Menggali lebih dalam tentang 'Anak Yg Terbuang', lagu ini diciptakan oleh Iwan Fals di era 80-an ketika Indonesia sedang mengalami berbagai perubahan sosial. Yang bikin kagum adalah bagaimana Iwan bisa menangkap keresahan masyarakat waktu itu dan menuangkannya dalam bentuk lagu yang begitu menyentuh. Aku selalu merinding setiap dengar lirik 'Jangan kau sesali nasibmu yang malang' karena terasa begitu personal dan universal sekaligus.
Sebagai penggemar musik Indonesia klasik, aku selalu mengagumi bagaimana Iwan Fals menciptakan 'Anak Yg Terbuang'. Lagu ini bukan sekadar komposisi musik biasa, tapi sebuah cerita hidup yang digubah menjadi melodi. Yang menarik, meskipun bercerita tentang 'anak terbuang', lagu ini justru menyatukan begitu banyak pendengar dari berbagai generasi. Aku sering melihat anak muda sekarang masih menyanyikan lagu ini di acara-acara musik, membuktikan bahwa karya baik memang tak lekang waktu.
Lagu 'Anak Yg Terbuang' adalah salah satu karya legendaris Iwan Fals yang sampai sekarang masih sering diputar di berbagai kesempatan. Aku pertama kali dengar lagu ini waktu masih kecil, diputar sama bapakku yang memang penggemar berat Iwan Fals. Liriknya yang dalam dan penuh kritik sosial bikin lagu ini selalu relevan meskipun sudah puluhan tahun sejak pertama kali rilis.
Iwan Fals sendiri dikenal sebagai sosok yang konsisten menyuarakan isu-isu rakyat kecil melalui musiknya. 'Anak Yg Terbuang' adalah salah satu bukti nyata bagaimana dia mampu menyentuh hati pendengarnya dengan cerita sederhana namun penuh makna. Buatku, lagu ini nggak cuma sekadar hiburan, tapi juga pembelajaran tentang kehidupan.
Iwan Fals menciptakan 'Anak Yg Terbuang' dengan sentuhan khasnya yang blak-blakan namun tetap puitis. Awalnya kupikir lagu ini tentang pengalaman pribadi, tapi setelah tahu lebih banyak tentang Iwan, ternyata dia memang punya kemampuan luar biasa untuk berempati dan bercerita tentang kehidupan orang lain. Lagu ini mengajarkan bahwa musik bisa menjadi medium yang powerful untuk menyampaikan pesan sosial tanpa terkesan menggurui.
2026-07-25 02:39:51
2
查看全部答案
掃碼下載 APP
相關作品
Anak yang Tak Diinginkan
Ricny
10
24.9K
Hanya karena saat mengandung Dewi ditinggal kabur oleh suaminya, wanita itu sangat membenci anaknya. Zehra kerap diperlakukan kasar dan tak berperikemanusiaan.
Sampai satu hari Zehra bertemu dengan keluarga baru ayahnya yang bisa memberinya kasih sayang utuh, barulah Dewi merasakan penyesalan.
Akankah Zehra mau kembali pada Dewi?
"Aku benci anak itu, karena dia telah menghancurkan impianku!"
Rita sangat membenci Kayla, gadis cilik yang adalah anak kandungnya. Kenapa? karena Rita menganggap Kayla lahir karena kesalahan Richard, lelaki yang meninggalkannya setelah menghamili saat Rita kelas dua SMA.
Semua salah Kayla! Ayah Rita meninggal salah Kayla. Rita tidak lulus SMA juga salah Kayla! dan Rita sangat ingin membuang Kayla sejauh jauhnya dari hidupnya.
Bagaimana akhir kisah ini, apakah Rita benar-benar melakukan niatnya untuk membuang Kayla?
"Anak saya baru berusia enam belas tahun, dan dia hamil! Saya minta pertanggungjawaban nak Diaz!"
Seorang lelaki berumur kisaran empat puluh tahun terduduk dengan wajah kusut dan tatapan penuh luka juga kecewa. Karena anak gadisnya yang selama ini dia jaga telah terenggut kesuciannya oleh kakak kelas di sekolahnya.
"Anak saya menghamili putri, Anda?" Ibu dari Diaz tersenyum smrik dengan tatapan meremehkan. Dia tidak akan menyangkal, sebelumnya Diaz memang sudah mengakui kesalahannya yang menodai seorang gadis demi taruhan bersama teman-temannya.
