakai 'berkali-kali' untuk emphasis atau 'nyaris tiap waktu' kalau mau dramatisisasi. Yang penting jangan sampai maksudnya jadi beda. Lucu ya, satu kata bisa punya banyak wajah?
Ulric
Ulric
2026-01-06 17:08:54
Dari pengalaman nulis blog, aku lebih sering pakai 'sering' atau 'banyak kali' sebagai pengganti 'acapkali'. Lebih mudah dicerna pembaca muda. Tapi kalau lagi nulis review novel, mungkin pilih 'repetitif' atau 'terus-menerus' untuk deskripsi yang lebih tajam. Bahasa itu fleksibel banget—tinggal sesuaikan dengan suara khas kita sendiri.
Piper
Piper
2026-01-07 15:33:38
Aku selalu tergoda untuk bermain-main dengan sinonim. Untuk 'acapkali', beberapa pilihan menarik antara lain 'tiada henti' (kalau mau dramatis), 'sesering hujan di musim penghujan' (metafora receh), atau 'seperti lagu yang diputar ulang'. Tapi kalau mau yang straightforward, 'berulang' atau 'terjadi terus' cukup efektif. Kuncinya adalah memahami ritme kalimat dan target pembaca. Percayalah pada naluri bahasamu!
Sawyer
Sawyer
2026-01-07 20:54:50
Di komunitas penulis amatir yang aku ikuti, kami sering diskusi tentang kata-kata seperti ini. 'Acapkali' itu seperti bumbu dapur—enak tapi jangan kebanyakan. Coba ganti dengan 'nyaris selalu' untuk kesan hiperbola, atau 'hampir setiap saat' untuk deskripsi yang lebih visual. Kalau lagi malas mikir, 'sering-sering' aja juga lucu.
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?
Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?
Najwa Asyifa, perempuan berusia 26 tahun yang sudah menikah selama dua tahun dengan Fabian Rizki yang lebih tua enam tahun dibanding dirinya. Pernikahan itu awalnya indah. Namun, semenjak kehadiran Ibu mertua dan adik ipar yang ikut tinggal bersama mereka, keadaan akhirnya berubah. Puncaknya, ketika Najwa mendapat sebuah kabar buruk. Sang suami membawa wanita lain ke rumahnya dan mengakui wanita itu sebagai istri kedua. * Kau bilang, aku tak bisa tanpamu, Mas. Ah, Benarkah? Ku rasa, itu terbalik. Bukankah, justru kau yang tak bisa tanpaku?
8.5
218 Chapters
Cinta yang Tak Bisa Kembali
Cinta yang Tak Bisa Kembali
Di ruang tamu rumah tergantung sebuah lukisan. Lukisan itu menggambarkan suami, anak, dan adik perempuan Jasmine. Sampai akhirnya, dia mendengar anaknya sendiri berkata, "Kalau ada orang keempat di lukisan ini, pasti itu adik perempuan yang dilahirkan oleh Tante untukku." Sejak saat itu, Jasmine tak lagi memiliki alasan untuk bertahan. Dia mengajukan diri untuk menjadi mata-mata di tempat paling gelap dan paling berbahaya. Mulai hari itu, Jasmine dan mereka ... tidak punya hubungan apa-apa lagi!
20 Chapters
Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?
Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?
Napasnya terengah, keringat bercampur air hujan menguarkan aroma yang meletupkan panas tubuh keduanya! Di dalam mobil mewah yang baru saja berhenti di gerbang, Firzan merasakan cengkeraman jari-jari Miliana, sang majikan sekaligus mamah muda yang memabukkan, di kemejanya. "Kamu tahu kamu mau aku, Firzan," desis Miliana, suaranya parau. Jarak beberapa meter dari rumah sang suami terasa bagai jurang yang memisahkan mereka dari bahaya dan kenikmatan terlarang. Pertarungan antara godaan memabukkan dan bayangan Chantika yang tulus mengoyak Firzan, namun sentuhan panas ini terlalu kuat, terlalu nyata untuk dihindari.
10
224 Chapters
Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam
Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam
