Lirik 'Anak Yang Terbuang' itu seperti puisi urban modern. Bercerita tentang keterasingan di tengah keramaian, tentang jadi orang yang selalu merasa salah tempat. Aku suka bagaimana lagu ini tidak terjebak dalam diksi yang terlalu dramatis, tapi tetap bisa menyampaikan rasa sakit dengan elegan.
Beberapa teman bilang lagu ini terlalu berat, tapi menurutku justru kejujurannya yang bikin menarik. Di era dimana semua orang pamer kebahagiaan di media sosial, lagu seperti ini mengingatkan bahwa tidak semua orang punya tempat untuk pulang.
Mendengar lagu 'Anak Yang Terbuang' selalu bikin aku merenung tentang betapa dalamnya liriknya. Lagu ini seolah bercerita tentang perasaan tersisih, tentang seseorang yang merasa tidak diterima di mana pun. Aku ingat pertama kali dengar lagu ini waktu masih remaja, dan langsung nyambung karena pernah ngerasain dikucilin di sekolah.
Yang bikin lagu ini spesial adalah cara penyampaian emosinya. Bukan cuma soal sedih, tapi juga ada unsur kemarahan dan penerimaan diri. Aku pernah baca bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman nyata penciptanya yang mengalami penolakan dari keluarga. Itu bikin lagu ini terasa begitu jujur dan menyentuh hati.
Ada sesuatu yang magis dari lagu 'Anak Yang Terbuang' yang bikin aku selalu kembali mendengarnya. Liriknya sederhana tapi punya daya pukau, seperti menggambarkan perjalanan seseorang mencari tempat mereka sebenarnya belong. Aku suka bagaimana lagu ini bisa diinterpretasikan secara berbeda-beda - ada yang lihat sebagai kritik sosial, ada yang anggap sebagai perjuangan identitas.
Musiknya sendiri punya nuansa melankolis tapi dengan semangat memberontak. Aku sering mikir, mungkin pesan tersembunyinya adalah tentang pentingnya menemukan keluarga pilihan kita sendiri, bukan sekadar keluarga darah.
Setiap kali 'Anak Yang Terbuang' diputar, aku selalu memperhatikan detail instrumentasinya. Ada kesedihan dalam nada-nadanya, tapi juga semacam kekuatan. Lagu ini menurutku bercerita tentang perasaan menjadi orang luar, sesuatu yang sebenarnya banyak orang alami tapi jarang diungkapkan sejujur ini.
Yang menarik, lagu ini justru menjadi semacam anthem bagi mereka yang pernah merasa terbuang. Aku pernah hadir di konser dimana lagu ini dinyanyikan bersama oleh penonton, dan rasanya... magis. Seperti semua orang yang pernah merasa sendiri tiba-tiba menemukan teman seperjuangan.
2026-07-24 18:31:23
5
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Anak yang Kubenci
Henya Firmansyah
10
8.1K
"Aku benci anak itu, karena dia telah menghancurkan impianku!"
Rita sangat membenci Kayla, gadis cilik yang adalah anak kandungnya. Kenapa? karena Rita menganggap Kayla lahir karena kesalahan Richard, lelaki yang meninggalkannya setelah menghamili saat Rita kelas dua SMA.
Semua salah Kayla! Ayah Rita meninggal salah Kayla. Rita tidak lulus SMA juga salah Kayla! dan Rita sangat ingin membuang Kayla sejauh jauhnya dari hidupnya.
Bagaimana akhir kisah ini, apakah Rita benar-benar melakukan niatnya untuk membuang Kayla?
Perjalanan hidup Dian yang berjuang untuk bangkit setelah dibuang oleh sang suami saat hamil tua demi wanita lain. Sialnya, wanita lain itu adalah sepupunya sendiri yang sudah menindasnya dari kecil.
Dian tidak terima, dia berjanji akan membongkar semua kejahatan Raya. Di tengah perjalanan dia menemui berbagai kasus yang membuat semua misteri masa lalu terpecahkan.
Pada hari ulang tahunku yang ke-16, tiga saudara laki-lakiku pulang bersama seorang gadis bernama Siti Kusuma. Mereka mengatakan aku harus memperlakukannya seperti keluarga sendiri.
Aku kira tidak banyak yang akan berubah.
Tapi beberapa tahun kemudian, semuanya benar-benar berubah.
Jason Kurniawan, adik bungsuku, mendorongku jatuh dari tangga karena dia. Anto Kurniawan, kakak tertuaku yang pernah berjanji akan melindungiku selamanya, kini mengusir aku dari rumah.
Jadi aku pergi diam-diam. Dan mereka mengira aku hanya sedang memberontak. Mereka bahkan membawa Siti ke Franzia tanpa mencariku.
Yang tidak mereka tahu adalah aku telah menandatangani kontrak dengan perusahaan musuh terbesar keluarga kami, sebagai ahli kimia termuda mereka.
Tercatat jelas dalam kontrak bahwa aku tidak akan bisa kembali ke rumah lagi.
Malam ketika mereka menyadari aku benar-benar telah pergi untuk selamanya, barulah mereka menyesali semuanya.
Pagi itu saat keluar rumah, aku melihat bayi yang terlantar di pinggir jalan.
Saat hendak menggendong bayi itu dan membawanya pulang, tiba-tiba aku mendengar suara hatinya.
'Ayahku benar-benar pintar. Dia sengaja membuangku di sini, supaya Sisca memungut dan mengadopsiku. Dengan begitu, aku bisa resmi masuk ke Keluarga Prawira.'
