LOGINMertuaku mendatangkan seorang wanita untuk menjadi istri kedua suamiku. Yang lebih parah lagi adalah, wanita itu diakui sebagai adik sepupunya. Di malam aku pulang dari luar kota, aku melihat mereka berdua sedang berhubungan intim dan aku tahu segalanya. Aku akan membalas mereka karena telah mengkhianati aku! Membalas dengan cantik agar mereka lebih menderita daripada apa yang aku rasakan.
View More*2 Bulan Setelah Erika Divonis Penjara*Langit Jakarta tampak jingga. Angin pantai berembus pelan ke Restoran Sunset Deck yang sengaja dipesan Arga khusus malam itu.Hesti belum menaruh curiga. Katanya hanya “makan malam biasa untuk merayakan Raka naik kelas”.“Ar, tempatnya bagus sekali. Pasti mahal, ya?” ucap Hesti sambil merapikan gaun putih selututnya dengan gugup.Arga hanya tersenyum lalu menggandeng tangan Hesti. “Sekali-sekali, Hes. Kamu sudah bekerja keras. Raka juga juara satu.”Mereka duduk di meja paling ujung, tepat menghadap ke laut. Lilin-lilin kecil menyala di setiap meja.Hesti baru hendak membuka menu, tiba-tiba alunan keroncong Kemayoran versi akustik mulai dimainkan.“Eh? Ada live music?” Hesti menoleh.Dari ujung dek, Raka muncul. Ia mengenakan kemeja batik biru, rambut tersisir rapi, dan membawa kotak beludru kecil. Di belakangnya tampak Mama dan Papa Arga. Hesti langsung berdiri. “Lho... Om? Tante? Kok bisa ada di sini semua?” Matanya seketika berkaca-kaca.Arga
Hesti menendang tangan Erika sekuat tenaga. Suntikan itu jatuh, menggelinding.Di luar, suara sirine polisi udah kedengeran. Tetangga unit 1709 denger ribut-ribut dari tadi dan nelpon security.Erika panik. Dia ngeliat ke Hesti yang berdiri gemeter di pojokan, ke Arga yang nadanya napas berat, ke darah di tangannya sendiri.Terus dia tersenyum aneh."Kamu menang, Hesti," bisiknya. "Kamu mendapetkan Arga. Kamu mendapatkan Raka. Tapi ingat..." matanya nyalang natap Hesti, "...aku tak akan pernah berhenti. Di penjara sekalipun, aku akan keluar. Dan aku akan mencari kamu lagi."BRAK!Pintu kebanting kebuka. 4 polisi sama security masuk, senjata udah dikeluarin."TANGAN DI ATAS! JANGAN BERGERAK!"Arga langsung angkat tangan, memberikan jalan. Dua polisi cepet-cepet borgol Erika dan bodyguard yang terluka itu. Erika malah masih ketawa-ketiwi di lantai."Arga! Hesti! Selamat yaaa! Selamat berbahagia di atas penderitaanku! Karma pasti berlaku. Tuhan tidak tidur!" Erika teriak-teriak sambil di
Ternyata seorang pria tidak dikenal. "House Keeping!""Maaf, Pak. Saya tidak pesan.""Tapi tadi ada pesanan atas nama unit ini, Pak." jawab house keeping itu."Tidak ada, Pak. Tolong tidak perlu masuk." tolak Arga. Pria itu tak mau mengambil resiko sama sekali dengan kedatangan orang asing ke unit apartemennya. "Baiklah, Pak."Arga dan Hesti bisa bernafas lega sebentar. Setidaknya, tidak ada yang masuk ke dalam unit apartemen mereka. "Ar." panggil Hesti perlahan.Dua hari mereka di dalam apartemen dan tidak keluar sama sekali. Tentu saja bahan makanan sudah habis. "Kita belanja dulu untuk kebutuhan sehari-hari?" ajak Hesti. Kulkas sudah kosong. Tak mungkin juga mereka hanya makan angin bukan?"Ok. Kita ke supermarket terdekat saja. Jangan lupa masker, kacamata dan topi." Arga mengingatkan.Mereka berdua pun keluar dari unit apartemen kemudian mulai berbelanja. Terburu-buru. Tepatnya seperti itu. Setelah selesai, mereka pun kembali ke apartemen. Tapi baru saja akan menutup pintu
Akhirnya Arga turun dari pesawat dengan napas ngos-ngosan. Jasnya lepas, dasinya kendor. Tidak ada sopan-santun pengacara top. Yang ada cuma panik.HP-nya tidak berhenti menghubungi Hesti setiap 5 menit."Hes, aku sudah landing. Kamu di mana? Apa masih di kantor?""I-iya, Ar. Aku di lobby, sama security," suara Hesti gemeter di telepon. "Dari tadi ada wartawan menunggu di depan. Aku takut keluar.""Jangan keluar. 15 menit lagi aku sampai."Arga membanting pintu taksi. "Pak, cepetan bisa? Saya tambah 500 ribu."*Di kamar kos kumuh, Surabaya.Erika udah ganti penampilan. Wig hitam sebahu, kacamata tebel, pake seragam kemeja biru muda kayak pegawai bank. KTP palsunya tertulis: Dewi Lestari.Dia menatap foto Hesti yang dia print segede A4. Di foto itu ada alamat kantor Hesti yang tersebar di Twitter.Wanita itu tersenyum miring. "Security, ya? Wartawan juga ada? Bagus. Makin rame, makin gampang nyelip."Dia masukin cutter kecil, suntikan kosong, sama botol air mineral ke tas selempang."












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews