Dari sudut pandang ilmiah, ular adalah bioindikator kesehatan lingkungan. Keberadaan mereka menunjukkan ekosistem masih utuh. Aku pernah membaca penelitian tentang ular cabai merah di Kalimantan yang ternyata memakan serangga pembawa penyakit. Bukan cuma itu, bisa ular justru jadi bahan obat seperti antivenom dan penelitian kanker. Lucu kan, makhluk yang kita takuti malah menyelamatkan nyawa manusia? Jadi lain kali lihat ular, coba diingat mereka lebih takut pada kita daripada kita pada mereka.
Pernahkah memperhatikan bagaimana ular justru menjadi penyeimbang ekosistem yang sering disalahpahami? Di balik reputasinya yang menyeramkan, mereka sebenarnya adalah predator penting untuk mengontrol populasi tikus dan hama lainnya. Bayangkan saja, tanpa ular di sawah, petani bisa kewalahan menghadapi invasi tikus yang merusak tanaman. Di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, ular sanca bahkan membantu menjaga keseimbangan rantai makanan dengan memangsa mamalia kecil.
Selain itu, ular punya peran cultural yang dalam. Masyarakat Baduy Dalam di Banten menganggap ular sebagai bagian dari kosmologi mereka, sementara di Bali, ular kadang dianggap penjaga spiritual. Ancaman kepunahan mereka akibat perburuan kulit dan mitos 'harus dibunuh' justru mengancam biodiversitas. Spesies seperti ular welang yang endemik Jawa sudah masuk kategori rentan karena hilangnya habitat. Kalau kita terus membunuhnya tanpa alasan valid, siapa yang akan mengendalikan wabah tikus berikutnya?
2026-03-02 18:34:26
8
Tingnan ang Lahat ng Sagot
I-scan ang code upang i-download ang App
Kaugnay na Mga Aklat
Bukan Inginku Ada Diantara Kalian
Jannah Zein
10
4.3K
Seperti menabur garam di atas lukanya, Naina malah di pertemukan lagi dengan pria yang sangat ingin dihindarinya. Tapi ia tidak kuasa menolak. Suaminya yang meninggal saat ia sedang hamil, serta kebutuhan hidupnya yang mendesak, terutama putrinya yang baru lahir, memaksa Naina untuk menerima tawaran dari Albert, yaitu menjadi ibu susu untuk putrinya yang juga baru lahir.
Bagaimana hari-hari Naina menjalankan perannya sebagai ibu susu, sementara dia harus tinggal seatap dengan sang mantan kekasih, yang sebenarnya adalah ayah biologis dari putrinya?
Lisa Amalia, penulis novel tak terkenal, sedang menjalani liburan ketika tengah mengalami kebuntuan menulis. Tetapi dia malah terjebak di tengah pulau terpencil bersama seorang pria yang begitu menarik di matanya. Situasi dan kondisi pun membuat keduanya terlibat hubungan fisik yang lebih dari seharusnya.
Sekembalinya ke Jakarta, Lisa baru mengetahui bahwa pria itu ternyata Vincent Alessio. Bukan pria sembarangan. Dia CEO Sutomo Land Corporation, sebuah perusahaan real estate terkemuka.
Lisa pun menjebak Vincent dengan sebuah kontrak agar mereka bisa tinggal bersama. Tujuan sebenarnya adalah untuk melakukan observasi dan ‘riset’ secara riil, tentang bagaimana kehidupan sensual seorang CEO untuk kebutuhan naskah novelnya. Namun, keduanya malah terlibat dalam hubungan yang sarat romansa, panas dan menggelora, meskipun tanpa cinta.
Tanpa cinta? Benarkah demikian?
Kehidupan Arrabella Belvania berubah ketika dijodohkan bersama Keenan Derliangga. Dua tahun menjalani pernikahan, Bella seperti menemukan surga dunia, di mana dia selalu dimanjakan dan juga disayangi oleh keluarga mereka.
Namun, Bella harus menerima pil pahit karena belum juga bisa memberikan keturunan kepada Keenan. Menginjak tahun ketiga pernikahan mereka, akhirnya penantian Bella terwujud. Dia dinyatakan hamil!
Tetapi ternyata kebahagiaan itu tidak dirasakan oleh Keenan. Padahal Bella tahu suaminya pun sangat menantikan momen ini. Apa yang sebenarnya terjadi?
Sebuah pesta pernikahan keluarga kaya raya akan digelar.
Fransiska Maundy berpenampilan bak seorang putri demi tampil cantik di pesta pernikahannya.
Tak pernah terbayangkan di tempat yang lain sedang berkibar rayuan-rayuan maut serta rencana untuk mencelakai Fransiska Maundy dan Fransiska mendengar semuanya.
Perkataan yang membuat hati Fransiska hancur dan dilanda kekecewaan.
Alex Damatian ternyata telah berpacaran dengan Clara, adik angkat Fransiska.
Fransiska marah, dia ingin menghancurkan semuanya.
Menolak pernikahan dengan Alex Damatian, pria kaya pilihan keluarga adalah pilihan yang Fransiska pilih meski dia tahu pilihan itu akan menghancurkan hati orang-orang yang dia cintai.