'Dulu Sisca mengandalkan status keluarganya untuk memisahkan ayah dan ibuku dengan kejam. Sekarang dia malah membesarkan anak haram ayahku. Itu balasan yang pantas untuknya!'
'Begitu aku menjadi Tuan Muda Keluarga Prawira, aku pasti akan secepatnya membantu ayahku menyingkirkan wanita jalang ini. Setelah itu, kami akan menjemput ibuku dan keluarga kami bisa bersatu kembali.'
Bayi di tanah itu tersenyum kepadaku. Suara hatinya pun sudah kudengar dengan sangat jelas.
Sudut bibirku terangkat membentuk senyuman tipis, lalu aku mengangkat ponsel dan menelepon seseorang. Kalau memang anak haram, tentu harus dikirim ke tempat yang memang seharusnya menjadi tujuannya!
Sebuah kisah yang menggambarkan seorang wanita single yang memiliki jutaan kesedihan dan rahasia dari masa lalu. Apa rahasia terbesar dalam hidupnya mampu membalikkan fakta yang ada sekarang? Fakta, bahwa dirinya hanya seorang wanita parasit?
"Aku penasaran, apa anakmu itu adalah adikku? Bukankah kau menggoda ayahku demi uang 120 juta dan membuat ibuku menjadi susah?"
Setelah berjuang mati-matian untuk menghidupi keluarga suaminya. Astri tiba-tiba di buang sang Suami. Parahnya ,Astri tidak tahu sedang mengandung anak ke duanya, dan akan segera berpisah....
Lagu 'Anak Yg Terbuang' adalah salah satu karya legendaris Iwan Fals yang sampai sekarang masih sering diputar di berbagai kesempatan. Aku pertama kali dengar lagu ini waktu masih kecil, diputar sama bapakku yang memang penggemar berat Iwan Fals. Liriknya yang dalam dan penuh kritik sosial bikin lagu ini selalu relevan meskipun sudah puluhan tahun sejak pertama kali rilis.
Iwan Fals sendiri dikenal sebagai sosok yang konsisten menyuarakan isu-isu rakyat kecil melalui musiknya. 'Anak Yg Terbuang' adalah salah satu bukti nyata bagaimana dia mampu menyentuh hati pendengarnya dengan cerita sederhana namun penuh makna. Buatku, lagu ini nggak cuma sekadar hiburan, tapi juga pembelajaran tentang kehidupan.
Lagu 'Anak Yg Terbuang' ini bikin aku penasaran banget soal sejarahnya. Setelah nyari-nyari info, ternyata lagu ini pertama kali muncul di tahun 1978 lho! Aku nemu data ini pas lagi asik browsing forum musik klasik Indonesia. Lagu ini jadi salah satu karya legendaris yang sering dibahas di komunitas pecinta musik lawas.
Yang menarik, meskipun udah berusia puluhan tahun, lagu ini masih sering dinyanyikan ulang oleh berbagai artis. Ada yang bilang lagu ini punya makna dalam banget buat mereka yang merasa 'terbuang' atau nggak diterima. Aku sendiri suka versi aslinya karena nuansa nostalgia-nya kuat banget.
Ada sesuatu yang menggigit di hati setiap kali mendengar 'Anak Yang Terbuang' dari Sheila on 7. Lagu ini bukan sekadar tentang seorang anak yang merasa tersisih, tapi lebih dalam lagi tentang perjuangan batin melawan identitas yang terfragmentasi. Dodi, vokalisnya, seolah menciptakan ruang aman untuk mereka yang pernah merasa 'tidak cukup'—entah di keluarga, pertemanan, atau cinta.
Lirik 'Aku bukan pilihan, tapi aku ada' menusuk karena mengingatkan pada momen ketika kita merasa seperti bayangan dalam cerita orang lain. Tapi justru di situlah keindahannya: lagu ini mengakui luka tapi menolak victim mentality. Aku selalu membayangkan ini sebagai lagu untuk orang-orang yang diam-diam bangkit dari keterpurukan, meski bekas lukanya masih terasa.
Menggali nostalgia lagu 'Anak Yang Terbuang' dari Sheila on 7 selalu bikin aku merinding. Liriknya itu lho, bercerita tentang perasaan terisolasi dan pencarian identitas. Aku dulu sering banget nyanyi ini pas masih SMP, sampe hafal di luar kepala.
Liriknya dimulai dengan 'Di sudut kota ku sendiri...' terus lanjut ke bagian 'Tak ada yang peduli...'. Bagian reff-nya paling menusuk: 'Aku hanya anak yang terbuang...'. Lagu ini punya kedalaman emosi yang jarang ditemuin di lagu pop mainstream. Dody waktu itu emang jago banget nulis lirik yang relate sama anak muda.
Ada sesuatu yang sangat menyentuh tentang lagu 'Itu Anak Kandungku' yang bikin aku selalu merinding setiap denger. Lagu ini sebenarnya terinspirasi dari kisah nyata seorang ayah yang berjuang mati-matian untuk anaknya, tapi sering disalahpahami oleh orang sekitar. Aku pernah baca di suatu forum bahwa pencipta lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi melihat tetangganya yang difabel diolok-olok, tapi tetap dibela mati-matian oleh bapaknya.
Yang bikin lagu ini makin dalam adalah bagaimana liriknya nggak cuma soal perlindungan, tapi juga tentang prasangka masyarakat yang sering nggak lihat isi hati seseorang. Aku suka bagian 'dia mungkin berbeda, tapi bukan alasan untuk kau rendahkan'—bener-bener ngena banget di kehidupan sehari-hari. Beberapa cover version di YouTube malah bikin lagu ini makin viral dengan interpretasi yang lebih modern.