Ibu Diaz menatap gadis muda yang terduduk dengan kedua tangan gemetar, saling mengait dan bertumpu di paha. wajahnya kusut dengan mata sembab. Penampilannya begitu sederhana, memakai kaus pendek dengan bawahan rok selutut. Rambutnya sebahu yang tergerai semrawut, namun tidak mengurangi aura cantik dan manisnya.
"Baik, kami akan bertanggung jawab!" Ibu Diaz mengambil sebuah amplop dari dalam tas yang sudah dia siapkan.
"Amplop ini berisi uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Saya memberikannya secara cuma-cuma, terserah kalian akan gunakan untuk biaya menggugurkan kandungan atau untuk melahirkan anak itu! Yang jelas, Diaz tidak akan menikahi anak Anda!" tegas Ibu Diaz.
"A--apa? Bagaimana mungkin Anda tega melakukan ini? Bagaimana pun benih yang anak saya kandung adalah cucu, Anda!"
"Hey, Orang Miskin! Kamu pikir saya tidak tahu? Kalian menuntut tanggung jawab agar anak saya menikahi dia demi keuntungan kan? Jangan mimpi bisa hidup enak karena menjebak orang kaya untuk menikahi anakmu! Sekarang pergi!" usir wanita itu dengan wajah garang dia bahkan menyuruh seorang satpam untuk menyeret si gadis dan bapaknya keluar rumah.
"Pergi!" titah satpam dengan mendorong mereka sampai terjatuh di pelataran rumah.
"Bapak? Ba--pak, kenapa, Pak?" Gadis itu menangis histeris ketika melihat bapaknya tiba-tiba sesak napas lalu tak sadarkan diri.
"Bapaaak!"
Pagi itu saat keluar rumah, aku melihat bayi yang terlantar di pinggir jalan.
Saat hendak menggendong bayi itu dan membawanya pulang, tiba-tiba aku mendengar suara hatinya.
'Ayahku benar-benar pintar. Dia sengaja membuangku di sini, supaya Sisca memungut dan mengadopsiku. Dengan begitu, aku bisa resmi masuk ke Keluarga Prawira.'
'Dulu Sisca mengandalkan status keluarganya untuk memisahkan ayah dan ibuku dengan kejam. Sekarang dia malah membesarkan anak haram ayahku. Itu balasan yang pantas untuknya!'
'Begitu aku menjadi Tuan Muda Keluarga Prawira, aku pasti akan secepatnya membantu ayahku menyingkirkan wanita jalang ini. Setelah itu, kami akan menjemput ibuku dan keluarga kami bisa bersatu kembali.'
Bayi di tanah itu tersenyum kepadaku. Suara hatinya pun sudah kudengar dengan sangat jelas.
Sudut bibirku terangkat membentuk senyuman tipis, lalu aku mengangkat ponsel dan menelepon seseorang. Kalau memang anak haram, tentu harus dikirim ke tempat yang memang seharusnya menjadi tujuannya!
Masa tua adalah masa yang membuat tubuh semakin melemah. Tapi bagaimana jika di masa tua malah anak-anakku membuangku setelah aku tidak bisa lagi bekerja
Anakku pulang kampung dengan berpakaian lusuh, kulit kusam dan badan kurus. Ia mirip penampilan pembantu. Pemandangan yang mengiris hati, putriku yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang, seperti teraniaya setelah menikah dengan lelaki dari keluarga berada.
Apa yang terjadi dengan putriku? Bahkan anaknya meninggal, aku tak diberi kabar. Tetapi sebagai ibu, diam menerima bukan solusinya.
Mendengar lagu 'Anak Yang Terbuang' selalu bikin aku merenung tentang betapa dalamnya liriknya. Lagu ini seolah bercerita tentang perasaan tersisih, tentang seseorang yang merasa tidak diterima di mana pun. Aku ingat pertama kali dengar lagu ini waktu masih remaja, dan langsung nyambung karena pernah ngerasain dikucilin di sekolah.
Yang bikin lagu ini spesial adalah cara penyampaian emosinya. Bukan cuma soal sedih, tapi juga ada unsur kemarahan dan penerimaan diri. Aku pernah baca bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman nyata penciptanya yang mengalami penolakan dari keluarga. Itu bikin lagu ini terasa begitu jujur dan menyentuh hati.