Dara tak percaya mendapati rumahnya kosong dan putrinya, Mita, dibawa tanpa izin. Saka, suaminya, mencoba menjelaskan, tetapi alasan bahwa ibunya membawa Mita sebagai "pancingan" untuk Mbak Eca, yang belum punya anak selama 15 tahun, membuat Dara marah. Ia merasa Saka dan keluarganya tidak menghargai perjuangannya saat melahirkan. Saka merasa bingung dan bersalah, sadar bahwa tindakan keluarganya telah membuat istrinya sangat menderita. Situasi semakin genting, dan Dara tak akan berhenti sampai Mita kembali ke pelukannya dan bahkan nekat menuntut keluarganya ke jalur hukum.
10
54 Chapters
Bukan Lagi Wanita yang Bisa Dimanipulasi
Bukan Lagi Wanita yang Bisa Dimanipulasi
Aku adalah seorang anak yang berasal dari kampung kumuh yang jatuh cinta pada Damon Vindaya, bos mafia yang paling ditakuti di Kota Yana. Selama lima tahun, aku adalah miliknya. Aku menahan sembilan peluru demi dia. Dia akan mencium bekas lukaku saat aku berdarah dan hampir mati untuknya, memelukku erat, dan mengalungkan kalung ratu di leherku. Kemudian, begitu aku pulih, dia akan meniduriku sampai aku kehilangan kesadaran, dengan gairah yang terasa seolah-olah tak akan pernah berakhir. Aku pikir kami akan menghabiskan hidup bersama. Aku pikir dia akan menikahiku. Namun, pada malam kebersamaan kami yang ke-999, dia mengatakan bahwa dia telah bertunangan dengan Bianca, seorang putri mafia dari keluarga rival. Aku menahan air mataku. Dia hanya mencengkeram daguku, mengembuskan asap rokok ke wajahku, lalu tertawa. "Kamu nggak benar-benar berpikir bisa menikah denganku, 'kan, Nora? Mari kita luruskan saja. Kamu itu cuma kuanggap sebagai alat pemuas nafsuku saja, bukan pasangan. Kamu adalah karya seni yang aku koleksi, hewan peliharaan yang aku miliki." Hewan peliharaan. Itu saja yang pernah dia inginkan dariku. Sebagai gantinya, aku pun mengambil ponsel sekali pakai dan mengirim pesan. [ Aku terima tawaranmu. Tiga hari. Keluarkan aku dari Kota Yana. ]
9 Chapters
Dimana aku bisa mencari yang sepertimu
Dimana aku bisa mencari yang sepertimu
Pada kisah ini menceritakan mengenai persahabatan dua orang anak laki-laki, yaitu Axel dan Doni. Namun kisah awal mereka untuk memulai pertemanan yang akrab dan terpisahkan, Axel dengan sikap yang masih cuek dan tidak mau bergaul dengan orang lain karena dahulu dia memiliki seorang teman bernama Doni dan kini telah meninggal dunia sehingga membuat Axel sangat terpukul, sebab almarhum doni sangat sayang kepadanya seperti adik kandungnya. Kini setelah dia pindah dari kota ke desa asal ibunya dia bersekolah di salah satu SMA di sana. Hingga akhirnya ada seorang murid baru dari jakarta dan memulai untuk mendekati dan berteman dengan Axel namanya mirip dengan almarhum Doni, yaitu namanya Doni Hendrawan. Doni ini sendiri memiliki sifat yang hampir mirip dengan almarhum doni sehingga dia mengubah hati Axel dan secara perlahan Axel mulai menerima kehadirannya sebagai sahabatnya. Namun persahaban itu tidak di dapat dengan mudah, Doni sulit mengetahui isi hati Axel dan Axel sulit untuk mengungkapkan hatinya kepada Doni sebagai sahabanya itu. Setelah beberapa lama mereka mulai akrab akhirnya mereka bisa mulai menrima satu sam lain terutama saat ada festival dan perlombaan dan mereka akhirnya mau bekerja sama sehingga menggapai cita-cita mereka menjadi seorang musisi. Dalam kisaah ini nantinya akan menceritakan banyak perjalanan kisah persahabatan mereka setelah mereka resmi menjadi sahabat.
9
5 Chapters

