Sebagai seseorang yang sangat menghargai dinamika kompleks dalam 'My Hero Academia', saya selalu terpesona oleh bagaimana fanfiction aroace menangani hubungan Deku dan Bakugo. Interpretasi ini sering kali menghilangkan tekanan
romantis yang biasanya ditemukan dalam fanfic mainstream, dan sebagai gantinya, fokus pada kedalaman persaingan dan persahabatan mereka. Karya-karya ini menggali bagaimana dua karakter ini saling mendorong satu sama lain untuk tumbuh, tanpa perlu memasukkan unsur cinta romantis. Narasi seperti ini menyegarkan karena menunjukkan bahwa ikatan yang kuat tidak selalu harus berujung pada hubungan asmara. Saya sering menemukan cerita yang mengeksplorasi bagaimana Bakugo belajar menghargai Deku sebagai rekan, bukan sebagai saingan, dan bagaimana Deku memahami bahwa persaingan mereka adalah bentuk penghormatan. Fanfiction aroace memberikan ruang bagi pem
baca untuk menikmati dinamika mereka tanpa distraksi dari plot romantis, yang terkadang bisa mengaburkan inti cerita.
Beberapa penulis bahkan mengambil pendekatan lebih dalam dengan mengeksplorasi bagaimana Deku dan Bakugo mengatasi trauma masa kecil mereka bersama. Mereka menggambarkan bagaimana kedua karakter ini belajar berkomunikasi dengan lebih baik, dan bagaimana persahabatan mereka berkembang melalui konflik dan rekonsiliasi. Saya menemukan bahwa fanfiction semacam ini sering kali lebih memuaskan secara emosional karena fokusnya pada perkembangan karakter yang autentik. Tanpa perlu menambahkan elemen romantis,
cerita-cerita ini berhasil menciptakan kedalaman yang sama, jika tidak lebih, dengan menggali kompleksitas hubungan platonic mereka.