Lagu 'Anak Yg Terbuang' ini bikin aku penasaran banget soal sejarahnya. Setelah nyari-nyari info, ternyata lagu ini pertama kali muncul di tahun 1978 lho! Aku nemu data ini pas lagi asik browsing forum musik klasik Indonesia. Lagu ini jadi salah satu karya legendaris yang sering dibahas di komunitas pecinta musik lawas.
Yang menarik, meskipun udah berusia puluhan tahun, lagu ini masih sering dinyanyikan ulang oleh berbagai artis. Ada yang bilang lagu ini punya makna dalam banget buat mereka yang merasa 'terbuang' atau nggak diterima. Aku sendiri suka versi aslinya karena nuansa nostalgia-nya kuat banget.
Ada sesuatu yang menggigit di hati setiap kali mendengar 'Anak Yang Terbuang' dari Sheila on 7. Lagu ini bukan sekadar tentang seorang anak yang merasa tersisih, tapi lebih dalam lagi tentang perjuangan batin melawan identitas yang terfragmentasi. Dodi, vokalisnya, seolah menciptakan ruang aman untuk mereka yang pernah merasa 'tidak cukup'—entah di keluarga, pertemanan, atau cinta.
Lirik 'Aku bukan pilihan, tapi aku ada' menusuk karena mengingatkan pada momen ketika kita merasa seperti bayangan dalam cerita orang lain. Tapi justru di situlah keindahannya: lagu ini mengakui luka tapi menolak victim mentality. Aku selalu membayangkan ini sebagai lagu untuk orang-orang yang diam-diam bangkit dari keterpurukan, meski bekas lukanya masih terasa.
Menggali nostalgia lagu 'Anak Yang Terbuang' dari Sheila on 7 selalu bikin aku merinding. Liriknya itu lho, bercerita tentang perasaan terisolasi dan pencarian identitas. Aku dulu sering banget nyanyi ini pas masih SMP, sampe hafal di luar kepala.
Liriknya dimulai dengan 'Di sudut kota ku sendiri...' terus lanjut ke bagian 'Tak ada yang peduli...'. Bagian reff-nya paling menusuk: 'Aku hanya anak yang terbuang...'. Lagu ini punya kedalaman emosi yang jarang ditemuin di lagu pop mainstream. Dody waktu itu emang jago banget nulis lirik yang relate sama anak muda.
Kebetulan banget lagi dengerin lagu-lagu Sheila On 7 kemarin! 'Anak Yg Terbuang' itu ternyata ada di album 'Kisah Klasik Untuk Masa Depan' yang rilis tahun 2000. Album ini jadi salah satu favorit gue karena banyak lagu hitsnya kayak 'Dan', 'Melompat Lebih Tinggi', dan tentu saja 'Anak Yg Terbuang' itu sendiri. Liriknya dalem banget, musiknya juga khas Sheila On 7 yang bikin nostalgia.
Yang menarik, album ini juga nandain perubahan sound mereka yang lebih matang dibanding album sebelumnya. Waktu pertama denger 'Anak Yg Terbuang', langsung nyangkut di kepala karena melodinya yang catchy tapi tetep punya kedalaman. Sampe sekarang masih sering gue puter ulang kalau lagi pengen bernostalgia dengan musik era 2000-an.
Ada satu lagu yang sering banget diputar di playlist-ku belakangan ini, apalagi kalau lagi pengen melow. Judulnya 'Kita Yg Terluka'—lagu ini bener-bener ngena di hati. Aku penasaran siapa yang nulis lagu sekeren ini, terus nemu info kalo penciptanya adalah Dedy Dharmawan. Liriknya sendiri bercerita tentang dua orang yang sama-sama terluka dalam hubungan, tapi masih mencoba bertahan. Baris seperti 'Kita yang terluka, tapi saling mencinta' bikin aku merinding karena relatable banget. Dedy berhasil banget bikin lirik yang sederhana tapi dalem maknanya.
Lagu ini juga punya melodi yang bikin mood langsung ambruk, cocok buat didengerin pas hujan atau lagi sendiri. Aku suka cara Dedy menggambarkan kompleksitas hubungan dengan kata-kata yang gak berlebihan. Setelah tau siapa penciptanya, aku jadi explore lagu-lagu karyanya yang lain dan banyak yang sama bagusnya.