Related Questions

Contoh Kalimat Yang Mengandung Kata 'Acapkali' Dalam Cerpen?

4 Answers2026-01-03 06:35:26
Ada satu cerpen favoritku yang judulnya 'Lukisan di Dinding Kosong' di mana tokoh utamanya, seorang pelukis muda, acapkali menggumamkan kalimat-kalimat aneh saat bekerja. 'Kau acapkali berbicara sendiri seperti orang gila,' begitu teguran ibunya dalam satu adegan yang cukup mengharukan. Kata itu muncul lagi saat si pelukis menggambarkan langit senja: 'Warna jingga yang acapkali muncul dalam mimpiku...'. Yang menarik, pengarang sengaja menggunakan 'acapkali' untuk menciptakan ritme melankolis dalam narasi. Bukan sekadar pengganti 'sering', tapi sebagai penanda obsesi karakter terhadap sesuatu yang berulang. Di paragraf klimaks ketika lukisan itu terbakar, ada kalimat: 'Asap membentuk pola yang acapkali ia lihat dalam halusinasinya.' Benar-benar penggunaan yang powerful!

Bagaimana Cara Menggunakan 'Acapkali' Dalam Kalimat Percakapan?

4 Answers2026-01-03 04:48:07
Ada satu momen di mana aku merasa kata 'acapkali' benar-benar pas digunakan. Misalnya ketika bercerita tentang kebiasaan temanku yang selalu telat: 'Dia acapkali datang terlambat ke kelas, sampai dosen akhirnya memberi teguran khusus.' Kata ini memberiku nuansa formal tapi tetap natural, cocok untuk obrolan sehari-hari yang ingin terdengar sedikit lebih berbobot tanpa kaku. Aku juga suka memakainya saat menulis status media sosial seperti, 'Acapkali kupikir hidup ini seperti plot 'Steins;Gate'—penuh dengan twist yang tak terduga.' Penggunaannya yang jarang justru bikin kalimat terasa segar dan memorable.

Apakah 'Acapkali' Termasuk Kata Formal Atau Informal?

4 Answers2026-01-03 05:10:25
Ada nuansa klasik yang melekat pada kata 'acapkali'—seperti menemukan buku lama berdebu di rak perpustakaan. Kata ini sering muncul dalam karya sastra atau pidato resmi, tapi bukan berarti tidak bisa dipakai sehari-hari. Aku justru suka menyelipkannya saat menulis catatan pribadi atau diskusi serius di forum online. Rasanya memberi sentuhan elegan tanpa terdengar kaku. Tergantung konteksnya, sih. Kalau lagi ngobrol santai di grup WA, mungkin bakal diganti 'sering banget' biar lebih natural. Tapi jujur, menurutku kata-kata semacam ini justru memperkaya bahasa. Dulu waktu pertama baca 'acapkali' di novel 'Laskar Pelangi', aku langsung jatuh cinta. Sekarang malah sengaja pakai kata itu untuk mengingatkan teman-teman bahwa bahasa Indonesia itu indah dan fleksibel.

Apakah 'Acapkali' Sering Muncul Dalam Novel Indonesia Modern?

4 Answers2026-01-03 21:44:42
Mengamati perkembangan novel Indonesia modern, aku jarang menemukan kata 'acapkali' muncul dalam teks kontemporer. Penulis sekarang cenderung memilih diksi yang lebih ringkas dan natural seperti 'sering' atau 'kerap'. Kata 'acapkali' terasa agak kuno dan formal, cocok untuk karya sastra klasik atau prosa puitis, tapi kurang selaras dengan gaya percakapan generasi muda. Novel-novel bestseller semacam 'Pulang' atau 'Rectoverso' lebih memilih bahasa sehari-hari yang mengalir. Meski begitu, beberapa penulis mungkin sengaja menggunakannya untuk menciptakan nuansa tertentu atau menunjukkan karakter tokoh yang terpelajar. Justru di situlah keunikan bahasa Indonesia - kita punya banyak sinonim dengan nuansa berbeda. Tapi menurutku, tren bahasa dalam sastra selalu mengikuti bagaimana masyarakat berkomunikasi. Kalau orang lebih banyak bilang 'sering' saat ngobrol, wajar kan kalau novel juga mengadaptasi itu? Aku pribadi suka ketika penulis bermain-main dengan diksi, asal tidak terkesan dipaksakan.

Apa Arti Kata 'Acapkali' Dalam Bahasa Indonesia Sehari-Hari?

4 Answers2026-01-03 01:19:21
Menggali makna 'acapkali' itu seperti membuka lembaran cerita lama. Kata ini terdengar klasik tapi tetap punya pesona, semacam bumbu dalam percakapan sehari-hari yang berarti 'sering kali' atau 'kerap kali'. Aku suka menggunakannya saat bercerita tentang kebiasaan, misalnya 'Ia acapkali tertawa melihat tingkah kucingnya'. Rasanya lebih puitis dibanding kata 'sering' biasa, memberi nuansa nostalgia yang hangat. Dalam diskusi komunitas buku, teman-teman sering memakai 'acapkali' saat membahas pola karakter. Misalnya, 'Tokoh utama dalam 'Laskar Pelangi' acapkali mengungkapkan mimpi lewat puisi.' Kata ini seperti jembatan antara bahasa formal dan santai, cocok untuk obrolan tentang hal-hal yang berulang dengan sentuhan personal.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status