Fransiska terus berusaha menjadi kuat demi memenangkan pertarungan dengan orang-orang yang mengkhianati nya.
Arini Alister harus menerima perjodohan dengan lelaki yang tidak pernah dilihatnya. Hanya saja, ia tak menyangka bahwa menikah dengan anggota keluarga Nero menjadi awal mimpi buruknya! Lelaki yang dijodohkan pergi entah ke mana, hingga Dave--anak pertama keluarga tersebut menggantikan posisi pengantin.
Lantas, bagaimana Arini menjalani pernikahan yang tak sesuai mimpinya? Akankah Dave akan mencintainya atau pergi setelah kejadian memalukan ini dilupakan yang lain?
Amber Lim terkenal akan gaya hidup yang mewah dan kecantikan yang memukau. Namun sayang, perempuan itu juga dikenal sebagai perusak hubungan orang alias pelakor internasional. Menyesali sikap buruknya, ia pun bertekad untuk memulai hidup baru. Tanpa memedulikan musim dingin ekstrem yang sedang berlangsung, Amber pergi ke utara untuk berguru dengan Adam Smith, desainer perhiasan terbaik dunia yang misterius.
Malangnya, di tengah perjalanan, Amber dirampok dan ditinggalkan di sebuah hutan. Hanya ada sebuah pondok kecil yang dapat menyelamatkannya dari beku, dan hanya ada satu orang yang dapat membantunya bertahan hidup—Tuan Dingin.
Tidak ada yang tahu nama asli Tuan Dingin. Ia sengaja hidup menyendiri dan sangat tidak suka diganggu. Penduduk desa terdekat bahkan memanggilnya kanibal karena minimnya rasa kemanusiaan dalam diri pria itu. Padahal sesungguhnya, Tuan Dingin hanyalah seorang duda yang sangat membenci wanita, apalagi pelakor.
Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Mampukah Amber menaklukkan Tuan Dingin dan pulang dengan selamat? Atau justru ... berakhir menjadi santapan lezat sang duda?
Pernah nggak sih kamu lagi nongkrong santai, tiba-tiba ada yang menguap lalu tanpa sadar ikutan menguap juga? Fenomena ini ternyata berkaitan dengan empati dan mirror neuron di otak kita. Sistem saraf punya mekanisme unik yang secara otomatis meniru ekspresi orang lain, terutama dalam kelompok sosial. Makanya, respons ini lebih sering terjadi dengan orang yang kita kenal atau sayangi.
Penelitian neurosains menunjukkan bahwa menguap menular bukan sekadar kebiasaan, tapi bentuk primitif dari komunikasi nonverbal. Dulu, para ilmuwan menduga ini cara kelompok hominid kuno menyinkronkan ritme tidur. Sekarang, kita bisa melihatnya sebagai bukti bagaimana manusia terhubung secara psikologis bahkan melalui hal-hal kecil seperti menguap.
Pernah dengar cerita dari nenek tentang ular yang jadi penunggu rumah? Di Jawa, ular sering dianggap sebagai manifestasi leluhur atau penjaga spiritual. Ada keyakinan kuat bahwa membunuh ular bisa mendatangkan kesialan karena mereka dipercaya memiliki hubungan dengan dunia gaib. Aku ingat sekali dulu tetangga sembarangan membunuh ular sawah, eh malah anaknya sakit misterius sampai harus diruwat.
Yang lebih menarik, beberapa daerah malah percaya ular tertentu seperti ular kobra adalah titisan Eyang Joko Tingkir. Ada ritual khusus untuk 'memulangkan' mereka ke alamnya alih-alih dibunuh. Dulu waktu kecil, aku sering lihat orang tua meletakkan sesajen dan bicara halus pada ular yang masuk rumah. Filosofinya dalam, tentang menghargai keseimbangan alam dan makhluk apapun yang kita anggap 'mengganggu'.
Di kampungku dulu, ada mitos turun-temurun bahwa ular adalah penjaga gaib rumah atau tanah. Nenek sering bercerita, mereka bisa jadi jelmaan leluhur atau makhluk pelindung. Suatu kali, seorang tetangga nekat membunuh ular piton di kebunnya karena takut. Tak sampai seminggu, keluarganya dilanda sakit bertubi-tubi. Orang-orang desa langsung berbisik itu akibat 'balasan dari penunggu'. Ritual sesajen akhirnya dilakukan untuk meminta maaf. Yang menarik, kepercayaan ini juga terkait dengan konsep keseimbangan alam—ular dianggap pengendali populasi tikus yang bisa merusak ladang.
Dari pengalaman itu, aku belajar bagaimana tradisi lokal seringkali menyimpan kearifan ekologis terselubung. Meski terdengar takhayul, larangan membunuh ular secara tidak langsung melindungi rantai makanan. Di Jawa, mitos 'ular tuyul' malah dipercaya sebagai penjaga harta. Aku pernah membaca penelitian tentang masyarakat Baduy yang sengaja menghindari konflik dengan ular karena anggapan mereka sebagai 'saudara tua'. Uniknya, banyak kepercayaan ini justru selaras dengan prinsip konservasi modern.